Deeptalk.co.id – Berbagai upaya telah dilakukan untuk membantu meningkatkan kesehatan mental dan membantu individu dalam mengatasi tekanan dan stres. Salah satu upaya yang bisa dilakukan dan terbukti secara ilmiah oleh banyak studi adalah dengan afirmasi positif.
Afirmasi positif adalah sebuah teknik yang dilakukan dengan mengulang-ulang kalimat positif yang ditujukan untuk diri sendiri. Tujuannya adalah untuk memperbaiki pandangan diri sendiri, mengurangi kecemasan dan meningkatkan rasa percaya diri.
Lalu bagaimana afirmasi positif dapat membantu kesehatan mental? Apa dampak dan pengaruhnya bagi individu yang melakukannya? Dan apakah terdapat studi ilmiah yang mendukung teknik afirmasi positif sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan mental?
Dalam artikel ini, kami akan membahas secara detail studi dibalik dampak dan pengaruh afirmasi positif bagi kesehatan mental. Kami akan menjelaskan secara terperinci bagaimana afirmasi positif bekerja secara teoritis dan mengapa teknik ini dapat membantu meningkatkan kesehatan mental.
Definisi Afirmasi Positif

Afirmasi positif adalah ungkapan atau pernyataan positif yang digunakan untuk menentang pikiran negatif atau yang tidak membantu. Praktiknya pun sederhana, yakni dengan mengungkapkannya sesering mungkin agar tertanam menjadi pikiran yang lebih positif. Anda dapat memilih frasa yang kuat untuk memotivasi atau memengaruhi pikiran dan mengulanginya sendiri.
Afirmasi dapat digunakan untuk memotivasi diri sendiri, mendorong diri menuju perubahan yang positif dalam hidup serta dapat meningkatkan harga diri Anda. Jika Anda sering mendapati diri Anda terjebak dalam self-talk negatif, afirmasi positif dapat digunakan untuk melawan pola yang sering kali tidak disadari ini dan menggantinya dengan narasi yang lebih adaptif.
Bukti Sains di Balik Afirmasi Positif

Untuk merasakan manfaat dan hasilnya, afirmasi positif perlu dilakukan dengan latihan secara teratur. Sehingga ini bisa membuat perubahan dalam jangka panjang yang bertahan lama pada cara Anda berpikir dan merasakan emosi. Selain itu, ternyata praktik afirmasi positif didasarkan pada teori psikologis yang sudah ditemukan beberapa tahun lamanya.
Teori afirmasi diri yang ditemukan oleh Claude Steele pada tahun 1988 adalah yang menjadi teori psikologis utama di balik afirmasi positif. Teori ini menempatkan studi empiris yang didasarkan pada gagasan bahwa seorang individu dapat mempertahankan rasa integritas dirinya dengan memberi tahu diri sendiri (atau menegaskan) apa yang diyakini dengan cara yang positif.
Singkatnya, integritas diri berhubungan dengan kemanjuran diri secara global, atau kemampuan yang Anda rasakan untuk mengendalikan hasil moral dan merespons secara fleksibel ketika konsep diri terancam. Maka, sebagai manusia Anda akan terdorong untuk melindungi diri dari ancaman tersebut dengan menjaga integritas diri.
Baca juga: Membangun Kembali Keyakinan Diri Anda : Cara Keluar dari Quarter Life Crisis
Teori Afirmasi Diri

Teori ini memiliki tiga point penting yang menjadi dasar dalam memahami bagaimana afirmasi positif dapat bekerja. Diantaranya sebagai berikut :
(1) Melalui penegasan diri, seorang individu menjaga narasi global tentang dirinya sendiri. Mereka akan menjadi fleksibel, bermoral dan mampu beradaptasi dengan keadaan yang berbeda. Sehingga inilah yang kemudian membentuk identitas diri seseorang.
Identitas diri tersebut bersifat fleksibel dan tidaklah sama dengan konsep diri yang tegas. Seseorang dapat melihat diri mereka mengadopsi berbagai identitas dan peran yang berbeda, yang artinya juga dapat mendefinisikan keberhasilan dengan cara yang berbeda pula.
Hal ini bisa menjadi baik karena seorang individu bisa melihat aspek yang berbeda dari diri sendiri sebagai sesuatu yang positif. Juga mereka dapat beradaptasi dengan situasi yang berbeda yang mungkin jauh lebih baik.
(2) Teori afirmasi diri berpendapat bahwa mempertahankan identitas bukan untuk menjadi luar biasa, sempurna dan menjadi paling terbaik. Namun sebaliknya, teori ini hanya memenuhi kompeten dan memadai di berbagai bidang yang dihargai secara pribadi agar bermoral, fleksibel dan baik.
(3) Setiap individu perlu menjaga integritas diri dengan bertindak menggunakan cara yang benar-benar pantas mendapatkan pengakuan dan pujian. Dalam hal afirmasi positif, termasuk penegasan diri, pernyataan yang digunakan bukan hanya semata untuk mendapatkan pujian. Namun hal tersebut bertindak dengan cara yang konsisten dengan nilai pribadi tertentu.
Perkembangan teori afirmasi diri telah mengarah pada penelitian ilmu saraf. Ini bertujuan untuk menyelidiki apakah seseorang dapat melihat perubahan apa pun di otak saat menegaskan diri dengan cara yang positif.
Kemudian ada bukti MRI yang menunjukkan bahwa jalur saraf tertentu meningkat saat seseorang mempraktikan afirmasi atau penegasan diri secara positif. Secara spesifik, korteks prefrontal ventromedial yang terlibat langsung dalam penilaian positif dan pemrosesan informasi terkait diri sendiri—menjadi lebih aktif saat individu mempertimbangkan nilai-nilai pribadinya.
Hasil studi Falk dan rekannya pun menunjukkan bahwa ketika seseorang memilih untuk mempraktikan afirmasi positif, mereka menjadi lebih mampu untuk melihat “informasi yang mengancam sebagai lebih relevan dan berharga”. Hal tersebut bisa memiliki beberapa manfaat karena berkaitan langsung dengan cara seseorang dalam memproses informasi tentang dirinya sendiri.
Baca juga: Perfeksionisme : Pengertian dan Hubungannya dengan Procrastination
Sumber:
Moore, C. (2023). Positive Daily Affirmations: Is There Science Behind It? PositivePsychology.com. https://positivepsychology.com/daily-affirmations/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



