Semua artikel
Gangguan Intelektual

Tips Mendampingi Anak Pengidap Retardasi Mental

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Mendidik dan membesarkan anak tentu bukan pekerjaan yang mudah. Terlebih lagi setiap anak unik dengan karakternya masing-masing. Maka dari itu, menjadi orang tua sangat membutuhkan mental, fisik, dan pengetahuan yang memadai.

Dalam beberapa kasus, orang tua dikaruniai anak yang mengidap retardasi mental. Kondisi tersebut tentu akan lebih sulit dihadapi. Selain harus menerima kondisi anak yang berbeda, orang tua juga harus ekstra dalam memberikan perhatian dan kasih sayangnya.

Retardasi mental sendiri merupakan sebuah kondisi dimana anak memiliki kemampuan intelegensi dibawah rata-rata. Hal tersebut membuat anak mengalami hambatan dalam proses belajar, interaksi, dan lain sebagainya. Sayangnya, kondisi retardasi mental ini termasuk disabilitas yang berlangsung seumur hidup. Namun, dengan memberikan penanganan yang tepat, anak bisa dibantu untuk hidup secara mandiri.

Menjadi orang tua dari anak pengidap retardasi mental membutuhkan kekuatan yang cukup besar. Selain itu, penting juga untuk membekali diri dengan pengetahuan terkait kondisi retardasi mental. Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai cara mendampingi anak pengidap retardasi mental.

Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan:

Mengenal Gejala Retardasi Mental Pada Anak

Untuk bisa memberikan penanganan yang tepat, orang tua tentu harus kenal dulu dengan gejala retardasi mental. Dengan begitu, orang tua bisa langsung menyadari jika anak menunjukan gejala retardasi mental. Adapun gejala retardasi mental adalah sebagai berikut:

·         Kesulitan dalam memahami informasi dan perintah yang diberikan padanya.

·         Kesulitan dalam berpikir abstrak, dimana hal tersebut berdampak pada kesulitan dalam mengambil keputusan yang tepat, dan memecahkan masalah.

·         Mengalami masalah dalam berkomunikasi, adaptasi, dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

·         Mengalami masalah perkembangan emosional dan sosial.

·         Kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, seperti mandi, menggunakan pakaian, makan, dan lain sebagainya.

·         Mengalami keterlambatan dalam proses perkembangan motorik halus dan motorik kasar.

Baca juga: Ini Dia Komplikasi yang Bisa Dialami Jika Anak Retardasi Mental Tidak Mendapatkan Perawatan

Dapatkan Diagnosa yang Tepat

Jika kamu sudah mengenali adanya gejala retardasi mental pada anak, jangan langsung melakukan self diagnosis. Banyak kondisi kesehatan mental yang memiliki kemiripan gejala satu sama lain. Maka dari itu, diagnosis gangguan mental, termasuk retardasi mental, hanya bisa diberkan oleh psikolog atau psikiater.

Segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut ke psikolog atau psikiater jika kamu menemukan beberapa gejala retardasi mental pada anak. Adapun jenis pemeriksaan yang akan didapatkan anak bisa berupa:

·         Tes neurologis, yang bertujuan untuk menentukan ada atau tidaknya kelainan pada otak anak. Tes neurologis sendiri bisa berupa electroencephalogram (EEG) atau magnetic resonance imaging (MRI).

·         Tes genetik, yang bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kelainan genetik bawaan. Misalnya pada kasus sindrom fragile x yang bisa memicu cacat intelektual.

·         Tes medis umum, yang bertujuan untuk mengidentifikasi adanya gangguan atau penyakit lain yang diderita anak.

·         Tes skrining sosial, yang bertujuan untuk mengetahui tingkat intelektual dan kemampuan sosial anak.

·         Tes skrining prenatal, yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya masalah perkembangan pada masa prenatal atau masa selama anak di dalam kandungan.

·         Evaluasi pendengaran, yang bertujuan untuk mengetahui apakah anak memiliki masalah pendengaran atau tidak. Hal ini penting untuk mengetahui apakah kesulitan dalam menangkap informasi disebabkan oleh cecet intelektual, atau karena masalah pendengaran.

Berikan Penanganan Yang Tepat

Setelah mendapatkan diagnosis yang tepat, selanjutnya berikan anak penanganan yang tepat pula. Walaupun retardasi mental adalah disabilitas permanen, namun dengan penanganan yang tepat anak akan dibantu untuk bisa menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Setiap jenis penanganan yang diberikan kepada anak juga akan disesuaikan dengan gejala dan tingkat keparahan gejala yang dimunculkan. Maka dari itu, diagnosa dari para ahli sangatlah penting untuk hal ini.

Berikut beberapa jenis penanganan yang umumnya diberikan kepada bayi dan anak penderita retardasi mental:

·         Terapi wicara, adalah prosedur terapi yang membantu mengatasi gangguan berbicara dan komunikasi. Seperti yang kita ketahui, pengidap retardasi mental umumnya mengalami masalah dalam hal tersebut.

·         Terapi okupasi, adalah jenis terapi yang bertujuan untuk membantu anak yang mengalami memiliki keterbatasan fisik, mental, serta kognitif. Dengan terapi ini, anak akan dibantu untuk bisa menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.

·         Terapi motorik fisik, adalah jenis terapi yang membantu permasalah dalam kemampuan motorik anak. Dengan terapi ini, anak akan dilatih untuk memaksimalkan kemampuan motoriknya.

·         Konseling keluarga, yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anggota keluarga terkait kondisi anak retardasi mental, dan bagaimana cara menghadapi anak tersebut.

Selain beberapa jenis penanganan di atas, tentu dukungan dari orang tua dan orang terdekat akan membantu anak untuk menjadi lebih baik.

Itu dia penjelasan singkat mengenai cara mendampingi anak pengidap retardasi mental. Setelah membaca artikel ini, diharapkan orang tua tidak perlu lagi ragu untuk mendapatkan bantuan profesional untuk anak. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Anak Sulit Memahami Informasi? Waspada Gejala Retardasi Mental!

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait