Deeptalk.co.id – Mengekspresikan segala bentuk emosi dan perasaan merupakan tindakan yang wajar dan sudah seharusnya kita lakukan. Tidak hanya sebagai bentuk gambaran terhadap apa yang kita rasakan, mengekspresikan emosi juga bisa menjadi respon terhadap situasi eksternal yang pada akhirnya mempengaruhi kita. Misalnya saat kita menunjukkan ekspresi sedih kepada orang-orang yang sedang berduka. Ekspresi tersebut menjadi salah satu bentuk empati yang kita miliki.
Sayangnya, hal serupa tidak berlaku untuk mereka yang mengalami alexithymia. Penderita alexithymia bahkan tidak bisa memahami emosi yang dirasakan, dan berdampak kepada ketidakmampuan dalam mengekspresikan emosi tersebut. Hal ini tidak jarang membuat mereka dianggap tidak berempati, tidak memiliki perasaan, terlalu cuek, dan lain sebagainya. Kondisi ini juga tidak jarang menimbulkan berbagai masalah dalam kehidupan sosial seseorang.
Dalam kasus yang dialami oleh penderita alexithymia ini, mereka kesulitan untuk menyampaikan perasaan mereka. Bagaimana mau menyampaikan jika mereka sendiri tidak mengenal perasaan tersebut. Hal inilah yang akhirnya membuat penderita alexithymia sulit untuk dideteksi. Meski demikian, kita bisa mengenal beberapa tanda yang menunjukkan seseorang dengan kondisi alexithymia.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai gejala dan cara penanganan pada penderita alexithymia. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami beberapa gejala seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera konsultasi dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut penjelasan mengenai gejala dan penanganan alexithymia.
Gejala Alexithymia

Jika dilihat dari pengertian alexithymia itu sendiri, gejala utama dari penderita alexithymia adalah ketidakmampuan dalam memahami dan mengekspresikan emosi yang dimiliki. Namun secara lebih detail, berikut gejala dari alexithymia:
Kesulitan memahami emosi dan perasaan
Penderita alexithymia kesulitan untuk memahami emosi dan perasaan mereka. Berbeda dengan orang-orang pada umumnya yang akan langsung mengenali emosi positif maupun negatif yang mereka rasakan. Hal inilah yang membuat mereka tidak mampu untuk memberikan ekspresi sesuai dengan situasi yang ada.
Tidak hanya kesulitan untuk memahami emosi dan perasaan pribadi, penderita alexithymia juga kesulitan mengenali emosi orang lain. Misalnya tidak mampu memahami kebahagiaan dengan senyuman, atau kesedihan dengan tangisan. Dampaknya, mereka sering kali merespon kondisi orang lain dengan respon yang tidak sesuai.
Kesulitan mengutarakan perasaan
Penderita alexithymia juga mengalami kesulitan dalam mengutarakan perasaan mereka. Bagaimana tidak, mereka bahkan tidak bisa mengenali perasaan yang mereka rasakan. Hal ini membuat mereka sering kali menggunakan logika sebagai pertimbangan utama dalam mengambil keputusan.
Baca juga : Alexithymia : Kesulitan Mengekspresikan Emosi
Terkesan kaku
Penderita alexithymia juga sering kali mendapatkan cap sebagai pribadi yang kaku. Mereka sulit memahami perasaan, sehingga mengutamakan logika. Mereka juga memiliki selera humor yang rendah, dan cenderung cuek. Maka tidak heran jika orang-orang menilainya sebagai pribadi yang kaku.
Tidak mampu mengendalikan emosi
Pada umumnya, penderita alexithymia tidak memiliki kemampuan dalam mengendalikan emosi. Mereka memiliki manajemen stress yang buruk. Hal ini membuat mereka mudah terbawa emosi.
Kesulitan menyesuaikan emosi dengan respon tubuh
Penderita alexithymia juga mengalami kesulitan dalam menyesuaikan emosi dengan respon tubuh mereka. Misalnya saat sedih umumnya orang-orang akan menangis atau murung, namun penderita alexithymia justru tersenyum atau bahkan tertawa. Begitu juga sebaliknya. Hal ini membuat orang-orang tidak bisa memahami apa yang sedang dirasakan oleh penderita.
Cara Mengatasi Alexithymia

Pada dasarnya untuk dapat mengatasi kondisi alexithymia ini, kita perlu memastikan terlebih dahulu apakah yang dialami benar-benar alexithymia atau tidak. Selain itu, kondisi alexithymia juga sering kali berkaitan dengan beberapa gangguan mental seperti depresi, trauma, dan lain sebagainya. Untuk itu, langkah utama yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater.
Hasil pemeriksaan tersebut yang akan menjadi patokan dalam pemberian diagnosa dan penanganan yang tepat. Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat atau terapi yang secara khusus dapat mengatasi kondisi alexithymia ini. Meski demikian, penggabungan antara psikoterapi dan beberapa obat-obatan dianggap mampu meminimalisir kondisi tersebut.
Psikoterapi dan obat-obatan yang diberikan kepada penderita alexithymia pada dasarnya akan disesuaikan dengan gejala-gejala dan gangguan yang ditemukan dari hasil pemeriksaan sebelumnya. Dengan demikian, pemeriksaan secara profesional sangat dibutuhkan untuk dapat meminimalisir kemungkinan kesalahan penanganan pada penderita.
Obat-obatan yang diberikan bisa berupa antidepresan jika penderita mengalami depresi, atau anti cemas jika penderita mengalami kecemasan. Untuk dapat mengkonsumsi obat-obatan tersebut tentu diperlukan resep dari dokter atau psikiater terlebih dahulu. Sedangkan psikoterapi yang umum diberikan berupa terapi perilaku kognitif, terapi kelompok, terapi keluarga, dan jenis terapi lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan penderita.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai gejala dan cara mengatasi alexithymia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Barnum Effect : Mempercayai Pernyataan Umum Mampu Menggambarkan Kepribadian Secara Subjektif
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



