Deeptalk.co.id – Umumnya korban adalah orang yang dirugikan, namun kamu tentu tidak asing dengan korban yang akhirnya tertuduh dan menjadi pelaku. Kondisi semacam ini sering kali diterapkan oleh orang-orang yang memiliki kebiasaan victim blaming atau yang juga kita kenal dengan istilah playing victim.
Untuk mengenal lebih dalam mengenai perilaku victim blaming, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai perilaku tersebut. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis.
Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah dengan kesehatan mental, maka segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai victim blaming.
Pengertian Victim Blaming

Victim blaming atau tindakan menyalahkan korban merupakan sebuah perilaku dimana seseorang meletakkan kesalahan bukan kepada pelaku, melainkan kepada korban. Dalam hal ini, korban tidak hanya dirugikan sebagai korban, melainkan juga harus menanggung konsekuensi yang dilakukan oleh pelaku.
Pada dasarnya, victim blaming ini sudah cukup sering kita jumpai di sekitar kita. Contohnya saja seorang korban pelecehan seksual yang dianggap mengundang pelaku akibat pakaiannya yang terlalu terbuka. Dalam kasus ini, korban harus menanggung konsekuensi sebagai korban yang dilecehkan, dan juga harus menanggung sanksi sosial yang seharusnya didapatkan pelaku pelecehan seksual.
Kasus victim blaming ini tidak hanya berlangsung pada kasus-kasus besar seperti pelecehan seksual, namun juga sering kita jumpai dalam kehidupan berpasangan, orang tua dan anak, pertemanan, dan lain sebagainya.
Istilah victim blaming seringkali disandingkan dengan istilah playing victim. Meski demikian, keduanya memang berhubungan dengan menyalahkan korban. Namun playing victim adalah respon dari rasa takut seseorang untuk tidak disalahkan oleh orang lain akibat tindakannya, yang akhirnya membuat mereka menyalahkan korban. Sedangkan victim blaming merupakan respon terhadap suatu peristiwa yang membuat seseorang menyalahkan korban, tanpa mendengarkan penjelasan dari korban tersebut.
Dampak Negatif Victim Blaming

Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa dampak negatif dari victim blaming ini tentu akan mengarah kepada korban. Dimana korban akan merasa semakin tertekan, dan tidak menuntut kemungkinan akan mengalami masalah dengan kesehatan mentalnya. Untuk itu perilaku yang satu ini sudah sepantasnya untuk mendapatkan pembenahan.
Namun yang sering kali kita lupakan bahwa, victim blaming tidak hanya berbahaya bagi korban, melainkan juga berbahaya untuk pelaku victim blaming dan orang-orang sekitar. Berikut beberapa dampak dari victim blaming:
Hilangnya empati
Menyalahkan orang lain tanpa mendengarkan penjelasan dari mereka tentu akan menurunkan empati yang kita miliki. Jika hal ini berlangsung terus menerus, tidak menuntut kemungkinan kita menjadi orang yang acuh dan justru cenderung menyalahkan orang lain tanpa sebab yang jelas.
Hilangnya empati ini juga bisa jadi memperburuk kondisi victim blaming dan bisa memperpanjang perilaku tersebut. Untuk itu, membiarkan victim blaming berlangsung begitu saja tentu akan memperburuk keadaan.
Baca juga : Duck Syndrome : Terlihat Tenang Dalam Kepanikan
Meningkatkan kemungkinan tindakan kriminal
Seperti yang kita ketahui bahwa tindakan victim blaming ini akan membuat pelaku bebas begitu saja, dan korban akan menanggung semua kejahatan pelaku. Hal ini tentu akan membuat pelaku bisa melancarkan aksi-aksi kejahatan lainnya. Maka tidak heran jika ini terus berlangsung, tindakan kriminal juga akan semakin meningkat.
Korban menjadi menutup diri
Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, tindakan victim blaming ini akan membuat korban menutup diri. Pelaku bisa bebas melancarkan aksi kejahatannya, sedangkan korban terpaksa menutup mulut dari fakta-fakta yang terjadi. Bagi beberapa korban, tindakan ini akan membuat mereka sedikit lebih aman dari sanksi-sanksi sosial yang bisa saja mereka dapatkan.
Korban yang selamat akan disudutkan
Kita ambil contoh dari korban pelecehan seksual yang sudah kita bahas di awal. Tindakan victim blaming ini akan membuat orang-orang yang selamat dari pelecehan seksual namun masih menggunakan pakaian yang sedikit terbuka, akan disudutkan secara sosial. Hal ini karena dianggap mereka masih mengundang pelaku kejahatan seksual. Padahal kenyataannya yang salah adalah pelakunya.
Beberapa manusia menganggap bahwa dengan bertindak baik, maka kita akan mendatangkan hal-hal baik untuk diri sendiri. Sayangnya hal ini justru akan menggampangkan posisi korban dan cenderung melakukan tindakan victim blaming. Mereka beranggapan bahwa hal buruk yang menimpa korban merupakan penyebab dari tindakan buruk yang dilakukan oleh korban tersebut. Mereka lupa bahwa beberapa hal bisa saja terjadi diluar kehendak diri sendiri.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai victim blaming. Dapat disimpulkan bahwa victim blaming bukanlah tindakan yang bisa dibiarkan begitu saja. Tindakan tersebut tidak hanya merugikan korban, namun jika bisa menghilangkan empati pelaku. Untuk itu, perilaku ini harus dihilangkan dan tidak dibiarkan begitu saja.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Kenali Dampak Dari Hustle Culture dan Cara Menghindarinya
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



