Deeptalk.co.id – Kemarahan adalah salah satu emosi manusia yang alami dan dapat dirasakan oleh setiap individu. Namun, apa yang seringkali terlewatkan adalah kenyataan bahwa kemarahan dapat memiliki berbagai tipe atau jenis yang berbeda. Artikel ini akan membahas beragam jenis kemarahan yang ada, menganalisis apa yang memicu setiap jenisnya, dan memberikan wawasan tentang cara mengenali serta mengelola kemarahan dengan lebih baik.
Dari kemarahan yang muncul sebagai respons terhadap situasi yang tidak adil hingga kemarahan yang meruncing karena perasaan terancam, kita akan menjelajahi kompleksitas emosi ini dan bagaimana memahaminya dapat membantu kita dalam menjaga kesehatan mental serta hubungan dengan orang lain. Berikut kami jelaskan selengkapnya 11 jenis kemarahan yang perlu Anda ketahui.
1. Kemarahan Asertif

Kemarahan asertif merupakan jenis kemarahan yang konstruktif, dan ini adalah cara mengekspresikan kemarahan yang sepatutnya dilakukan. Jenis pola kemarahan ini memungkinkan seseorang untuk menyalurkan kemarahannya dengan membawa perubahan positif tanpa menggunakan kekerasan verbal maupun fisik.
Sebagai contoh, ketika dua pasangan marah satu sama lain, mereka tidak akan berteriak atau melakukan kekerasan, tetapi duduk dan membicarakan masalah dan harapan mereka dengan bijaksana. Ini adalah satu-satunya cara agar mereka dapat mengatasi masalah yang ada dan mengarah pada hasil yang bermanfaat tanpa kehilangan ketenangan dan menyebabkan lebih banyak kerusakan pada hubungan mereka.
Baca juga: Bisakah Psikopat Merasakan Empati?
2. Kemarahan Perilaku
Jenis kemarahan perilaku ialah jenis pola kemarahan yang merusak. Kemarahan ini terjadi ketika orang bereaksi secara fisik untuk menunjukkan kemarahan mereka alih-alih melampiaskan emosinya dengan cara yang rasional. Ini bisa dilihat ketika seseorang yang menjadi kasar dengan memecahkan barang atau memukul orang lain saat merasa marah, bahkan pada hal-hal kecil sekalipun.
3. Kemarahan Kronis
Kemarahan kronis menjadi salah satu jenis kemarahan yang merusak juga karena orang malah justru menahan amarahnya dan bukannya melampiaskannya dengan cara yang tepat. Akibatnya mereka terlalu dalam memendam perasaan amarah hingga dendam mereka. Ini bukanlah emosi yang sekejap. Sebaliknya, mereka merasakan kepahitan dan frustrasi yang terus menerus terhadap orang-orang di sekitar mereka, keadaan, atau diri mereka sendiri.
Kemarahan kronis tidak hanya menyebabkan kesedihan dan kekesalan yang berkepanjangan, tetapi juga dapat menyebabkan efek negatif pada kesehatan mental dan fisik seseorang. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kecemasan, depresi, masalah pencernaan, masalah tekanan darah, dan bahkan serangan jantung atau stroke.
4. Kemarahan yang Menghakimi

Kemarahan yang menghakimi adalah salah satu jenis kemarahan yang juga merusak dan menyebabkan seseorang langsung menghakimi orang lain yang terlibat dalam situasi yang memicu kemarahan. Jenis kemarahan ini bisa jadi benar-benar karena kesalahan orang lain atau muncul dari rasa superioritas yang terinternalisasi.
Ini adalah jenis pola kemarahan yang umum. Seperti ketika seseorang yang tidak bisa menerima bahwa mereka mungkin saja bersalah. Setiap kali ada sesuatu yang tidak beres dan mereka merasa marah, naluri pertama mereka adalah dengan menghakimi bahwa semua itu terjadi karena orang lain dan mereka sama sekali tidak melakukan kesalahan.
5. Kemarahan yang Menyakiti Diri Sendiri atau Orang Lain
Kemarahan yang sampai bisa menyakiti diri sendiri maupun orang lain merupakan jenis kemarahan yang sangat merusak. Jenis kemarahan ini terjadi ketika seseorang tidak diizinkan untuk mengekspresikan kemarahan mereka dan kemudian belajar untuk mengarahkannya ke dalam. Hingga pada akhirnya mereka mulai menundukkan diri mereka pada kebencian dan kemarahan, lalu melakukannya dengan berbicara negatif tentang diri mereka sendiri, melukai diri secara fisik, penyalahgunan zat, atau memanjakan diri mereka dengan makan secara berlebihan.
6. Kemarahan Pembalasan
Jenis pola kemarahan pembalasan melibatkan respons naluriah untuk menunjukkan ekspresi kemarahan yang lebih keras ketika seseorang menyatakan bahwa mereka merasa marah atau terluka. Ketika seseorang mengkonfrontasi mereka, mereka merasa bahwa mereka telah dirugikan dan membalas dengan agresif.
Ini bisa dilihat ketika seseorang menceritakan bahwa orang lain telah menyakitinya, maka mereka membalasnya dan bukannya merasa menyesal atas perilaku mereka. Mereka juga malah bersikeras bahwa mereka lah yang telah dirugikan dan pantas mendapatkan permintaan maaf.
7. Kemarahan yang Berlebihan

Kemarahan yang berlebihan juga merupakan salah satu jenis kemarahan yang merusak. Ini adalah ekspresi yang tidak terkendali, di mana seseorang merasakan perasaan putus asa dan frustrasi yang terus-menerus ketika situasi yang tidak terduga atau tidak dapat dikelola muncul. Ini adalah jenis ekspresi kemarahan yang umum bagi orang-orang yang secara emosional meluap-luap. Sebagai contoh, seorang ibu tunggal yang bekerja yang selalu merasa lelah dan merasa tidak ada harapan bahkan pada tantangan kecil sekalipun. Sehingga ketika ia menemukan suatu pemasalahan yang membuatnya marah, ia justru meluapkannya dengan berlebihan.
8. Kemarahan yang mudah menguap
Kemarahan yang mudah menguap adalah masalah kemarahan yang sangat merusak. Tipe kemarahan ini muncul entah dari mana. Segalanya berjalan baik-baik saja sampai orang tersebut meledak dan hal kecil. Mereka menjadi dingin secepat mereka menjadi gusar.
Ini adalah salah satu jenis masalah kemarahan yang paling merusak karena menyebabkan orang-orang selalu sadar untuk tidak memancing seseorang yang menderita kemarahan ini. Ini bisa dilihat seperti seseorang yang baik-baik saja dan bersikap ramah sampai mereka kehilangan ketenangan karena kesalahan kecil dan kemudian kembali menjadi normal seketika.
9. Kemarahan Verbal
Kemarahan verbal adalah ketika seseorang menyalahgunakan kata-kata untuk mengekspresikan kemarahan mereka. Mereka berteriak, menjerit, mengejek, mencemooh, dan mengkritik tanpa harus menyakiti secara fisik. Meskipun tidak menyebabkan cedera fisik, kemarahan verbal mengakibatkan trauma emosional yang signifikan dan dapat membuat orang yang dimarahi mengalami masalah kepercayaan dan harga diri yang parah. Banyak orang yang memiliki ekspresi kemarahan seperti ini dan kemudian merasa menyesal setelah mereka mengatakan hal-hal yang sangat menyakitkan dengan nada dan cara yang menjijikkan.
10. Kemarahan Pasif-Agresif

Kemarahan pasif-agresif terlihat pada seseorang yang mengatakan bahwa mereka tidak marah, tetapi kemudian memberikan perlakuan diam, pengabaian, menghentakkan kaki dan memukul hingga membanting barang pecah belah. Tipe kemarahan ini terdiri dari ekspresi kemarahan yang tidak konfrontatif namun agresif.
Ketika orang tersebut merasa marah, mereka tidak akan membicarakannya atau menyerang secara impulsif, tetapi lebih memilih untuk memendamnya. Hal ini akan merembes keluar dalam komentar sarkastik, ejekan, atau keheningan yang tidak nyaman.
Baca juga: Memahami Emotional Eating : Hubungan Antara Emosi dan Makanan
Sumber:
https://masteringanger.com/blog/types-of-anger-issues/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



