Deeptalk.co.id – Berbohong merupakan perilaku yang sudah tidak asing lagi, entah itu kita yang melakukan kebohongan atau kita yang justru menjadi korban dari kebohongan orang lain. Intinya perilaku ini cukup sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.
Berbohong pada dasarnya merupakan perilaku yang negatif dan tidak baik untuk dilakukan. Namun dalam beberapa kasus orang mungkin akan terpaksa berbohong demi menyelamatkan dirinya.
Berbohong juga bisa membuat seseorang mengalami berbagai masalah, baik itu terhadap kehidupannya atau bahkan kondisi mental yang mereka alami. Untuk itu, artikel kali ini akan membahas mengenai dampak dari kebiasaan berbohong dan cara mengatasinya.
Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah kesehatan mental atau perilaku menyimpang, maka segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan penanganan dan diagnosis yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai dampak dari kebiasaan berbohong dan cara mengatasinya.
Dampak Dari Kebiasaan Berbohong

Berbohong adalah sebuah istilah yang diberikan untuk menggambarkan perilaku dimana seseorang mengungkapkan sesuatu yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Pada dasarnya seseorang melakukan kebohongan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun dalam beberapa kasus, berbohong bisa dilakukan tanpa alasan yang jelas. Misalnya kebiasaan berbohong pada penderita mythomania.
Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di awal, kebiasaan berbohong bisa mendatangkan berbagai dampak buruk untuk diri sendiri, termasuk pada kondisi mental seseorang. Untuk itu, berikut beberapa dampak negatif dari kebiasaan berbohong:
Susah mendapatkan kepercayaan orang lain
Sebagai makhluk sosial, sudah sepantasnya kita hidup dengan membutuhkan bantuan dan dibantu oleh orang lain. Dalam beberapa kasus, untuk memberikan bantuan ataupun dibantu oleh orang lain dibutuhkan kepercayaan antara kedua belah pihak.
Sayangnya kebiasaan berbohong ini justru membuat seseorang susah mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Hal tersebut dikarenakan, apa yang keluar dari mulut seseorang yang sering berbohong hanya dianggap sebagai sebuah kebohongan.
Memicu kebohongan baru
Awalnya seseorang berbohong untuk melindungi dirinya dari hal-hal yang tidak diharapkan. Namun justru tindakan ini akan membuat kebohongan itu berulang. Dimana seseorang bisa saja kembali berbohong untuk menutupi kebohongannya sebelumnya. Dengan demikian, sekali kita berbohong, bisa jadi itu membuat kita terjebak dalam lingkaran kebohongan yang semakin membesar.
Baca juga : Mythomania : Kebiasaan Berbohong Tanpa Tujuan yang Jelas
Meningkatkan kecemasan
Umumnya orang yang berbohong akan sering mengalami kecemasan karena takut akan terbongkarnya kebohongan yang mereka katakan sebelumnya. Hal ini tidak hanya meningkatkan kecemasan, namun juga bisa membuat seseorang tidak tenang dalam menjalani kesehariaannya.
Kecemasan yang sering dialami bisa jadi membuat seseorang mengalami banyak sekali masalah kesehatan, misalnya penurunan produktivitas, kesulitan untuk tidur, hingga mengalami gangguan kecemasan (anxiety disorder).
Mengalami mythomania
Mythomania adalah sebuah gangguan mental yang ditandai dengan kebiasaan berbohong dengan menggabungkan antara kenyataan dan imajinasi, tanpa alasan yang jelas. Orang yang mengalami mythomania awalnya hanya melakukan kebohongan-kebohongan kecil, dan justru merasa nyaman dengan kebohongan yang mereka ungkapkan. Hal ini akan membuat penderita mythomania lebih senang menceritakan hal-hal yang tidak benar, walau tidak ada manfaat dari cerita bohong yang mereka ungkapkan.
Cara Mengatasi Kebiasaan Berbohong

Jika kebiasaan berbohong sudah mengarah kepada kondisi-kondisi kesehatan mental, maka langkah yang paling tepat adalah dengan melakukan konsultasi bersama Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Namun, jika kebiasaan berbohong masih dalam batas wajar, maka kamu bisa melakukan beberapa cara berikut agar kamu bisa menjalani kehidupan dengan baik bersama orang-orang disekitarmu.
Jujur kepada diri sendiri
Mulailah dengan jujur kepada dirimu sendiri. Banyak orang yang menyembunyikan apa yang mereka rasakan, padahal itu penting untuk diungkapkan. Membiasakan untuk jujur kepada diri sendiri akan membuat seseorang terbiasa untuk jujur kepada orang lain juga.
Pahami alasan dan dampak dari kebohongan yang kamu lakukan
Setiap orang memang memiliki alasan yang berbeda-beda dalam mengungkapkan kebohongan. Cobalah untuk memahami alasanmu, apakah itu akan lebih banyak mendatangkan hal baik, atau justru sebaliknya. Tentunya pertimbangkan juga konsekuensi dari kebohongan tersebut. Setelah itu kamu bisa menentukan untuk melanjutkan kebohongan atau menghentikannya.
Belajar dari pengalaman
Saat kamu berbohong, maka itu akan membuat kamu selalu merasakan cemas dan khawatir. Tentu saja kamu tidak ingin kebohonganmu terbongkar. Untuk itu, kamu perlu belajar dari pengalaman sebelumnya. Kamu tentu tahu dengan pasti bahwa kebohongan mendatangkan masalah baru untuk mu. Untuk itu, jangan ulangi lagi kebohongan tersebut.
Itu dia sedikit pembahasan mengenai dampak dan cara mengatasi kebiasaan berbohong. Intinya, berbohong merupakan perilaku negatif yang akan mendatangkan banyak dampak negatif pula. Untuk itu penting bagi kita mengatasi hal ini. Jika kebiasaan berbohong sudah menjurus kepada masalah kesehatan mental, maka serahkan kepada ahlinya dalam proses penanganannya.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Gangguan Neurotik : Mudah Merasakan Emosi Negatif
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



