Semua artikel
Gangguan Psikologi

Trauma Yang Diwariskan Oleh Keluarga: Intergenerational Trauma

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id –  Setiap orang pasti memiliki luka dari pengalaman yang membentuk siapa diri kita hari ini. Trauma memainkan peran penting dalam hal ini. Tetapi, apa yang terjadi jika trauma itu tidak hanya milikmu, tetapi juga diturunkan dari generasi ke generasi dalam keluargamu? Inilah yang kita sebut dengan trauma lintas generasi atau intergenerational trauma.

Dalam konteks psikologi, intergenerational trauma merujuk pada perpindahan trauma dari dirimu saat ini kepada generasi berikutnya. Jadi, bukan hanya dirimu sebagai korban trauma secara langsung yang terdampak, tetapi juga anak dan cucu mereka.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi bagaimana trauma bisa berlanjut ke generasi selanjutnya. Pola asuh destruktif, lingkungan yang tidak mendukung, dan kemiskinan atau masalah finansial. Semua itu bisa menjadi beberapa penyebab utama terjadinya Intergenerational trauma. Mari kita bahas satu persatu ya.

Apa Itu Intergenerational Trauma?

Intergenerational trauma, atau trauma lintas generasi, merupakan suatu konsep di mana dampak trauma tidak hanya dirasakan oleh individu yang mengalaminya langsung. Tetapi, juga diteruskan dan mempengaruhi generasi berikutnya dalam keluarga kita. Artinya, trauma yang dialami oleh seseorang dalam keluarga dapat mempengaruhi anak, cucu, dan juga keturunan berikutnya. Fenomena ini menjadi perhatian penting dalam bidang psikologi dan kesehatan mental.

Konsep dasarnya melibatkan pemahaman bahwa trauma bukan hanya merupakan pengalaman pribadi seseorang. Tetapi juga memiliki potensi untuk mempengaruhi kesehatan mental dan emosional generasi berikutnya. Hal ini tentu menimbulkan perhatian lebih mengenai dampak jangka panjang dari berbagai peristiwa traumatis yang mungkin kita hadapi. Bagaimana trauma tersebut dapat mempengaruhi keluarga sepanjang waktu.

Konsep dasar Intergenerational trauma berfokus pada pemahaman bahwa trauma bisa diwariskan melalui berbagai cara. Seperti pola asuh, lingkungan hidup, dan faktor biologis. Secara sederhana, konsep ini menjelaskan bahwa trauma yang dialami seseorang dapat mengubah cara mereka mempengaruhi orang-orang di sekitar mereka. Termasuk anak dan cucu mereka. Sehingga, mengakibatkan pengaruh jangka panjang dalam keluarga kita.

Dalam kesimpulan, intergenerational trauma merupakan konsep yang menjelaskan bagaimana dampak trauma dapat mempengaruhi generasi berikutnya dalam keluarga kita.

Baca juga: 5 Tips Mengatasi Trauma Intergenerasional

Kenapa Intergenerational Trauma bisa terjadi?

Intergenerational trauma dapat terjadi karena beberapa faktor. Berikut ini adalah faktor-faktor tersebut.

Pola Asuh Destruktif

Intergenerational trauma bisa terjadi melalui pola asuh destruktif yang kita warisi. Misalkan, jika orang tua kita pernah mengalami kekerasan fisik atau mental saat kecil. Hal itu mungkin mengubah cara mereka membesarkan kita. Mereka mungkin secara tidak sadar mendisiplinkan kita dengan cara yang sama. Seperti orangtuamu didisiplinkan kamu sejak kecil. Ini merugikan. Karena perilaku yang didasarkan pada trauma masa lalu. Yang mungkin tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya kita butuhkan.

Sebagai contoh, jika seorang anak suka di bentak keras oleh orang tuanya saat dia melakukan kesalahan. Kemudian, ketika anak tersebut menjadi seorang ayah. Dirinya juga melanjutkan memperlakukan yang sama kepada anaknya. Yaitu memberikan pola asuh yang keras pada anaknya. Terlebih jika anaknya melakukan kesalahan. Pola ini dapat berlanjut dari generasi ke generasi selanjutnya jika tidak ada tindakan untuk mengubahnya.

Lingkungan yang Tidak Mendukung

Lingkungan yang tidak mendukung, seperti lingkungan yang tidak memandang pendidikan sebagai hal penting. Orangtua yang meremehkan hak-hak manusia. Hal ini juga bisa menjadi sumber trauma antargenerasi. Jika kita tumbuh dalam lingkungan yang meremehkan Pendidikan. Maka kita bisa mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan akademik. Akibatnya kita tidak mampu memberikan anak-anak kita pendidikan yang mereka perlukan.

Misalnya, jika seorang anak tumbuh dalam lingkungan penuh kekerasan. Maka anak itu akan berisiko mengalami trauma. Akibatnya, di kemudian hari, mereka juga akan menciptakan lingkungan serupa untuk anak-anak mereka sendiri. Karena itu adalah apa yang mereka lihat dan pahami sebagai “normal”.

Kemiskinan dan Masalah Finansial

Kemiskinan dan tekanan finansial juga bisa menjadi penyebab trauma intergenerasi. Ketika kita berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar karena masalah finansial. Maka kita mungkin mengalami stress berat yang tidak hanya mempengaruhi kita, tetapi juga anak-anak kita. Stres finansial ini bisa menjadi beban mental yang kemudian dibebankan pada generasi berikutnya.

Sebagai contoh, seorang ibu tunggal yang mengalami kesulitan finansial akan berjuang untuk menyediakan kebutuhan dasar bagi anak-anaknya. Kekurangan ini tidak hanya merugikan secara fisik, tetapi juga bisa mempengaruhi mental mereka. Contoh lainnya, misalnya, seseorang yang merasa harus bekerja sangat keras untuk melunasi hutang. Situasi ini yang bisa menciptakan tekanan berlebihan dan stres pada dirinya sebagai orangtua. Yang kemudian di rasakan oleh anaknya. Kemudian dari anaknya yang sudah dewasa, diwariskan lagi kepada anak-anaknya.

Intergenerational trauma, cukup serius kan? Itu sulit, tapi kita semua bisa mengambil langkah untuk mengetahuinya dan mengatasinya. Mengakui adanya intergenerational trauma adalah langkah pertama dalam memecahkan pola destruktif ini. Kita ada di sini, mempelajari dan membicarakannya. Itu adalah bagian dari solusi. Ingatlah, bahwa dengan pengetahuan dan kesadaran, kita bisa melakukan perubahan positif. Bahkan jika itu hanya satu langkah kecil dalam satu waktu.

Baca juga: Perbedaan People Pleaser dengan Orang Suka Membantu dalam Konteks Wajar

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Trauma Yang Diwariskan Oleh Keluarga: Intergenerational Trauma — DeepTalk