Deeptalk.co.id – Apakah kamu pernah menyakiti diri sendiri? Jika tidak, maka mental yang kamu miliki sudah cukup baik. Beberapa orang menyakiti dirinya sendiri untuk sekedar menjadikan hal tersebut sebagai pelarian. Kegiatan menyakiti diri sendiri juga dikenal dengan istilah self harm.
Banyak orang yang tidak bisa melampiaskan emosi yang dirasakan secara tepat. Tidak heran beberapa orang memilih untuk melakukan self harm sebagai media pelampiasan emosi yang dirasakan.
Mereka yang terlihat baik-baik saja dalam menjalani hidup bukan berarti tidak memiliki masalah apapun. Bisa jadi pelampiasan emosinya bukan dengan marah yang meledak-ledak, melainkan dengan menyakiti diri sendiri.
Tindakan self harm dilakukan atas dasar kesadaran. Hal ini dilakukan untuk mengalihkan rasa sakit yang ada dalam hatinya ke rasa sakit pada tubuhnya. Tidak jarang tindakan ini membuat seseorang yang sering melakukan self harm meninggalkan bekas-bekas luka pada tubuhnya.
Walaupun siapa saja bisa melakukan self harm, namun umumnya tindakan ini dilakukan oleh remaja yang masih memiliki emosi labil.
Bentuk Tindakan Self Harm

Walaupun dilakukan secara sadar, namun terdapat beberapa bentuk tindakan yang sangat umum dilakukan oleh setiap orang. Saking umumnya, tindakan ini sering kali diabaikan. Padahal, tindakan tersebut termasuk tindakan self harm. Berikut beberapa tindakan yang dimaksud:
Mencabuti rambut
Pernahkah kamu menikmati kegiatan mencabuti rambut sendiri satu persatu? Atau saat banyak pikiran kamu cenderung mencabuti rambut mu satu per satu? Tanpa kamu sadari, kamu sudah melakukan salah satu bentuk dari self harm.
Rambut merupakan bagian dari tubuh. Saat mencabut rambut, kamu akan merasa sedikit sakit. Walaupun rasa sakit yang ditimbulkan tidak separah saat kamu menggoreskan kaca ke lengan, namun hal ini tidak akan menyelesaikan masalah mu. Justru bisa membuat kamu mengalami kebotakan.
Mogok makan
Kata siapa melakukan self harm harus mengalirkan darah dari tubuh mu? Dengan kamu mogok makan atau tidak makan, kamu sudah melakukan salah satu tindakan self harm. Saat kamu mogok makan, tubuh mu akan kekurangan nutrisi dan kamu akan kehilangan sumber energi. Hal ini akan membuat kamu mengundang berbagai jenis penyakit. Bukankah ini tindakan menyakiti diri sendiri juga?
Berpikiran negatif
Siapa nih yang suka overthinking tiap malam? Tahukah kamu bahwa kebiasaan itu merupakan bentuk dari self harm. Menyakiti diri sendiri bukan hanya berbicara tentang menyakiti secara fisik, melainkan juga secara mental.
Saat kamu membuat dirimu tenggelam dalam pikiran-pikiran yang belum tentu terjadi, otak mu akan bekerja lebih keras. Hasilnya, kamu akan kelelahan secara mental. Mental yang tidak baik-baik saja akan mengganggu kesehatan fisi mu juga.
Memukul kepala
Saat pusing atau bingung memikirkan sesuatu, beberapa orang cenderung memukul-mukul kepala secara sadar. Hal ini diharapkan mampu membuat otak berjalan dengan lancar. Sayangnya, bukannya membuat kamu mendapatkan solusi dari permasalahan, tindakan tersebut justru dapat membahayakan kepala dan otakmu.
Menggigit kuku / kulit disekitar kuku
Beberapa orang akan menggigit jari saat merasa cemas, stress, atau merasa panik. Tindakan tersebut dilakukan untuk sedikit mengurangi perasaan tersebut. Sayangnya, menggigit kuku atau kulit disekitar kuku dapat membuat jari mu terluka. Walaupun sudah menjadi kebiasaan, kamu perlu belajar menghindari tindakan tersebut.
Baca juga: Personality Disorder: Seberapa Serius Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif?
Tips Terbebas Dari Kebiasaan Self Harm

Untuk terbebas dari kebiasaan menyakiti diri sendiri, kamu harus mulai dari memahami bahwa tindakan tersebut hanya mendatangkan dampak negatif untuk dirimu sendiri. Selain itu, kamu perlu belajar mengekspresikan emosi sesuai dengan yang kamu rasakan. Berikut beberapa tindakan yang bisa kamu coba:
Mengekspresikan perasaan
Dari pada menyakiti diri sendiri, tidak ada salahnya untuk menangis saat kamu merasa sedih. Menangis merupakan bentuk dari mengekspresikan perasaan, setelah mulai merasa legah, kamu bisa kembali menjalankan kegiatan mu seperti sedia kala.
Lakukan hobi
Kamu juga mengekspresikan emosi melalui hobi. Misalnya, jika kamu suka menyanyi maka bernyanyilah sebagai bentuk pelampiasan emosi. Hal ini akan lebih baik dibanding kamu menyakiti diri sendiri.
Curhat
Alih-alih melukai diri sendiri, kamu bisa mencari tempat curhat terbaik untuk meluapkan perasaan yang kamu alami. Kamu bisa bercerita dengan orang tua, saudara, atau sahabat. Selain merasa legah, kamu juga bisa mendapat solusi dari mereka.
Konseling
Jika kamu merasa membutuhkan bantuan profesional, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog. Psikolog akan membantu kamu menemukan solusi terbaik dari permasalahan yang sedang kamu hadapi.
Cerita yang kamu bagikan dengan psikolog juga akan aman. Mereka sudah bersumpah untuk menjaga kerahasiaan pasiennya. Lagipula, konsultasi dengan psikolog tidak perlu menunggu kamu mengalami gangguan mental.
Setelah membaca artikel ini, diharapkan kamu untuk tidak melakukan bentuk apapun dari self harm. Lakukanlah hal-hal positif agar kamu menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Personality Disorder: Mengenal Ciri-Ciri Gangguan Kepribadian Dependen



