Deeptalk.co.id – Kekerasan dalam rumah tangga atau yang biasa dikenal dengan singkatan KDRT merupakan salah satu persoalan dalam rumah tangga yang perlu mendapatkan perhatian lebih. KDRT sendiri tidak selalu tentang kekerasan fisik, melainkan juga kekerasan secara verbal, seksual, emosional, bahkan finansial.
Pada dasarnya korban KDRT itu sendiri adalah wanita dan anak-anak, namun tidak menuntut kemungkinan pria juga menjadi korban KDRT. Banyak hal yang akhirnya menyebabkan seseorang melakukan KDRT terhadap anak dan pasangannya. Meski demikian, semua alasan tersebut tetap tidak bisa menormalisasikan tindakan yang diambil.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai KDRT dan dampak psikologis terhadap korban KDRT, artikel kali ini akan secara khusus membahas hal tersebut. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika kamu merupakan korban KDRT dan mengalami beberapa dampak yang dituliskan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mengantisipasi adanya gangguan mental.
Berikut pembahasannya.
Penyebab Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Pada dasarnya tidak ada penyebab pasti yang membuat seseorang melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Setiap orang bisa jadi memiliki alasan yang berbeda-beda. Meski demikian, berikut beberapa penyebab umum seseorang melakukan KDRT:
Rasa cemburu
Rasa cinta terhadap pasangan sering kali membuat seseorang lebih posesif. Hal ini tidak jarang menimbulkan rasa cemburu yang berlebih saat melihat pasangan sedang dekat dengan lawan jenisnya. Walaupun dekat dalam hal ini tidak memiliki maksud lain selain berinteraksi. Tidak jarang hal ini membuat seseorang kesulitan untuk menahan emosi dan melakukan KDRT.
Cemburu dalam hal ini tidak hanya tentang rasa cemburu pasangan dekat dengan lawan jenis, rasa cemburu karena pasangan lebih memprioritaskan pekerjaan, cemburu karena pasangan dianggap lebih sukses, dan masih banyak lagi.
Kesulitan mengontrol emosi
Pada dasarnya orang dewasa yang sudah membangun rumah tangga seharusnya memiliki manajemen emosi yang baik. Sayangnya tidak semua orang mempertimbangan hal ini sebelum akhirnya memilih untuk menikah. Banyak hal yang akan dilalui setelah menikah. Saat seseorang tidak mampu mengontrol emosinya, maka akan sangat mungkin melakukan kekerasan terhadap pasangannya.
Gangguan mental
Seseorang dengan kondisi mental yang tidak stabil seperti penderita skizofrenia atau gangguan bipolar, memiliki kemampuan yang sangat minim untuk dapat mengontrol emosi mereka. Dengan demikian tidak menuntut kemungkinan mereka akan melakukan KDRT terhadap anak dan pasangannya. Karena itulah penderita gangguan mental perlu mendapatkan penanganan secara medis.
Baca juga : Kenali Dampak Psikologis Terhadap Pernikahan Dini
Dampak Psikologis Korban KDRT

Seperti yang diketahui bahwa korban KDRT tidak hanya pasangan, melainkan juga anak-anak. Anak-anak memiliki mental yang masih rapuh dan rentan terhadap gangguan psikologis saat terpapar oleh kejadian traumatis. Karena itulah dampak psikologis KDRT tidak hanya dirasakan oleh pasangan, melainkan bahkan bisa lebih parah pada anak.
Berikut beberapa dampak psikologis korban KDRT:
Emosi negatif
Setelah mendapatkan kekerasan baik itu secara fisik maupun mental, sebagian besar korban KDRT akan mengalami kecemasan. Mereka akan memiliki ketakutan berlebih terhadap orang yang melakukan kekerasan terhadapnya. Tidak hanya merasa cemas, setiap kekerasan yang didapatkan juga dapat menimbulkan rasa sedih, rapuh, malu, dan emosi-emosi negatif lainnya.
Menjadi korban KDRT dalam waktu yang panjang juga akan mempengaruhi pola pikir dan perilaku korban. Dalam beberapa kasus, KDRT juga membuat korban mengalami masalah dalam menjalani kehidupan sosialnya akibat timbulnya emosi-emosi negatif tersebut.
Gangguan psikologis
Tidak sedikit korban KDRT yang akhirnya mengalami gangguan psikologis. Gangguan psikologis yang paling umum dialami baik anak maupun pasangan adalah post traumatic stress disorder atau yang kita kenal dengan singkatan PTSD. PTSD sendiri merupakan kondisi dimana seseorang mengalami stress berlebih setelah melalui kejadian traumatik. Dalam hal ini kejadian traumatiknya adalah KDRT.
Selain PTSD, korban KDRT juga sangat rentan mengalami depresi. Dimana korban KDRT akan mengalami kesedihan mendalam yang membuat mereka kehilangan minat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kehilangan rasa percaya diri
Seperti yang diketahui bahwa KDRT tidak hanya melakukan kekerasan fisik saja, melainkan juga dengan kekerasan mental. Tidak sedikit pasangan ataupun orang tua yang melontarkan kalimat-kalimat menyakitkan dan dapat membuat pasangan ataupun anaknya kehilangan rasa percaya diri mereka.
Disisi lain, korban KDRT sering kali merasa malu akan keadaannya. Terlebih lagi jika mereka akhirnya memiliki luka atau lebam di tubuh akibat KDRT yang mereka dapatkan. Hal ini juga tidak jarang membuat seseorang kehilangan rasa percaya dirinya dan cenderung menjadi sosok yang lebih tertutup dari biasanya.
Seperti itulah beberapa dampak psikologis pada korban KDRT. Jika kamu sedang dalam kondisi tersebut, jangan ragu untuk menceritakan masalah mu kepada orang lain. Mana tahu kamu bisa mendapatkan pertolongan dari orang tersebut. Selain itu, kamu juga bisa melakukan konsultasi psikologis untuk mengantisipasi terjadinya gangguan mental tertentu.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Dampak Perceraian Terhadap Kesehatan Mental
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



