Deeptalk.co.id – The spotlight effect atau efek sorotan memiliki kaitan dengan banyak bias psikologi yang berbeda. Kondisi psikologis ini pun juga bisa menyebabkan seseorang yang mengalaminya akan merasa tidak nyaman bahkan melumpuhkan. Bahkan yang paling bahaya the spotlight effect ini juga memiliki kaitan dengan beberapa gangguan kesehatan mental, salah satunya social anxiety.
Ada beragam bias psikologi yang berkaitan dengan efek sorotan. Salah satunya ada yang disebut efek keunikan-palsu, di mana Anda meremehkan sejauh mana orang lain membagikan atribut positif Anda. Ada juga pengaburan diri dan orang lain dalam fenomena psikologis terkait lainnya, ilusi transparasi yang mengacu pada kecenderungan Anda untuk melebih-lebihkan sejauh mana orang lain memahami atau merasakan keadaan mental pribadi Anda.
Pun ketika Anda dihadapkan pada saat berpidato di depan banyak orang, dan the spotlight effect ini menyerang dengan meyakinkan Anda bahwa social anxiety atau kesalahan yang Anda buat akan terlihat jelas di depan audience. Lalu saat itu selesai, Anda bertanya pada rekan-rekan Anda bahwa Anda sebenarnya baik-baik saja saat di depan tadi.
Efek sorotan bisa sangat mengganggu keseharian Anda. Namun dengan memahami bahwa Anda hampir tidak sepenting atau menjadi pusat perhatian seperti yang Anda pikirkan dapat membebaskan sekaligus merendahkan hati. Juga ketika Anda mengetahui kaitan antara the spotlight effect dengan social anxiety, Anda dapat mengenali langkah-langkah untuk mengurangi gangguan tersebut.
Penelitian Terkait

Tom Gilovich bersama rekannya dalam suatu penelitian untuk membuktikan fenomena the spotlight effect ini. Hasilnya banyak peserta studi yang terlalu melebih-lebihkan jumlah orang yang mungkin menyadari bajunya yang memalukan yang tengah mereka kenakan. Namun, menariknya ketika orang-orang diminta untuk melihat rekaman orang ketiga yang mengenakan baju memalukan, mereka memperkirakan jumlah orang yang melihat baju itu hampir tepat.
Ini menandakan bahwa apa yang tampaknya mengubah daya ingat baju di mata seseorang adalah diri mereka sendiri. Mereka merasa dirinya tampak istimewa, yang padahal itu hanya pada pandangannya sendiri.
Selain berefek pada penampilan yang Anda kenakan, efek sorotan juga dapat berlaku pada tindakan Anda. Studi yang sama pun menambahkan bahwa orang cenderung melebih-lebihkan seberapa banyak keunggulan yang diberikan rekan mereka dalam diskusi kelompok terhadap kinerja positif atau negatif mereka. Entah pekerjaan Anda baik atau tidak, Anda cenderung berpikir bahwa orang lebih memperhatikan kinerja Anda daripada yang sebenarnya mereka lakukan.
Ada dua cara akan gagasan tentang seberapa penting kinerja Anda bagi orang lain. Pertama, melebih-lebihkan seberapa terkesannya rekan kerja Anda dengan kinerja positif Anda dapat menyebabkan Anda memiliki sedikit rasa mementingkan diri sendiri yang berlebihan. Sedangkan yang kedua, memahami bahwa lebih sedikit orang daripada yang Anda sadari benar-benar peduli atau memperhatikan kinerja yang buruk atau kesalahan Anda, dapat memberikan Anda kebebasan lebih.
Pun sama halnya ketika Anda bertemu orang asing, apakah Anda langsung mengingat orang yang Anda temui beberapa hari terakhir itu? Pasti Anda tidak langsung mengenalinya dan bahkan mungkin tidak menyadari keberadaan orang asing tersebut, pun sebaliknya dengan mereka terhadap Anda. Mereka juga pastinya tidak langsung memperhatikan keberadaan Anda.
Kebenarannya adalah orang-orang terlalu sibuk memikirkan masalah mereka sendiri. Atau mereka juga khawatir tentang apa yang Anda pikirkan tentang mereka. Sehingga di kepala mereka tidak terdapat ruang pikiran untuk menyimpan memori baju apa yang dikenakan orang asing tersebut.
Baca juga: Abandonment Issue : Perasaan Ketika Takut Ditinggal Seseorang
The Spotlight Effect dan Social Anxiety

Melihat hasil penelitian sebelumnya, sebenarnya spotlight effect ini adalah kondisi yang umum dan normal terjadi. Banyak orang yang pernah mengalaminya, meskipun memang kondisi ini sangat mengganggu. Pun jika dibiarkan, efek sorotan bisa menandakan adanya gejala gangguan kesehatan mental lainnya atau bahkan hidup berdampingan dalam tubuh seseorang.
Seperti yang diungkapkan para ahli bahwa orang yang menderita social anxiety atau kecemasan sosial kadang-kadang dapat dilumpuhkan oleh the spotlight effect ini. Mereka yang mengalami social anxiety disorder mengalami gejala spotlight effect yang meningkat dan lebih sadar akan perilaku mereka.
Sehingga mereka sangat khawatir orang lain menilai mereka, yang dapat membuat mereka menghindari situasi sosial sama sekali. Mungkin ini akan lebih sulit bagi penderita sosial anxiety disorder untuk mengenali fakta bahwa mereka tidak menjadi pusat perhatian sebanyak yang mereka kira untuk mengatasi perasaan ini.
Social anxiety disorder adalah kondisi kesehatan mental di mana Anda merasakan gejala kecemasan fisik dan mental yang ekstrem dalam situasi sosial. Seseorang dengan social anxiety mungkin mengalami serangan panik, keringat berlebih, dan pikiran sadar diri berpacu saat bersosialisasi, misalnya.
Dalam bentuknya yang lebih patologis, efek sorotan juga dapat dikaitkan dengan delusi rujukan yang dimiliki banyak pasien psikosis. Seseorang dengan delusi referensi mungkin merasa seperti semua orang di kereta lokal yang mereka tumpangi sedang membicarakan mereka atau bahwa iklan di televisi mengirimkan pesan khusus kepada mereka.
Baca juga: 4 Tahap Menuju Emosi yang Lebih Matang
Sumber:
All Eyes on Us: The Spotlight Effect. (2023, May 1). Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/parenting-neuroscience-perspective/202206/all-eyes-us-the-spotlight-effect
Spotlight Effect: Are You Really at the Center of It All? (2023, March 10). Spotlight Effect: Are You Really at the Center of It All? https://www.betterup.com/blog/spotlight-effect
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



