Semua artikel
Kecerdasan

Terdapat 4 Pilar Kecerdasan Emosional Manusia, Apa Saja Itu?

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Kecerdasan emosional merupakan ide inti dalam model trauma-informed. Yakni jika kita ingin mewujudkan pemahaman, penyembuhan dan pertumbuhan serta membangun komunitas yang sadar akan trauma, maka kita harus merangkul pentingnya kecerdasan emosional. Untuk mendefinisikan kecerdasan emosional tersebut, terdapat Emotional and Social Competency Inventory (ESCI) oleh Daniel Goleman yang menjabarkannya dalam bentuk 4 pilar kecerdasan.

Kecerdasan emosional dapat diidentifikasikan sebagai kemampuan untuk mengenali dan mengelola emosi seorang individu. Kecerdasan tersebut mencakup cara manusia berhubungan dan berinteraksi satu sama lain serta merupakan karakteristik penting untuk menilai kepemimpinan seseorang. Selain itu, kecerdasan emosional dan sosial berfungsi juga sebagai prediktor keberhasilan hasil.

Emotional and Social Competency Inventory (ESCI) dikembangkan oleh Daniel Goleman, Richard Boyatzis, dan Korn Ferry Hay Group. Tes ini dibangun berdasarkan model kecerdasan emosional Goleman, yang mencakup 4 pilar utama kecerdasan yakni kesadaran diri, kesadaran sosial, manajemen diri, dan manajemen hubungan.

ESCI seperti tes kepribadian, namun lebih efektif jika data tidak dilaporkan sendiri atau ketika orang lain selain Anda yang mengisi tes tentang diri Anda. Terutama jika digunakan untuk menilai kecerdasan emosional organisasi. Tes ini membantu menilai keterampilan sosial-emosional yang merupakan kunci untuk menciptakan tempat kerja yang bebas dari trauma, termasuk manajemen konflik, empati, kesadaran, kemampuan beradaptasi, dan kerja sama tim. Semua sifat ini dikategorikan ke dalam empat “pilar” kecerdasan emosional.

Keempat pilar ini mewakili titik temu antara kesadaran dan tindakan Anda terhadap diri sendiri dan orang lain. Berikut 4 pilar dari kecerdasan tersebut, yakni:

Kesadaran Diri

Pilar pertama dari kecerdasan emosional adalah memperhatikan emosi Anda sendiri. Emosi sering kali terdiri dari dua bagian utama, yaitu komponen psikologis yang terdiri dari pikiran, sikap, dan keyakinan yang mendasari sebagian besar emosi kita, dan komponen fisik berupa sensasi tubuh yang sering kali menyertai berbagai kondisi emosi.

Kadang-kadang, hanya dengan lebih sadar akan kondisi emosional Anda beserta semua komponennya sudah cukup untuk mengelolanya dengan lebih baik. Dalam sebuah penelitian baru-baru ini, mereka menemukan bahwa memberi label pada emosi negatif dapat membantu Anda mengatasinya.

Lain kali ketika Anda merasakan emosi yang sangat kuat, cobalah untuk mundur sejenak dan amati emosi itu apa adanya. Tanyakan pada diri sendiri, “Apa yang saya rasakan? Apa yang saya pikirkan? Sensasi fisik apa yang saya alami dengan emosi ini?” Sedikit refleksi jujur tentang emosi Anda dapat benar-benar membantu Anda memahami diri Anda lebih baik dan bagaimana pikiran Anda bekerja.

Baca juga: People Pleaser: Kamu Merasa Tidak Enakan Ketika Seseorang Meminta Bantuan?

Manajemen Diri

Setelah Anda lebih sadar akan emosi Anda, pilar kecerdasan emosional berikutnya adalah belajar bagaimana merespons emosi dengan lebih baik. Tergantung pada situasinya, ada banyak strategi berbeda yang bisa Anda lakukan untuk mengatur emosi Anda dengan lebih baik.

Beberapa strategi ini meliputi:

  1. Menyalurkan emosi dengan cara yang baru dan konstruktif, seperti dengan berolahraga, menulis, atau melukis.
  2. Menghindari pemicu – seperti orang, situasi, atau lingkungan tertentu – yang cenderung memunculkan emosi negatif.
  3. Mencari pengalaman positif untuk membalikkan kebiasaan negatif (seperti menonton film komedi saat kita merasa sedih, atau mendengarkan musik yang memotivasi saat kita malas).
  4. Membalikkan emosi dengan melakukan hal yang berlawanan dengan apa yang Anda rasakan.
  5. Duduk dan mengamati emosi sebagai pengamat pasif, alih-alih bertindak secara impulsif.

Ini semua adalah strategi yang tersedia untuk membantu dalam mengatur emosi diri sendiri dengan lebih baik setiap hari. Pikirkan “kecerdasan emosional” sebagai semacam perangkat. Ada banyak cara berbeda untuk merespons emosi tertentu, dan tidak semua alat akan bekerja tergantung pada situasinya.

Semakin Anda cerdas secara emosional, semakin baik Anda dalam memutuskan cara terbaik untuk merespons suatu emosi. Namun, hal ini membutuhkan latihan dan kesadaran yang mantap untuk benar-benar mengubah sirkuit saraf Anda secara permanen.

Empati

Memahami emosi Anda sendiri adalah setengah dari kecerdasan emosional, lalu setengahnya lagi adalah dengan memahami emosi orang lain. Ketika Anda meningkatkan kesadaran diri, Anda juga meningkatkan kesadaran orang lain. Anda pun belajar bahwa terkadang ada perbedaan antara pikiran dan perasaan Anda sendiri dengan perasaan orang lain.

Empati menjadi kemampuan untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang orang lain dan mempertimbangkan pikiran serta perasaan akan suatu pengalaman. Namun tentu saja Anda tidak akan pernah bisa memahami sepenuhnya isi pikiran orang lain. Meskipun demikian, Anda masih dapat secara aktif mempelajari pikiran dan perasaan batin seseorang dengan memperhatikan apa yang mereka komunikasikan secara verbal dan non-verbal.

Bisa juga empati menjadi semacam “membaca pikiran”, tetapi empati didasarkan pada pengambilan kesimpulan tentang dunia internal seseorang berdasarkan tindakan eksternal mereka. Salah satu alat yang dapat meningkatkan empati ialah dengan pengambilan perspektif. Ini adalah latihan mental di mana Anda benar-benar membayangkan diri Anda mengalami suatu situasi dari sudut pandang orang lain untuk lebih memahami mereka. 

Keterampilan Sosial

Setelah Anda memahami emosi diri sendiri dan orang lain, pertanyaan selanjutnya adalah “Bagaimana cara menanggapi emosi orang lain?” Di sinilah keterampilan sosial berperan sebagai pilar terakhir dari kecerdasan emosional.

Pertama, pahamilah bahwa banyak dari dunia emosional kita yang memiliki komponen sosial di dalamnya. Oleh karena itu, untuk membangun hubungan yang sehat, penting juga untuk peka terhadap emosi orang lain, terutama bagaimana mereka merespons tindakan dan ucapan diri sendiri.

Jika tindakan Anda menyebabkan emosi negatif pada orang lain, maka hal itu dapat merusak hubungan dan kemampuan Anda untuk terhubung dengan orang lain dengan cara yang bermakna. Menumbuhkan emosi positif, seperti kegembiraan, optimisme, kegembiraan, dan humor adalah kunci untuk menjalin hubungan dengan orang lain dengan cara yang kuat dan langgeng.

Dengan cara yang sama seperti emosi orang lain memengaruhi kita, emosi kita memengaruhi orang lain. Jadi, jika Anda menjalani hidup dengan sikap yang umumnya positif, hal itu akan menular kepada orang-orang yang berinteraksi dengan Anda. Aspek keterampilan sosial dari kecerdasan emosional adalah tentang menjadi “pemimpin emosional”. Namun, Anda perlu berlatih untuk mengubah orang-orang yang negatif dengan terlebih dahulu bersikap positif pada diri Anda sendiri.

Baca juga: Tips Untuk Mengetahui dan Mengenali Kepribadian Diri Anda

 

Sumber:

Chefalo, S. (2023). The Four Pillars of Emotional Intelligence. PACEsConnection. https://www.pacesconnection.com/blog/the-four-pillars-of-emotional-intelligence

Ceruto, S. (2023, June 3). The 4 Fundamental Pillars of Emotional Intelligence. MindLAB Neuroscience | Dr. Sydney Ceruto. https://mindlabneuroscience.com/self-improvement-coaching/the-4-fundamental-pillars-of-emotional-intelligence/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Terdapat 4 Pilar Kecerdasan Emosional Manusia, Apa Saja Itu? — DeepTalk