Deeptalk.co.id – ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder merupakan salah satu jenis gangguan mental yang perlu mendapatkan perhatian lebih. ADHD sendiri merupakan kondisi mental yang bisa dideteksi bahkan sejak masa kanak-kanak. Bahkan kondisi justru lebih familiar pada anak.
ADHD adalah gangguan mental yang umumnya ditandai dengan gejala sulit fokus atau kesulitan memusatkan perhatian, impulsif, dan hiperaktif. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, maka kondisi ADHD pada anak bisa terus berkembang dan memperparah gejala yang dirasakan. Kondisi ini juga cukup membawa dampak negatif saat anak mulai memasuki usia sekolah.
Sebagai orang tua sudah sepantasnya memastikan anak melalui proses tumbuh kembangnya dengan baik. Saat menemukan kejanggalan dalam proses perkembangannya, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Walaupun kondisi ADHD merupakan gangguan yang belum bisa disembuhkan secara total, namun dengan penanganan dan perawatan yang tepat, anak bisa menurunkan keparahan gejala, dan bisa hidup mandiri selayaknya anak-anak pada umumnya.
Penyebab ADHD

Sayangnya hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab seseorang mengalami ADHD. Meski demikian terdapat beberapa faktor yang diperkirakan dapat memicu kondisi tersebut. Berikut beberapa faktor yang dimaksud:
Faktor genetik
Walaupun faktor genetik tidak bisa memastikan secara langsung anak lahir dengan kondisi ADHD atau tidak, namun pada kenyataannya faktor yang satu ini cukup berperan penting. Gen ADHD bawaan dari salah satu atau kedua orang tua bisa beresiko lebih besar menghasilkan anak dengan kondisi ADHD.
Fungsi dan struktur otak
Beberapa studi membuktikan bahwa seseorang dengan kondisi ADHD mengalami perbedaan fungsi dan struktur pada otak dibandingkan dengan orang pada umumnya. Penelitian semacam ini biasanya menggunakan pemindaian otak, yang menghasilkan area otak tertentu pada penderita ADHD cenderung lebih kecil dibandingkan dengan orang yang tidak dalam kondisi ADHD.
Paparan bahan kimia pada ibu selama kehamilan
Para ahli sependapat bahwa kondisi ADHD juga dipengaruhi oleh paparan bahan kimia pada ibu selama kehamilan. Misalnya paparan timbal dan beberapa jenis pestisida. Maka dari itu penting bagi Ibu menjaga pola hidup sehat selama proses kehamilan dan setelah melahirkan.
Ibu yang mengkonsumsi alkohol dan rokok selama kehamilan
Selain paparan bahan kimia, alkohol dan rokok yang dikonsumsi ibu selama proses kehamilan juga dapat berpotensi melahirkan anak dengan kondisi ADHD. Seperti yang kita ketahui bahwa rokok dan alkohol mengandung zat-zat yang tidak baik untuk tubuh. Kasus yang satu ini juga berlaku untuk Ibu yang merokok secara pasif, dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang.
Baca juga : Halusinasi : Mendengar, Merasa, Mencium, atau Melihat Sesuatu yang Tidak Nyata
Kelahiran prematur atau BBLR
Menjaga kondisi Ibu selama proses kehamilan juga sangat penting agar bayi tumbuh sehat di dalam janin. Hal ini juga penting untuk menghindari bayi lahir secara prematur dan berat badan lahir lebih rendah (BBLR). Pasalnya kondisi semacam itu juga bisa berpotensi melahirkan anak dengan kondisi ADHD.
Gejala ADHD

Satu-satunya cara untuk dapat memastikan anak sedang dalam kondisi ADHD atau tidak adalah dengan melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Namun sebagai langkah awal untuk memutuskan berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, kita bisa melihat beberapa gejala ADHD pada anak berikut:
Asik dengan dunianya sendiri
Anak penderita ADHD cenderung asik dengan dunianya sendiri. Hal ini mungkin tidak begitu terlihat saat anak masih kecil, namun akan tampak jelas saat anak sudah memasuki usia sekolah. Dimana pada masa-masa sekolah adalah masa dimana anak mulai beradaptasi dan membangun interaksi dengan teman-teman sebayanya.
Suka menginterupsi
Gejala berikutnya adalah suka menginterupsi. Hal ini biasanya dipicu oleh gejala pertama. Anak yang fokus dengan dunianya sendiri cenderung tidak memperdulikan orang lain. Dengan demikian anak sering mengganggu orang lain saat mereka terlibat dalam percakapan.
Sulit mengendalikan emosi
Pada umumnya anak memang belum maksimal dalam mengenal dan mengontrol emosi mereka. Namun anak dengan ADHD cenderung sulit mengendalikan emosi walau mereka sudah pada tahap bisa mengendalikan emosinya. Misalnya anak mudah marah tanpa mengenal situasi dan kondisi.
Selalu gelisah
Anak dengan ADHD juga dikenal sebagai sosok yang hiperaktif. Hal inilah yang membuat mereka selalu tampak gelisah. Mereka kesulitan untuk diam dan fokus terhadap suatu hal. Kegelisahan yang dialami anak ADHD akan menyulitkan anak jika harus berada dalam situasi tenang.
Susah fokus
Selain selalu gelisah, anak dengan ADHD juga mengalami kesulitan untuk fokus. Maka tidak heran jika anak kesulitan untuk bisa memahami instruksi-instruksi sederhana, atau mengerjakan suatu hal dengan baik. Hal inilah yang membuat anak dengan ADHD membutuhkan instruksi berkali-kali untuk bisa mengikuti instruksi tersebut.
Itu dia penjelasan singkat mengenai ADHD pada anak, dan gejala-gejala yang dimunculkan. Jika orang tua atau pengasuh menemukan beberapa gejala di atas pada anak, maka jangan ragu untuk segera konsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu anak akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sesegera mungkin.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Delusi : Keyakinan Terhadap Sesuatu yang Tidak Nyata
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



