Deeptalk.co.id – Narsisme saat ini sudah banyak dikenal dan menjadi bagian dari masyarakat. Hal ini pun mereka rujuk sebagai bagian dari kepribadian seseorang atau sebagai penyakit Narcissistic Personality Disorder (NPD).
Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah diagnosis kesehatan mental formal yang memiliki satu jenis. Kondisi ini biasanya akan terdiagnosis ketika narsisme sudah melekat dalam diri seseorang, bahkan melampaui sifat kepribadian. Mereka yang mengidap gangguan ini akan terus menerus merasa terganggu akibat pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari.
Secara garis besar, para ahli membagi narsisme menjadi dua jenis, yakni narsisme adaptif dan narsisme maladaptif. Dari kedua jenis narsisme tersebut menunjukkan perbedaan antara narsisme yang produktif dan tidak produktif.

Narsisme adaptif : NPD jenis ini mengacu pada aspek narsisme yang sebenarnya dapat membantu seseorang, seperti rasa percaya diri yang tinggi, kemandirian, dan kemampuan untuk merayakan diri sendiri.
Narsisme maladaptif : Sebaliknya, narsisme maladaptif justru berhubungan dengan sifat-sifat negatif yang justru mengganggu penderitanya, yang juga memberikan dampak buruk ketika berhubungan dengan diri sendiri atau orang lain. Contohnya seperti hak, agresi, dan kecenderungan untuk mengambil keuntungan orang lain.
Bagi kebanyakan orang yang membicarakan tentang narsisme, jenis maladaptif lah yang mereka sering maksud. Padahal ternyata narsisme memiliki sisi positif yakni dari adanya jenis narsisme adaptif.
Baca juga: Penanganan Yang Tepat Untuk Parental Burnout
Peneliti lain juga ada yang mengklasifikasikan narsisme menjadi 5 tipe. Berikut kelima tipe NPD beserta penjelasan dan gejalanya :
1. Overt Narcissism (Narsisme Terbuka)
Overt narcissism juga dikenal dengan nama lain yakni grandiose narcissism dan agentic narcissism. Jenis narsisme inilah yang oleh sebagian besar orang dikenal sebagai NPD pada umumnya.
Seseorang penderita jenis NPD ini mungkin memiliki gejala seperti arogan, sombong, memiliki citra diri yang berlebihan, ingin dipuji / dikagumi, eksploitatif, kompetitif, hingga kurang empati. Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa overt narcissism memiliki hubungan dengan the Big Five ciri kepribadian, yaitu ekstraversi dan keterbukaan.
Hal tersebut juga menunjukkan bahwa orang dengan overt narcissism lebih cenderung merasa nyaman dengan diri mereka sendiri dan tidak mengalami emosi tidak nyaman seperti kesedihan, kekhawatiran atau kesepian. Mereka justru sering melebih-lebihkan kemampuan dan kecerdasan mereka sendiri.
2. Covert Narcissism (Narsisme Terselubung)
Covert narcissism, atau bisa juga disebut dengan vulnerable narcissism dan closet narcissism, memiliki ciri yang kontras dengan overt narcissism. Jika banyak orang menganggap narsisme sebagai sifat yang keras dan sombong, covert narcissism justru berkebalikan.
Beberapa ciri umum penderita narsisme tipe ini ialah seperti kemungkinan lebih tinggi mengalami kecemasan depresi dan rasa malu, ekspresi harga diri rendah, introversi ketidakamanan atau kepercayaan diri yang rendah, defensif, penghindaran, hingga kecenderungan untuk merasakan atau mempermainkan korban.
Sementara itu, seseorang dengan narsisme terselubung masih akan sangat fokus pada diri sendiri, dan hal tersebut kemungkinan akan bertentangan dengan ketakutan yang mendalam atau rasa tidak cukup. Kondisi ini memiliki keterkaitan dengan adanya neurotisme yang tinggi (kecenderungan untuk mengalami emosi yang tidak menyenangkan) dan ketidaksetujuan.
Seseorang dengan covert narcissism kemungkinan besar akan kesulitan menerima kritik. Namun berbeda dengan overt narcissism, seseorang dengan tipe narsis terselubung mungkin lebih cenderung menginternalisasi atau menerima kritik lebih keras daripada yang dimaksudkan.
3. Antagonistic Narcissism (Narsisme Antagonis)
Menurut beberapa penelitian, antagonistic narcissism merupakan subtipe dari overt narcissism. Fokus yang diambil dari jenis narsisme ini ialah persaingan dan kompetisi.
Ciri-ciri yang ditunjukkan bagi penderita tipe narsisme antagonis ialah meliputi kesombongan, kecenderungan untuk mengambil keuntungan dari orang lain, dan ketidaksepakatan atau kecenderungan untuk berdebat.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2017, penderita narcissism antagonistic melaporkan bahwa mereka cenderung tidak mudah untuk memaafkan orang lain dibandingkan dengan jenis narsisme lainnya. Selain itu, orang dengan narsisme tipe antagonis ini kemungkinan juga memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih rendah pada orang lain.
4. Communal Narcissism
Sama seperti tipe antagonis, communal narcissism juga bagian dari subtipe narsisme terbuka. Namun, tipe ini memiliki ciri-ciri yang berkebalikan dengan narsisme antagonis.
Seseorang dengan narsisme komunal akan menghargai keadilan dan cenderung menganggap diri mereka altruistik. Namun telah diterbitkan sebuah peneliyian tahun 2018 yang menyebutkan adanya kesenjangan antara keyakinan ini dengan perilaku orangnya.
Orang dengan narsisme komunal kemungkinan memiliki gejala mudah tersinggung secara moral, menggambarkan diri mereka sebagai empati dan murah hati, hingga bereaksi keras dengan hal-hal yang mereka anggap tidak adil.
5. Malignant Narcissism (Narsisme Ganas)
Narsisme dapat muncul pada tingkat keparahan yang berbeda, dan narsisme ganas adalah bentuk yang lebih parah. Kondisi ini juga dapat menyebabkan lebih banyak masalah bagi orang yang hidup dengannya.
Narsisme ganas lebih erat kaitannya dengan narsisme terbuka daripada narsisme terselubung. Seseorang dengan narsisme ganas mungkin memiliki banyak ciri umum narsisme, seperti kebutuhan yang kuat akan pujian dan ditinggikan di atas orang lain.
Namun selain itu, narsisme ganas dapat muncul sebagai balas dendam, sadisme atau mendapatkan kenikmatan dari rasa sakit orang lain, agresi ketika berinteraksi dengan orang lain, dan paranoia atau kekhawatiran yang meningkat tentang potensi ancaman.
Seseorang dengan narsisme ganas juga memiliki ciri dan kesamaan dengan gejala gangguan kepribadian antisosial. Hal ini bisa menjadikan seseorang pengidapnya mengalami masalah hukum atau bahkan gangguan penggunaan zat.
Baca juga: Berikut Yang Bisa Dilakukan Untuk Menghadapi Orang Tua Narsistik
Sumber:
https://psychcentral.com/health/types-of-narcissism#overt
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



