Semua artikel
Gangguan Psikologi

Tidak Sekedar Nakal. Kenali Gangguan Perilaku Pada Anak

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Anak tentu memiliki perilaku beragam. Ada kalanya anak tampak lucu dan menggemaskan, namun ada kalanya juga anak menunjukkan perilaku yang tidak menyenangkan dan sering kali membuat orang tua marah.

Usia anak merupakan usia dimana terjadi tumbuh kembang yang sangat pesat. Anak tidak hanya tumbuh secara fisik, melainkan mental dan intelektual juga berkembang dengan pesat. Anak mempelajari banyak hal. Dengan demikian, rasa penasaran sering kali mengundang anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan diluar pikiran orang dewasa.

Orang tua tentu menginginkan anak belajar akan banyak hal. Hal tersebut seringkali membuat orang tua membiarkan anak melakukan kegiatan-kegiatan yang terkadang diluar batas wajar. Sayangnya, tahukah Anda bahwa terdapat beberapa perilaku yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya, perilaku menyimpang yang berkelanjutan dapat mengakibatkan anak mengalami gangguan perilaku. Simak penjelasan lebih detail dalam artikel ini!

Pengertian Gangguan Perilaku

“Namanya juga anak-anak”, apakah kamu pernah mendengar kalimat yang satu ini? Cukup banyak orang tua yang mengabaikan kenakalan anak dengan alasan “namanya juga anak-anak”. Sayangnya, perilaku menyimpang pada anak bukanlah sesuatu yang bisa dianggap wajar.

Anak memang akan melalui fase nakal dalam hidupnya. Namun, fase nakal ini tetap tidak boleh berada diluar batas normal. Anak sudah seharusnya belajar mana yang benar untuk dia lakukan, dan mana yang tidak benar untuk dia hindari.

Gangguan perilaku pada anak merupakan kondisi dimana anak melakukan kegiatan menyimpang, bahkan di luar batas wajar yang berpotensi merugikan diri sendiri dan orang-orang disekitarnya. Anak dengan gangguan perilaku sering kali dianggap sebagai anak yang nakal.

Anak-anak umumnya akan belajar mengenai benar dan salah. Sayangnya, pada anak dengan gangguan perilaku, mereka akan terus melakukan kenakalan-kenakalan walaupun sudah diberikan penjelasan bahwa tindakan mereka adalah perilaku yang salah.

Selain itu, anak dengan gangguan perilaku cenderung memiliki emosi yang tidak stabil. Mereka juga akan menjadi pengganggu bagi anak-anak lain saat berada di lingkungan sosial seperti sekolah, atau taman bermain.

Penyebab Gangguan Perilaku Pada Anak

Sayang sekali, hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab anak memiliki gangguan perilaku. Meski demikian, beberapa faktor dipercaya mampu meningkatkan kemungkinan anak mengalami gangguan perilaku. Berikut faktor-faktor yang dimaksud:

Genetik

Anak yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan perilaku akan berpotensi lebih besar mengalami gangguan yang sama. Selain itu, perubahan struktur otak dan tingkat neurotransmiter juga dapat meningkatkan resiko gangguan perilaku pada anak.

Kondisi kehamilan pada Ibu

Ibu yang mengalami infeksi saat kehamilan dapat meningkatkan resiko anak lahir dengan gangguan perilaku. Selain itu, anak yang lahir prematur dan memiliki berat badan rendah juga dapat menjadi resiko gangguan perilaku pada anak.

Pola asuh

Anak yang sering mendapatkan pengabaian dari orang tuanya, mengalami atau menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga, dan gaya pengasuhan buruk lainnya juga dapat meningkatkan resiko gangguan perilaku pada anak.

Baca juga: Anxiety Disorder: Mengenal Gangguan Obsesi Kompulsif (OCD)

Gejala Gangguan Perilaku Pada Anak

Gejala gangguan perilaku pada anak sama dengan definisi anak nakal pada umumnya, hanya saja gejala ini berlangsung setidaknya selama 6 bulan berturut-turut. Untuk mendiagnosis anak mengalami gangguan perilaku tentu perlu melalui konsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Meski begitu, beberapa gejala ini bisa menjadi patokan orang tua sebelum membawa anak ke psikolog atau psikiater:

Keterlambatan belajar

Keterlambatan belajar atau dikenal dengan istilah slow learner merupakan salah satu gejala yang ditunjukkan oleh anak dengan gangguan perilaku. Keterlambatan belajar ini tentu bukan disebabkan oleh gangguan lainnya seperti gangguan indera dan fisik atau gangguan psikologis seperti disleksia, disgrafia, dan dyscalculia.

Pertemanan yang minim

Anak dengan gangguan perilaku umumnya akan dijauhi oleh anak-anak pada umumnya. Pasalnya, perilaku buruk seperti merusak atau mengusili anak lain membuat mereka dijauhi oleh teman-temannya. Selain itu, perilaku yang labil, emosional, dan berubah-ubah cenderung tidak bisa diterima oleh anak-anak pada umumnya.

Memiliki obsesi yang berlebihan

Anak dengan gangguan perilaku juga cenderung memiliki obsesi yang berlebihan. Contohnya, mereka akan membawa mainan favorit kemanapun mereka pergi. Mereka juga tidak akan membiarkan anak lain atau orang asing menyentuh mainan tersebut.

Mood yang labil

Anak dengan gangguan perilaku juga cenderung memiliki mood yang tidak stabil. Mereka akan marah dengan mudah, tiba-tiba merasa depresi, dan juga kecewa. Hal ini sering kali tidak didasari oleh sebab yang jelas.

Walaupun sekilas merupakan hal yang wajar terjadi pada anak-anak, namun perilaku ini bukan hal yang bisa diabaikan begitu saja. Macam-macam gangguan perilaku yang umum dialami anak adalah attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), autisme, oppositional defiant disorder (ODD), conduct disorder (CD), dan masih banyak lagi.

Jika anak menunjukkan gejala di atas, segera konsultasikan dengan psikolog atau membawa anak ke klinik tumbuh kembang terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Rasa Takut Terhadap Wanita Cantik. Ini Dia Gangguan Venustraphobia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Tidak Sekedar Nakal. Kenali Gangguan Perilaku Pada Anak — DeepTalk