Deeptalk.co.id – Setiap orang memiliki tingkat kecerasan yang berbeda-beda. Untuk mengetahui tingkat kecerdasan seseorang, maka diperlukan tes IQ. Tes IQ sendiri akan menghasilkan nilai IQ yang nantinya akan diklasifikasi ke dalam tingkat kecerdasan seseorang.
Tidak jarang jenis tes yang satu ini juga menjadi penentu dalam seleksi pendidikan. Selain itu, dengan tes IQ bisa diidentifikasi adanya gangguan intelektual pada seseorang. Gangguan intelektual atau yang dikenal dengan istilah retardasi mental.
Retardasi mental sendiri merupakan gangguan intelektual yang ditandai dengan kemampuan intelektual dibawah rata-rata. Dengan demikian, penderita retardasi mental memiliki nilai IQ dibawah rata-rata. Kondisi tersebut membuat penderita retardasi mental mengalami kesulitan dalam belajar dan menyimpan informasi.
Dalam beberapa kasus, penderita retardasi mental memang membutuhkan perawatan dan dukungan yang intensif dari orang-orang disekitarnya. Namun tidak sedikit pula penderita retardasi mental yang bisa menjalani kehidupan dengan normal, walaupun memiliki sedikit kendala dalam proses belajarnya.
Kondisi tersebut tergantung pada klasifikasi retardasi mental yang dimiliki, apakah masuk dalam kategori ringan, sedang, atau berat. Kabar baiknya, kebanyakan penderita retardasi mental masuk dalam klasifikasi ringan, yang artinya mereka masih bisa hidup secara mandiri.
Retardasi mental termasuk disabilitas yang bersifat menetap. Artinya, penderita retardasi mental akan membawa kondisi tersebut bahkan sampai akhir hayatnya. Namun jangan khawatir, dengan penanganan yang tepat, penderita retardasi mental akan dibantu untuk bisa hidup selayaknya orang-orang pada umumnya. Selain itu, penanganan pada penderita retardasi mental juga membantu agar mereka tidak mengalami berbagai komplikasi dari kondisi tersebut.
Kali ini, kami akan membahas beberapa komplikasi yang bisa saja dialami oleh penderita retardasi mental jika tidak mendapatkan perawatan khusus. Namun sebelum itu, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Berikut beberapa komplikasi yang bisa dialami penderita retardasi mental yang tidak mendapatkan perawatan:
Kesulitan Berinteraksi

Penderita retardasi mental memiliki kemampuan berpikir yang lebih lambat dari orang-orang pada umumnya. Hal inilah yang terkadang membuat mereka mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain. Selain karena kesulitan untuk memproses informasi yang didapatkan, orang lain juga kesulitan memahami maksud mereka yang disampaikan dengan kurang jelas.
Selain itu, anak yang mengalami retardasi mental juga mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa dan kemampuan berkomunikasi. Pada akhirnya, mereka akan kesulitan berbaur dengan teman-teman seusianya.
Kesulitan Belajar di Sekolah

Penderita retardasi mental juga cenderung memiliki prestasi akademik yang sangat minim. Hal ini kembali lagi dengan kemampuan mereka dalam menangkap, memproses, dan menyampaikan informasi yang cukup minim. Bahkan pada penderita retardasi mental dengan klasifikasi rendahpun, mereka cenderung mengalami kesulitan dalam belajar di sekolah.
Meski demikian, saat ini sudah cukup banyak sekolah yang peduli akan kondisi anak pengidap retardasi mental. Beberapa sekolah sudah menyediakan pembelajaran-pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan anak-anak pengidap retardasi mental.
Baca juga: Anak Sulit Memahami Informasi? Waspada Gejala Retardasi Mental!
Depresi

Dunia anak-anak adalah tentang belajar dan bermain. Jika dunia tersebut rusak, maka mereka akan merasa tertekan. Sedangkan pada anak pengidap retardasi mental mengalami masalah dalam proses belajarnya. Selain itu, kemampuan berinteraksi yang minim juga membuat mereka kesulitan menemukan teman bermain. Maka tidak heran jika penderita retardasi mental sangat mungkin mengalami depresi.
Depresi sendiri merupakan salah satu gangguan mental yang ditandai dengan kesedihan mendalam sehingga membuat penderitanya tidak berminat akan hal-hal yang tadinya diminati. Dalam kondisi depresi yang sudah cukup berat, penderita bahkan berpikiran dan bertindak untuk mengakhiri kehidupannya.
Gangguan Suasana Hati

Tidak hanya depresi, penderita retardasi mental juga sangat mungkin mengalami gangguan suasana hati atau mood disorder. Pasalnya, ketidakmampuan dalam memahami dan memberi pemahaman kepada orang lain tentu akan membuat suasana hati menjadi tidak stabil. Selain itu, penderita retardasi mental juga cenderung mengalami kesulitan dalam mengontrol emosinya.
Gangguan suasana hati sendiri merupakan gangguan mental yang mempengaruhi suasana hati atau mood seseorang. Penderita gangguan suasana hati bisa saja berada dalam kondisi mood yang sangat buruk, sehingga membuatnya ingin bunuh diri. Disisi lain, mereka juga bisa berada dalam kondisi mood yang sangat baik, sehingga membuatnya sulit membedakan imajinasi dan kenyataan yang ada,
Itu dia beberapa kondisi yang bisa saja dialami oleh anak-anak pengidap retardasi mental. Maka dari itu, sangat penting untuk segera memberikan penanganan yang tepat bagi anak-anak penderita retardasi mental.
Pasalnya hingga saat ini masih cukup banyak yang menganggap kondisi retardasi mental adalah aib, sehingga ditutupi, dan berdampak pada penderita yang tidak mendapatkan penanganan. Padahal mereka memiliki hak hidup yang layak seperti orang-orang pada umumnya. Selain itu, mendapatkan penanganan juga bisa menjauhkan penderita dari berbagai komplikasi yang dipaparkan di atas.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Retardasi Mental: Kemampuan Mental atau Intelegensi di Bawah Rata-Rata
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia


