Deeptalk.co.id – Kebiasaan mencabut rambut sendiri tidak hanya memberikan sensasi sakit kepada kulit kepala, namun juga bisa beresiko kebotakkan. Namun tahukah kamu bahwa ada orang-orang yang merasa puas setelah mencabut rambut mereka. Kondisi semacam itu perlu untuk diwaspadai karena merupakan salah satu tanda gangguan mental yang dikenal dengan istilah trikotilomania.
Untuk mengenal lebih dalam mengenai kondisi trikotilomania, artikel kali ini akan secara khusus membahas hal tersebut. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel kali ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis.
Jika kamu atau orang sekitar mengalami kondisi serupa dengan apa yang dijelaskan dalam artikel ini, segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater agar segera mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai trikotilomania.
Pengertian Trikotilomania

Trikotilomania merupakan sebuah kondisi mental yang membuat penderitanya merasakan kepuasan psikologis setelah mencabut rambut mereka. Sebaliknya, mereka akan merasa tertekan atau mengganggu jika tidak bisa mencabut rambut mereka. Rambut dalam hal ini tidak selalu mengenai rambut kepala saja, melainkan juga alis, bulu mata, dan lainnya, walaupun kebanyakan terjadi pada rambut di kepala.
Orang-orang yang mengalami trikotilomania yang cukup parah memiliki kecenderungan kebotakkan. Meski demikian, mereka cenderung menutupi kebotakan tersebut dengan menggunakan topi atau alat-alat penutup kepala lainnya.
Dalam kasus trikotilomania yang terbilang ringan dan sedang, perilaku penderitanya cenderung kepada menarik-narik rambutnya dan tidak sampai mengakibatkan kerontokkan atau kebotakkan. Namun dalam beberapa kasus yang cukup berat, penderita merasakan dorongan impulsif untuk mencabuti rambut mereka secara terus menerus, tanpa peduli dengan rasa sakit yang mereka rasakan.
Penyebab Trikotilomania

Kondisi trikotilomania ini tidak terjadi begitu saja, melainkan ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Meski demikian, setiap orang bisa jadi memiliki faktor yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan belum ditemukannya penyebab pasti dari kondisi tersebut. Berikut beberapa faktor pemicu kondisi trikotilomania:
Genetik
Tidak bisa dipungkiri bahwa faktor genetik atau keturunan cukup mempengaruhi kondisi mental serta kepribadian seseorang. Orang-orang dengan riwayat keluarga trikotilomania memiliki kemungkinan untuk mengalami kondisi serupa.
Usia
Kondisi trikotilomania ini berkembang pada usia sebelum atau di awal masa remaja. Jika diakumulasi ke dalam angka maka sekitar 10 hingga 13 tahun. Saat di usia tersebut anak sudah mengembangkan kondisi trikotilomania ini, maka kondisi tersebut bisa berlangsung seumur hidup jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca juga : Star Syndrome : Merasa Diri Paling Sempurna
Stress
Penyebab lain dari trikotilomania adalah stress. Umumnya orang yang mengalami trikotilomania memiliki tekanan atau stress yang berat dalam hidup mereka. Kondisi ini juga bisa semakin parah jika penderita mengalami stress atau tekanan tertentu.
Gangguan lainnya
Kondisi mental juga memberikan sumbangsi terhadap penyebab trikotilomania. Beberapa gangguan mental seperti seperti depresi, kecemasan atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD) juga dipercaya dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami trikotilomania.
Gejala Trikotilomania

Kondisi trikotilomania ini sebenarnya sudah cukup umum di masyarakat. Sayangnya, kurangnya informasi mengenai hal ini membuat banyak orang tidak menyadari itu sebagai sebuah perilaku yang menyimpang. Untuk itu penting bagi kita memahami gejala dari trikotilomania berikut:
Menarik rambut berulang kali
Seperti yang sudah dipaparkan di atas bahwa gejala awal dari trikotilomania ini adalah dengan menarik-narik rambut mereka. Rambut yang ditarik tidak hanya rambut di kepala, melainkan juga alis, bulu mata, dan rambut pada area tubuh lainnya. Dalam beberapa kasus mereka akan semakin puas jika rambut tersebut tercabut.
Perasaan puas setelah mencabut rambut
Alih-alih merasa kesakitan atau khawatir akan kebotakkan, penderita trikotilomania justru merasa puas setelah mencabut rambut mereka. Tindakan tersebut juga dilakukan secara impulsif, artinya tanpa memikirkan konsekuensi dari tindakan mereka.
Kerontokkan dan kebotakkan
Jika kondisi trikotilomania ini sudah semakin parah dan semakin intens maka bisa berujung kepada kerontokkan dan kebotakkan parah. Hal ini tidak hanya sampai disitu, kondisi kebotakkan yang dialami juga bisa mempengaruhi rasa percaya diri dan interaksi dengan orang-orang disekitar.
Memainkan rambut yang telah dicabut
Setelah mencabut rambut mereka, beberapa dari penderita trikotilomania juga memainkan rambut mereka. Misalnya membuat simpul, menggosokkan rambut ke bibir, dan lain sebagainya. Walaupun terbilang cukup aneh, namun itu merupakan kesenangan bagi mereka.
Gelisah saat tidak bisa mencabut rambut
Tidak hanya merasa puas setelah mencabut rambut, penderita trikotilomania juga akan merasa gelisah jika akses untuk mencabut rambutnya dibatasi. Misalnya saat mereka harus mengikat rambut atau menggunakan topi dan penutup kepala lainnya. Kondisi semacam ini akan membuat mereka tidak nyaman dan ingin segera secara leluasa mencabut rambut mereka sendiri.
Dalam beberapa kasus, penderita trikotilomania tidak hanya memiliki kebiasaan mencabut rambut, melainkan juga menggigit kuku, mencabut kulit, dan lain sebagainya. Beberapa dari mereka juga melakukan tindakan tersebut saat sedang sendiri dan tidak menampakkannya kepada orang lain.
Itu dia penjelasan mengenai trikotilomania. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Kenali Dampak dan Cara Mengatasi Inferiority Complex
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



