Deeptalk.co.id – Silent treatment adalah sikap penolakan untuk berkomunikasi secara verbal dengan seseorang. Seringkali hal ini pelaku gunakan sebagai sarana hukuman, manipulasi emosional atau kontrol. Ketika menghadapi perilaku silent treatment ini, seseorang akan merasa kehabisan energi secara mental karena bentuk perilaku ini sudah termasuk dalam pelecehan emosional.
Perilaku ini sering terjadi pada mereka yang memiliki hubungan romantis atau intim dengan pasangan. Namun, tak menutup kemungkinan apabila silent treatment juga bisa terjadi pada anggota keluarga, teman atau rekan kerja.
Seiring waktu, penggunaan perlakuan diam bisa menjadi pelecehan emosional. Penelitian telah menemukan bahwa orang yang menerima perlakuan diam mengalami ancaman terhadap kebutuhan mereka akan rasa memiliki, harga diri, kontrol, dan keberadaan yang berarti. Jenis perilaku ini memperkuat perasaan bahwa seseorang yang kita sayangi tidak ingin berurusan dengan kita dan rasanya seolah-olah Anda tidak ada.
Oleh karenanya, penting untuk menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan dan perselisihan. Atau berbagi hal-hal lain bahwa Anda perlu meluangkan waktu, istirahat, atau menjauh untuk menenangkan diri dan mengatur ulang. Ini menunjukkan bahwa Anda dapat mengenali kapan emosi Anda meningkat dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk pulih, yang merupakan tanda kecerdasan emosional.
Baca juga: Hasil Survei: Tingginya Tingkat Kecemasan Pekerja di Tempat Kerja

Bagaimana Menghadapi Perlakuan Silent Treatment?
Terlepas dari dampak negatif dari menerima silent treatment, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini dan mempelajari cara berkomunikasi dengan lebih efektif.
Mengembangkan keterampilan komunikasi yang sehat dapat meningkatkan hubungan Anda, bahkan jika Anda telah mencoba sebelumnya dan terlepas dari tahap hubungan atau pernikahan yang Anda jalani. Melakukan hal ini akan memberikan kesempatan untuk meningkatkan hubungan dan mengelola konflik hubungan dengan lebih efektif.
Lebih dari itu, berikut adalah lima cara sehat untuk menghadapi silent treatment :
1. Tetapkan Batasan yang Sehat
Menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan penting untuk menentukan sikap ketika keheningan dan jarak ruang dengan pasangan sudah terlalu jauh. Hal ini bisa dilakukan seperti dengan memberi tahu pasangan Anda bahwa apa yang mereka lakukan itu menyakitkan. Serta perilaku mereka bukan yang Anda inginkan atau tidak bisa ditoleransi dalam hubungan tersebut.
Komunikasikan juga dengan mereka, apabila memang Anda melakukan kesalahan, tawarkan permintaan maaf. Namun, jangan pernah meminta maaf jika memang Anda tidak melakukan kesalahan.
2. Buat Percakapan Terstruktur
Salah satu cara untuk menciptakan komunikasi yang sehat dalam suatu hubungan adalah dengan menciptakan percakapan yang terstruktur. Maksudnya yakni dengan mengubah pola komunikasi Anda, yaitu salah satu caranya dengan mempelajari aturan pertarungan yang adil.
Terlepas dari saat-saat frustrasi Anda dan ingin membentak atau menyerang orang yang memberi Anda silent treatment, beberapa cara untuk melakukan pendekatan dalam situasi tersebut adalah :
– Gunakan pernyataan ‘Saya’ yang menempatkan Anda di kursi kendali dengan mengungkapkan perasaan Anda tanpa menyalahkan. Misalnya, “Saya merasa sakit hati dan frustrasi saat saya dikucilkan”.
– Akui dan beri nama situasinya. Misalnya, dengan menyatakan, “Saya perhatikan Anda membungkam atau tidak menanggapi saya. Bisakah kita berbicara lebih banyak tentang ini dan jika demikian, kapan saat yang tepat untuk kita berdua?”
3. Latih Perawatan Diri
Silent treatment dapat merusak kesehatan emosional seseorang, jadi penting bagi Anda untuk menjaga diri sendiri selama situasi ini. Lakukan sesuatu untuk diri sendiri untuk memastikan Anda terhindar dari kelelahan secara emosional.
Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mempraktikkan self-care atau perawatan diri meliputi latih pola pikir mindfulness, perbanyak untuk membaca buku seperti tentang self-love yang dapat membantu Anda di masa-masa sulit, berlatih menulis jurnal, atau berbicara dengan teman mengenai situasi yang sedang Anda hadapi. Ini berguna untuk mengalihkan pikiran Anda dari masalah tersebut.
4. Jangan Dianggap Terlalu Personal
Jangan mempersonalisasikannya atau membawanya secara serius pada ranah emosi pribadi Anda. Ini bisa menjadi hal yang sangat menantang untuk dilakukan, terutama pada saat ini.
Jika Anda mulai tersinggung, pada akhirnya Anda akan merasa lebih buruk karena Anda mulai merasa bahwa hal itu ditujukan untuk Anda. Sehingga mereka yang memberikan silent treatment tidak harus disalahkan atau bertanggung jawab atas perasaan yang Anda terima.
Mulai tanyakan pada diri Anda, “Apakah ini tentang saya? Atau ada hubungannya dengan mereka sendiri yang perlu untuk mereka selesaikan?” Kemungkinan besar jawaban sesungguhnya ada pada pernyataan terakhir.
5. Tetap Tenang
Tetap tenang. Ya, ini adalah tantangan yang cukup besar untuk dilakukan. Tetapi jika Anda bisa melakukan ini, respons Anda kemungkinan besar tidak akan terlalu emosional dan memungkinkan Anda untuk berkomunikasi dengan lebih jelas.
Dengan ini juga akan menunjukkan kepada pasangan Anda bahwa bentuk emotional abusive yang mereka lakukan dengan silent treatment tidak akan berhasil pada Anda.
Baca juga: Kenali Kondisi Terlalu Sering Sedih dan Menangis Tanpa Sebab
Sumber:
Choosing Therapy. (2023, February 24). The Silent Treatment: Signs & How to Respond. https://www.choosingtherapy.com/silent-treatment/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



