Semua artikel
Emosi

Waspada Dampak Mood Swing yang Bisa Menimpa Gen Z

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Mood swing adalah kondisi dimana seseorang mengalami perubahan suasana hati, dari positif ke negatif, atau sebaliknya. Untuk kasus yang ringan, mood swing bisa masuk dalam kategori normal. Namun pada kasus mood swing berat, bisa jadi itu gejala dari beberapa gangguan mental yang serius. Maka dari itu, pembahasan mengenai mood swing ini menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan.

Membahas mengenai mood swing, tahukah kamu bahwa banyak kabar yang berseliweran mengenai kondisi mood gen z yang tidak stabil. Tidak hanya kondisi mood mereka, namun keseluruhan kondisi mental mereka. Generasi sebelumnya sering menganggap gen z adalah generasi dengan mental yang lemah. Namun apa benar seperti itu?

Kenyataannya, setiap generasi sama-sama berpotensi mengalami berbagai masalah kesehatan mental, termasuk kondisi mood yang tidak stabil. Hanya saja, para gen z sudah lebih paham akan kondisi mental mereka, seiring dengan perkembangan teknologi yang mereka dapatkan. Selain itu, beberapa tekanan yang didapatkan di era gen z tidak dialami oleh generasi sebelumnya. Maka dari itu, rasanya tidak etis untuk melabeli keseluruhan gen z dengan kondisi mental yang lemah.

Dalam beberapa kasus, banyak gen z yang memang mengalami mood swing. Baik itu mood swing ringan, sedang, maupun berat. Namun yang perlu kita ketahui bahwa kondisi mood swing pada gen z bisa mempengaruhi berbagai aspek kehidupan mereka. Maka dari itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai dampak mood swing yang bisa menimpa para gen z.

Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa gejala gangguan mental. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan psikologis. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Dampak Mood Swing Pada Gen Z

Concerned with closed eyes young blonde guy wearing green t-shirt crossing fingers

Memiliki kondisi mood yang stabil akan sangat membantu kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pasalnya, dengan mood yang stabil kita lebih bisa berpikir secara tenang. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa dalam beberapa kondisi mood kita akan terganggu dan tidak jarang mengalami mood swing.

Kondisi mood swing ini bisa sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa dampak mood swing yang bisa dialami oleh para gen z:

Dampak emosional

Dampak mood swing pada gen z yang pertama bisa dilihat dari kondisi emosional mereka. Dalam hal ini, dampak emosional bisa berupa kecemasan dan stress berlebihan, emosi yang ekstrim, kesulitan dalam mengendalikan emosi, timbulnya rasa putus asa, hingga hilangnya rasa percaya diri. Kondisi-kondisi emosional semacam itu tentu akan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi setiap orang yang mengalaminya.

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Mood Swing

Dampak sosial

Dampak mood swing pada gen z yang kedua bisa mempengaruhi kondisi sosial mereka. Dampak sosial dalam hal ini juga cukup beragam. Bisa berupa kesulitan berinteraksi dengan orang lain, kesepian dan terisolasi, timbulnya konflik dengan orang terdekat, sulit mempertahankan hubungan, hingga keterlibatan diri akan hal-hal yang beresiko. Dampak sosial ini tentu berhubungan dengan dampak emosional. Dimana dari dampak emosional yang ada akan membuat seseorang bertindak sesuatu yang mempengaruhi kondisi sosial mereka.

Dampak akademik dan profesional

Dampak mood swing pada gen z yang ketiga adalah bisa mempengaruhi prestasi akademik dan kehidupan profesional mereka. Misalnya bisa mengganggu kemampuan belajar mereka, penurunan prestasi akademik, kesulitan mencari kerja, penurunan prestasi bekerja, hambatan karir, termasuk rusaknya hubungan dengan rekan kerja dan teman sekolah.

Dampak fisik

Dampak mood swing pada gen z yang keempat adalah bisa mempengaruhi kondisi fisik mereka. Perlu diketahui bahwa kondisi fisik dan mental memang saling berkaitan satu sama lain. Artinya, saat mental tidak stabil, maka fisik juga bisa ikut terganggu. Dampak fisik dalam hal ini bisa berupa kesulitan untuk tidur, perubahan berat badan, masalah pencernaan, sakit kepala, diabetes, hipertensi, dan lain sebagainya.

Dampak psikologis jangka panjang

Dampak mood swing pada gen z yang kelima adalah mempengaruhi kondisi psikologis mereka. Dimana, mood swing yang tidak mendapatkan penanganan tepat bisa berkembang menjadi suatu kondisi psikologis yang serius. Misalnya, mengalami depresi, bipolar, gangguan kecemasan, gangguan stress pasca trauma, sehingga meningkatkan resiko bunuh diri.

Cara Mengatasi Mood Swing Pada Gen Z

Smiling young blonde guy wearing green t-shirt points at up

Langkah yang paling tepat untuk mengatasi mood swing adalah dengan mendapatkan bantuan dari para profesional. Terutama jika mood swing yang dialami sudah masuk kategori sedang hingga berat. Kamu bisa mengunjungi psikolog atau psikiater terdekat untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat. Kamu juga bisa mengunjungi web deeptalk.co.id untuk mendapatkan konseling umum, psikotest, psikoterapi, dan juga psikoedukasi dari para profesional.

Selain mendapatkan bantuan dari profesional, kamu juga bisa mulai membiasakan pola hidup sehat. Kamu bisa mulai dengan menjaga asupan gizi, istirahat yang cukup, dan olahraga teratur. Mendapatkan dukungan dari teman, keluarga, dan orang terdekat juga akan sangat mempengaruhi proses pemulihan.

Itu dia penjelasan singkat mengenai dampak dan cara mengatasi mood swing pada gen z. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Benarkah Gen Z Mudah Mengalami Mood Swing?

 

Sumber:

Twenge, J. M., et al. (2018). Associations between screen time and lower psychological well-being among children and adolescents. Preventive Medicine Reports, 12, 271-283.

Kessler, R. C., et al. (2003). The prevalence and correlates of serious mental illness (SMI) in the World Health Organization's World Mental Health Survey Initiative. World Psychiatry, 2(2), 114-125.

Horton, D., et al. (2016). The impact of social media on mental health in adolescents. Journal of Adolescent Health, 59(4), 435-441.

American Psychological Association. (2020). Stress in America: Generation Z.

National Institute of Mental Health. (2020). Bipolar Disorder.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Waspada Dampak Mood Swing yang Bisa Menimpa Gen Z — DeepTalk