Deeptalk.co.id – Kamu tentu pernah merasa kecewa terhadap perilaku orang lain kepadamu. Lantas, apakah perilaku tersebut membuat kamu susah untuk mempercayai orang itu lagi? Jika iya, bisa jadi kamu sudah memiliki trust issue terhadap orang tersebut.
Istilah trust issue memang sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Selain karena istilah ini masuk dalam kategori bahasa gaul di kalangan anak muda, trust issue juga pada dasarnya sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja, eksistensi istilah trust issue sendiri tidak sejalan dengan pengenal trust issue secara lebih mendalam.
Tidak sedikit orang yang menganggap remeh perihal trust issue ini. Pada kenyataannya, trust issue justru bisa membuat seseorang terlena dalam masalahnya. Lantas seperti apa bijaknya kita menanggapi hal yang satu ini?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai trust issue. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu memiliki masalah psikologis atau timbulnya perilaku menyimpang, maka segera lakukan konsultasi dan penanganan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Berikut penjelasan mengenai trust issue.
Pengertian Trust Issue

Trust issue pada dasarnya merupakan masalah kepercayaan. Jika diartikan secara lebih detail, trust issue sendiri merupakan istilah dimana seseorang sulit percaya terhadap orang lain. Hal tersebut bisa saja dipicu oleh berbagai faktor, misalnya pernah mendapatkan penghianatan, atau respon orang lain yang mengecewakan.
Trust issue sebenarnya tidak termasuk dalam kategori gangguan mental. Meski demikian, bukan berarti masalah yang satu ini bisa kita abaikan begitu saja. Pasalnya, trust issue bisa jadi tanda seseorang mengalami masalah kesehatan mental. Misalnya pada penderita obsessive compulsive disorder (OCD). Selain itu, trust issue juga bisa memicu kendala dalam kehidupan sehari-hari. Terutama jika trust issue yang dialami sudah terlalu parah dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Orang yang memiliki trust issue memiliki kecenderungan untuk tidak mempercayai orang lain. Bahkan dalam beberapa kasus, orang dengan trust issue juga menaruh curiga terhadap orang lain. Walaupun pada kenyataannya orang tersebut tidak berniat jahat sama sekali. Maka dari itu, orang dengan trust issue seringkali membuat orang disekitarnya merasa tidak nyaman. Begitu juga dengan dirinya, mereka juga menjadi tidak nyaman di sekeliling orang lain. Tidak heran jika orang dengan trust issue cenderung menghindari untuk melakukan aktivitas sosial. Terutama yang mengharuskan mereka untuk berkumpul dengan banyak orang.
Baca juga : Gejala dan Penanganan Pada Penderita Oppositional Defiant Disorder
Penyebab Timbulnya Trust Issue

Kondisi trust issue pada kenyataannya tidak tumbuh begitu saja. Tentu saja kondisi ini dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Meski demikian, cukup banyak kemungkinan faktor yang bisa memicu kondisi trust issue pada diri seseorang. Hal ini pula yang membuat penyebab utama dari trust issue itu sendiri belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, kita tetap perlu mengetahui beberapa faktor pemicu trust issue berikut:
Pernah dikhianati atau mendapatkan penolakan
Suatu hubungan akan tumbuh dengan positif jika kita saling mempercayai satu sama lain. Sayangnya tidak semua orang mempraktekan hal tersebut. Dengan demikian, orang-orang yang mendapatkan pengkhianatan inilah yang akhirnya menanggung resikonya.
Orang yang pernah dikhianati, terutama dari orang yang sangat ia percayai, maka bisa memicu trust issue dalam dirinya sendiri. Kepercayaan itu akan hilang begitu saja, bahkan tidak hanya kepercayaan kepada orang yang mengkhianatinya, namun juga kepada orang lain.
Selain pengkhianatan, penolakan juga tidak kalah menyedihkan. Dalam beberapa kasus, kita akan menyampaikan pendapat dengan penuh antusias. Sayangnya hal ini akan menjadi bumerang untuk diri sendiri jika respon yang didapatkan adalah penolakan. Hasilnya, kita akan menjadi tidak percaya diri dan tidak jarang justru menimbulkan trust issue terhadap orang lain.
Pola asuh orang tua
Sudah berulang kali dibahas mengenai bagaiamana pola asuh orang tua mempengaruhi kondisi mental seorang anak di masa depan. Untuk itu penting bagi calon orang tua mempersiapkan bekal pengetahuan dalam hal mendidik anak yang benar.
Salah satu dampak dari pola asuh orang tua yang salah dapat memicu kondisi trust issue pada anak di masa yang akan datang. Misalnya, anak yang dibesarkan dalam kondisi keluarga yang penuh dengan konflik. Kondisi tersebut memicu penurunan rasa percaya diri anak, dan bisa beresiko anak mengalami trust issue.
Masalah kesehatan mental
Seperti yang sudah dipaparkan di awal bahwa kondisi trust issue bisa saja menjadi gejala dari masalah kesehatan mental. Namun untuk memastikan hal tersebut, tentu diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh orang-orang yang ahli di bidangnya.
Masalah kesehatan mental yang berhubungan dengan trust issue diantaranya, gangguan kecemasan, depresi, gangguan psikotik, gangguan stress pasca trauma (PTSD), gangguan obsesif kompulsif (OCD), dan lain sebagainya.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai trust issue. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Oppositional Defiant Disorder : Gangguan Perilaku Pada Anak dan Remaja
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



