Deeptalk.co.id – Setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam menghadapi suatu masalah. Beberapa orang akan berperan bagaikan super hero yang akan mengatasi setiap permasalahan, ada juga yang berperan sebagaimana mestinya, dan bahkan ada juga yang seakan-akan selalu merasa sebagai korban terlepas dari seperti apapun itu posisinya.
Selalu menempatkan diri sebagai korban dalam sebuah permasalahan bisa menjadi pertanda bahwa orang tersebut memiliki sikap victim mentality. Untuk mengenal lebih jauh mengenai sikap victim mentality, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai sikap tersebut.
Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar merasa mengalami masalah kesehatan mental atau adanya perilaku menyimpang, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai victim mentality.
Pengertian Victim Mentality

Victim mentality atau mentalitas korban adalah suatu sikap atau pola pikir yang menganggap bahwa dirinya adalah korban dalam suatu permasalah atau kejadian tertentu. Sikap atau pola pikir ini sering kali membuat seseorang merasa bahwa sesuatu yang buruk akan menimpa dirinya.
Orang-orang yang berperilaku victim mentality ini umumnya akan menyalahkan orang lain atau keadaan terhadap suatu permasalahan yang sedang mereka hadapi. Walaupun pada kenyataannya mereka juga ikut andil dalam terbentuknya permasalahan tersebut. Namun mereka memiliki kecenderungan untuk tidak mengakui hal itu.
Perilaku victim mentality seringkali berkaitan dengan playing victim. Walaupun keduanya sekilas terlihat sama, namun terdapat sedikit perbedaan mendasar diantara keduanya. Victim mentality merupakan pola pikir atau perilaku yang membuat orang lain melihat dirinya seolah-olah adalah korban dalam suatu kejadian. Sedangkan playing victim tindakan untuk menggambarkan diri sebagai korban demi mendapatkan simpati atau perhatian dari orang-orang disekitarnya.
Penyebab Victim Mentality

Perilaku victim mentality ini tentunya tidak begitu saja dimiliki oleh seseorang. Namun sayangnya belum ditemukan penyebab pasti dari perilaku victim mentality. Meski demikian, banyak ahli yang sependapat bahwa perilaku victim mentality bisa jadi dipicu oleh beberapa faktor seperti:
Kejadian traumatis
Seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis, terlebih lagi jika kejadian tersebut berlangsung pada masa kanak-kanak, maka akan beresiko mengalami victim mentality. Kejadian traumatis ini bisa berupa pengabaian dari orang-orang disekitarnya, pelecehan seksual, kekerasan fisik maupun mental, dan lain sebagainya.
Baca juga : Malingering : Pura-Pura Mengalami Masalah Fisik
Harga diri rendah
Seseorang yang memiliki self esteem atau harga diri yang rendah memiliki kecenderungan untuk memandang dirinya sebagai korban. Hal ini dikarenakan mereka menganggap dirinya tidak begitu kompeten untuk bisa bertanggung jawab dalam suatu kondisi. Maka rasanya tidak mungkin jika mereka adalah pelaku dalam sebuah permasalahan yang ada.
Pola asuh orang tua
Seorang anak yang tumbuh dengan pola asuh orang tua yang cenderung mengabaikan anak bisa jadi membuat anak tumbuh dengan perilaku victim mentality. Perilaku victim mentality yang dilakukan bias jadi untuk mendapatkan perhatian dan empati dari orang-orang disekitarnya. Hal ini merupakan tindakan yang tidak didapatkan saat kecil.
Ciri-Ciri Victim Mentality

Untuk mengenal lebih jauh mengenai perilaku victim mentality, kita juga perlu mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan dari perilaku tersebut. Berikut beberapa ciri-ciri dari perilaku victim mentality:
Tidak memiliki upaya untuk mencari solusi
Seorang pelaku victim mentality menganggap dirinya adalah korban. Terlepas dari siapa yang salah dari suatu kejadian tersebut, pelaku victim mentality tidak menunjukkan upaya untuk mencari solusi dari masalah yang sedang dihadapi. Sebaliknya, mereka justru merasa tidak ada jalan keluar dari permasalahan tersebut.
Rendah diri
Seorang pelaku victim mentality juga memiliki rasa rendah diri. Mereka merasa dirinya tidak kompeten untuk bisa menyelesaikan masalah yang ada. Sikap pesimis inilah yang akhirnya membuat mereka tidak bisa melihat jalan keluar dari permasalahan yang tengah dihadapi.
Menghindari tanggung jawab
Para pelaku victim mentality juga memiliki kecenderungan untuk menghindari tanggung jawab. Kembali lagi dengan rasa rendah diri dan sikap pesimis yang mereka miliki. Mereka justru akan lebih percaya jika tanggung jawab itu dibebankan kepada orang lain. Tidak jarang mereka juga akan mengasihani dirinya sendiri akan ketidakmampuan yang dimiliki.
Memilih pergaulan yang serupa dengannya
Seorang pelaku victim mentality umumnya akan bergaul dengan sesama pelaku victim mentality. Hal ini dikarenakan mereka merasa nyaman dengan sesama mereka yang selalu merasa sebagai korban, merasa tersakiti, dan lain sebagainya.
Mengharapkan pengakuan dari orang lain
Pandangan mengenai diri adalah korban tidak hanya ditanamkan kepada diri sendiri. Para pelaku victim mentality juga akan melakukan berbagai cara untuk bisa memberikan pandangan yang sama kepada orang lain.
Itu dia sekilas penjelasan mengenai perilaku victim mentality. Semoga artikel ini bisa bermanfaat.
Baca juga : Body Dysmorphic Disorder : Rasa Khawatir Berlebih Terhadap Kekurangan Tubuh
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



