Deeptalk.co.id – Berada di tengah orang-orang toxic memang akan memperburuk kualitas hidup kita. Namun bagaimana jika perilaku toxic itu justru ada di dalam diri kamu? Mirisnya, kita dengan mudah mengenali perilaku toxic orang lain, namun tidak menyadari bahwa diri sendiri juga memiliki hal serupa. Sama halnya dengan berada di tengah lingkungan toxic, menjadi pribadi yang toxic juga akan memberikan dampak negatif untuk kelangsungan hidup seseorang. Salah satu perilaku toxic yang jarang kita sadari adalah self sabotage.
Lantas seperti apa itu self sabotage dan bagaimana cara mengenalinya? Untuk itu artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai self sabotage. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah kesehatan mental, maka segera lakukan konsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai self sabotage.
Pengertian Self Sabotage

Self sabotage atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan istilah sabotase diri, adalah sebuah perilaku atau pola pikir toxic yang dapat menyebabkan diri kesulitan untuk mencapai tujuan, serta timbulnya masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Seiring dengan seringnya kita mengalami self sabotage, maka rasa percaya diri yang kita miliki juga akan semakin memudar. Disaat yang sama, perasaan insecure, merasa kecil hati, perasaan tidak layak, atau sejenisnya juga akan berkembang. Maka tidak heran jika meningkatkan intensitas self sabotage mampu menghambat perkembangan karir seseorang.
Tanpa kita sadari, terdapat banyak sekali bentuk self sabotage yang mungkin saja sering kita lakukan. Misalnya, menunda pekerjaan (prokrastinasi), negative self talk, melukai diri sendiri, terlalu perfeksionis, kurang menyiapkan diri dalam menghadapi situasi tertentu, mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol secara berlebihan, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang mampu merugikan diri sendiri.
Baca juga : Survivor Guilt : Perasaan Bersalah Saat Selamat Dari Bahaya
Dampak Self Sabotage Terhadap Karir

Seperti yang sudah dipaparkan secara singkat di atas bahwa, self sabotage dapat menghambat perkembangan karir seseorang. Sebenarnya hal ini sudah bisa diidentifikasi dari perilaku-perilaku self sabotage itu sendiri. Namun untuk lebih memahaminya lagi, berikut beberapa dampak self sabotage terhadap karir seseorang:
Terhambatnya penyelesaian tugas
Salah satu perilaku yang menggambarkan self sabotage adalah prokrastinasi atau kebiasaan menunda pekerjaan. Prokrastinasi tidak hanya menunda untuk memulai mengerjakan tugas, namun juga termasuk menunda penyelesaian tugas, bahkan pengumpulan tugas sekalipun. Maka dari itu, salah satu dampak dari self sabotage adalah terhambatnya penyelesaian tugas.
Susah mendapatkan promosi
Tindakan-tindakan dalam self sabotage akan menggambarkan dirimu sebagai pribadi yang tidak kompeten. Mulai dari pekerjaan yang sering tertunda, pola pikir negatif, hingga hubungan yang buruk antar karyawan, akan membuat atasanmu berpikir berulang kali untuk memberikan promosi jabatan terhadapmu.
Kehilangan kesempatan untuk mengembangkan karir
Bekerja sebagai karyawan biasa selama bertahun-tahun memang tidak ada salahnya. Namun kamu pasti mau mengembangkan karir yang kamu miliki. Selain mendapatkan peningkatan pendapatan, kamu juga bisa mendapatkan berbagai fasilitas yang tidak bisa didapatkan saat menjadi karyawan biasa. Sayangnya hal ini hampir mustahil dengan adanya self sabotage. Pasalnya, orang dengan self sabotage cenderung memiliki pola pikir negatif. Hal ini membuat mereka takut akan hal-hal baru, terutama yang bersifat tantangan. Padahal dari tantangan itulah kamu akan mendapatkan peningkatan skill yang bisa menunjang perkembangan karir kedepannya.
Minim relasi
Apakah kamu ingin memiliki rekan kerja atau relasi yang toxic? Tentu jawabannya tidak. Hal inilah yang terjadi pada orang-orang dengan kebiasaan self sabotage. Sebagai pribadi dengan perilaku negatif, tidak banyak orang yang ingin berinteraksi dengan dirinya. Jika ada sekalipun mungkin mereka terpaksa melakukan hal tersebut. Maka jangan heran jika kamu memiliki kebiasaan self sabotage, dan banyak orang yang menjauh darimu. Selain itu, relasi sangat penting untuk perkembangan karir seseorang. Tidak hanya untuk mendapatkan nama baik dari atasan, namun juga untuk membuat diri merasa nyaman selama bekerja.
Image buruk
Kegiatan-kegiatan self sabotage yang sudah dipaparkan di atas tentu menggambarkan perilaku-perilaku negatif. Perilaku dan pola pikir negatif inilah yang akan mendapatkan penilaian dari orang lain, baik itu rekan kerja, bawahan, maupun atasan sekalipun. Maka dari itu, self sabotage juga bisa memberikan dampak image buruk terhadap diri sendiri.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai self sabotage dan bagaimana dampaknya terhadap perkembangan karir seseorang. Dapat disimpulkan bahwa self sabotage merupakan perilaku negatif yang tentu akan mendatangkan dampak negatif, termasuk dalam bekerja dan mengembangkan karir. Mulai dari terhambatnya penyelesaian tugas, susah mendapatkan promosi, kehilangan kesempatan untuk meningkatkan karir, minim relasi, hingga image yang buruk.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Ini Dia Penanganan dan Cara Terhindar Dari Kondisi Adjustment Disorder
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



