Deeptalk.co.id – Setiap hubungan pasti akan diterpa oleh berbagai macam masalah yang bisa jadi memisahkan, atau justru mempererat hubungan tersebut. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa kondisi memang mengharuskan kita untuk berpisah. Terutama saat hubungan dijalin dengan orang yang toxic.
Memiliki hubungan yang toxic tidak hanya membuat kita kelelahan secara mental, melainkan juga bisa berdampak pada masalah dalam kehidupan di masa datang. Untuk itu kita perlu memperhatikan dengan siapa kita menjalin hubungan asmara.
Salah satu perilaku toxic yang bisa saja ditemukan pada pasangan kita adalah gaslighting. Perilaku yang satu ini cukup menyiksa mental, dan sudah seharusnya untuk dihindari. Lantas, seperti apa perilaku gaslighting tersebut? Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai perilaku gaslighting dalam sebuah hubungan. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Berikut pembahasannya.
Pengertian Gaslighting

Gaslighting merupakan istilah yang diberikan untuk menggambarkan perilaku manipulasi emosional, dimana tindakan tersebut mengacu pada penyiksaan secara psikologis yang umumnya korban dan pelakunya adalah seseorang yang sedang menjalin hubungan, baik itu hubungan asmara, pertemanan, atau hubungan profesional.
Pelaku gaslighting ini memiliki kecenderungan untuk membuat korbannya kesulitan untuk memiliki kepercayaan diri terhadap apa yang dilihat, diingat, dan dirasakan. Sehingga tidak sedikit dari korban gaslighting yang sampai di tahap mempertanyakan kewarasan mereka.
Dalam perilaku gaslighting ini melibatkan dua orang, dimana pelaku gaslighting disebut dengan gaslighter, dan korbannya sebut gaslightee. Umumnya gaslighter memiliki kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan gaslightee. Dengan demikian gaslighter akan dengan mudah memanipulasi emosional gaslightee.
Tindakan gaslighting ini umumnya terjadi dalam sebuah hubungan asmara, yang dimana pelaku dan korbannya adalah dua sejoli yang sedang menjalin kasih. Alih-alih terbebas dari stress karena cinta yang dihasilkan bersama, justru menjalin hubungan dengan adanya tindakan gaslighting akan berdampak negatif bagi kondisi mental.
Contoh Perilaku Gaslighting

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa perilaku gaslighting ini cukup berbahaya untuk kesehatan mental. Selain itu, para gaslighter tidak secara terang-terangan membuat kita tersiksa. Sehingga tidak heran mengapa banyak orang yang tidak sadar bahwa dirinya adalah seorang gaslightee. Berikut beberapa contoh perilaku gaslighting yang perlu kita ketahui:
Meremehkan perasaan
Apakah kamu pernah merasa sedih yang teramat sangat, namun respon pasangan mu hanya berkata “alah gitu aja kok sedih, lemah banget”. Ungkapan secaman itu merupakan bentuk dari meremehkan perasaan yang juga salah satu contoh dari perilaku gaslighting. Padahal positif maupun negatifnya perasaan atau emosi yang kita rasakan sudah sewajarnya untuk diekspresikan.
Baca juga : Seberapa Penting Mengikuti Konseling Pernikahan?
Playing victim
Tindakan yang satu ini sudah tentu merupakan salah satu contoh perilaku gaslighting. Dimana para gaslighter akan berulah seakan dirinya adalah korban dari sebuah masalah yang tengah dihadapi, padahal kenyataannya mereka adalah pelakunya.
Merasa mengerjakan banyak hal
Salah satu tindakan gaslighting adalah gaslighter merasa telah melakukan banyak hal atau mengorbankan banyak hal dalam hubungan, padahal mereka tidak berbuat apa-apa. Mereka akan meminta pasangan untuk terus mengingat kebaikannya tanpa memperdulikan kebaikan pasangannya sendiri.
Ciri-Ciri Gaslighter

Setelah mengetahui contoh dari perilaku gaslighting, kita juga perlu mengetahui ciri-ciri gaslighter berikut:
Sering berbohong
Seorang gaslighter menganggap bahwa kebohongan adalah tindakan yang wajar, maka tidak heran mengapa mereka sering melakukannya. Tidak hanya berbohong untuk hal-hal kecil, mereka juga sering menciptakan cerita yang tidak seharusnya untuk memutarbalikkan fakta.
Menyebarkan kebencian
Selain berbohong, seorang gaslighter juga kerap kali menyebarkan kebencian. Mereka suka menyebarkan rumor-rumor yang tidak baik, namun dilakukan secara halus agar dapat menggiring suatu opini tertentu.
Mengabaikan pikiran dan perasaan pribadi
Untuk dapat meyakinkan gaslightee bahwa kebohongan mereka adalah yang sebenarnya terjadi, para gaslighter ini tidak ragu untuk mengabaikan pikiran dan perasaan mereka. Dengan adanya tindakan tersebut maka para gaslightee akan menjadi semakin yakin.
Menargetkan pasangan yang lemah
Para gaslighter umumnya akan mencari pasangan yang lemah dan dapat mereka perdaya. Hampir tidak pernah seorang gaslighter memiliki pasangan dengan power yang lebih tinggi darinya. Hal ini penting bagi mereka untuk dapat memastikan bahwa pasangannya selalu dalam kendali mereka.
Pandai dalam merayu
Seorang gaslighter umumnya memiliki kemampuan yang sangat baik dalam merayu pasangannya. Kemampuan yang satu ini sangat berguna untuk membersihkan nama mereka dari segala kekacauan yang telah mereka ciptakan.
Menyalahkan orang lain dan tidak mengakui kesalahan
Seorang gaslighter memiliki kecenderungan untuk selalu menyalahkan orang lain, walaupun kesalahan ada pada dirinya. Selain itu, mereka juga enggan untuk mengakui kesalahan mereka. Mereka lebih memilih untuk memutarbalikkan fakta dan menjadikan gaslightee sebagai target kesalahan.
Itu dia beberapa penjelasan mengenai gaslighting. Setelah mengetahui ciri-ciri dan contoh perilaku gaslighting di atas, ada baiknya untuk kita menghindari para gaslighter untuk menjaga kondisi mental tetap stabil. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Kenali Dampak Psikologis Toxic Relationship
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



