Deeptalk.co.id – Retardasi mental atau yang biasa dikenal juga dengan istilah keterbelakangan mental, merupakan kondisi dimana seseorang memiliki tingkat kecerdasan dibawah rata-rata sejak masa perkembangan. Dalam banyak kasus, retardasi mental bahkan sudah terjadi dan dapat dideteksi sejak anak berada dalam kandungan.
Mengenali kondisi retardasi mental sedini mungkin akan membantu penderita untuk bisa segera mendapatkan penanganan. Walaupun pada dasarnya retardasi mental merupakan disabilitas yang berlangsung seumur hidup, namun penanganan pada penderita retardasi mental bisa membantu mereka menjalani kehidupan selayaknya anak-anak pada umumnya. Selain itu, penanganan pada penderita retardasi mental juga bisa membantu anak untuk bisa melanjutkan kehidupannya secara mandiri.
Beberapa orang menganggap kondisi retardasi mental merupakan hal yang memalukan. Hal inilah yang membuat banyak penderita retardasi mental tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Padahal jika dipahami lebih dalam, baik orang-orang normal maupun penderita retardasi mental, sama-sama memiliki hak untuk hidup dengan layak. Selain itu dengan penangan yang tepat dan dukungan dari lingkungannya, penderita juga bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Untuk dapat memberikan penanganan sesegera mungkin bagi penderita retardasi mental, tentu kita harus mengenali kondisi tersebut terlebih dahulu. Maka dari itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai klasifikasi dan gejala dari retardasi mental.
Sebelum kita masuk ke pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu menemukan anak dengan beberapa gejala seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera bawa anak untuk melakukan konsultasi, dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu anak akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Klasifikasi Retardasi Mental

Tidak semua anak dengan retardasi mental harus selalu dalam pantauan dan bantuan dari orang disekitarnya. Pada dasarnya, kondisi retardasi mental cukup beragam, mulai dari yang ringan, hingga yang berat. Untuk dapat mengetahui klasifikasi retardasi mental ini adalah dengan melakukan tes IQ, dan melihat tingkat IQ yang dimiliki anak.
Berikut beberapa klasifikasi retardasi mental:
Mild mental retardation
Tingkatan yang paling ringan dikenal dengan istilah mild mental retardation atau keterbelakangan mental ringan. Penderita mild mental retardation ini memiliki nilai IQ di kisaran 55-70. Walaupun nilai IQ yang dimiliki sudah di bawah rata-rata, namun tidak begitu jauh dari nilai rata-rata.
Walaupun masuk dalam kategori retardasi mental, namun penderita mild mental retardation masih sangat mirip dengan anak-anak pada umumnya. Mereka masih bisa melakukan aktifitas normal, walau mereka mengalami keterbatasan dalam belajar, dan membutuhkan bantuan dalam beberapa hal. Kabar baiknya, kebanyakan anak dengan retardasi mental ada di klasifikasi yang satu ini.
Baca juga: Retardasi Mental: Kemampuan Mental atau Intelegensi di Bawah Rata-Rata
Moderate mental retardation
Tingkatan kedua dalam klasifikasi retardasi mental adalah moderate mental retardation atau keterbelakangan mental sedang. Penderita moderate mental retardation memiliki nilai IQ di kisaran 35-55. Kondisi ini memang lebih parah dari klasifikasi sebelumnya.
Dalam kasus moderate mental retardation, penderita akan mengalami kesulitan dalam berbicara, memahami informasi, dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Selain itu, penderita moderate mental retardation juga membutuhkan lebih banyak bantuan dari orang sekitarnya untuk mendukungnya melakukan aktivitas sehari-hari.
Profound mental retardation
Tingkat terakhir dalam klasifikasi retardasi mental adalah profound mental retardation atau keterbelakangan mental berat. Penderita profound mental retardation memiliki nilai IQ di bawah 35. Kondisi ini adalah klasifikasi retardasi mental yang lebih parah dari semua klasifikasi.
Dalam kasus profound mental retardation, penderita akan mengalami kesulitan yang sangat serius dalam berbicara, memahami informasi, dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Selain itu, penderita profound mental retardation juga membutuhkan perawatan intensif, serta bantuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari sepanjang hidupnya.
Gejala Retardasi Mental

Untuk memastikan apakah anak-anak memang mengalami retardasi mental atau tidak, tentu memerlukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Nantinya anak akan diberikan tes IQ untuk bisa mengetahui tingkatan IQ anak.
Namun, kita juga bisa mengenali adanya gejala retardasi mental sebagai pertimbangan untuk membawa anak ke ahli. Berikut beberapa gejala yang umum dialami oleh penderita retardasi mental:
· Sulit menangkap, memproses, dan menyampaikan informasi dengan tepat.
· Memiliki kemampuan ingatan yang buruk.
· Kesulitan dalam berpikir abstrak.
· Mengalami kesulitan dalam berkomunikasi.
· Kesulitan memecahkan masalah dan mengambil keputusan yang tepat.
· Mengalami masalah dalam berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya.
· Mengalami masalah dalam perkembangan sosial dan emosional.
· Kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
· Mengalami keterlambatan dalam proses perkembangannya.
Itu dia penjelasan mengenai klasifikasi dan gejala dari retardasi mental. Jangan ragu untuk meminta bantuan dari para profesional jika menemukan anak dengan beberapa gejala di atas. Tindakan tersebut dapat membantu anak hidup dengan lebih layak.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Mengenal Komplikasi dan Penanganan Pada Penderita Conduct Disorder
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia


