Deeptalk.co.id – Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan gangguan autis atau autisme. Hal tersebut tidak mengherankan mengingat cukup banyak kasus anak menderita gangguan autis. Sayangnya, hingga saat ini belum bisa diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab seseorang mengalami gangguan autis.
Selain belum diketahui penyebab pastinya, pengobatan yang dapat memulihkan gangguan ini juga belum ditemukan. Meski demikian, terdapat banyak penanganan yang bisa dilakukan agar anak bisa tumbuh dengan mandiri.
Gangguan autis atau dalam istilah medis dikenal dengan autism spectrum disorder (ASD) merupakan gangguan pada fungsi otak dan saraf. Gangguan tersebut membuat anak mengalami hambatan dalam interaksi sosial dan perilakunya.
Ciri-Ciri Gangguan Autis

Agar dapat memasatikan anak autis dapat tumbuh dan berkembang dengan normal, ada baiknya untuk menyadari gangguan tersebut sedini mungkin. Tujuannya agar orang tua dapat memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kebutuhan anak. Gejala autis sendiri biasanya akan benar-benar terdeteksi sejak usia 2 hingga 4 tahun. Meski demikian, terdapat beberapa gejala yang bisa dideteksi sejak anak masih bayi.
Ciri-ciri setiap anak autis bisa jadi berbeda-beda antara satu dan yang lain. Meski demikian, banyak para ahli yang sepakat bahwa secara umum ciri anak autis dapat dilihat dari tiga hal, yaitu keterampilan komunikasi dan interaksi sosial, perilaku berulang, dan juga terdapat beberapa karakteristik lain.
Keterampilan komunikasi dan interaksi sosial yang kurang pada anak autis sering kali menjadi kendala bagi orang tua untuk memastikan anak melalui proses tumbuh kembang dengan baik atau tidak. Contoh minimnya keterampilan komunikasi dan interaksi sosial ini berupa perilaku menghindar dan menghindari kontak mata.
Perilaku berulang pada anak autis sudah menjadi ciri yang sangat umum diketahui oleh masyarakat. Pasalnya, perilaku tersebut memang hampir dialami oleh semua penderita ASD. Contoh perilaku berulang ini bisa berupa mengulangi kata yang sama berkali-kali, bermain dengan cara yang sama setiap saat, atau menjejer mainan dengan urutan tertentu dan akan marah jika ada yang merubah susunannya.
Karakteristik lain dalam ciri-ciri anak autis adalah mengalami keterlambatan kemampuan bahasa, motorik, dan kognitif pada anak. Selain itu, adanya perilaku hyperaktif, gangguan epilepsi, kebiasaan makan dan tidur yang tidak biasa, sering mengalami masalah pencernaan, cemas, dan rasa takut yang berlebihan.
Agar bisa mengetahui ciri-ciri anak autis sejak dini, berikut ciri-ciri yang muncul sesuai dengan usia anak:
Usia 2 bulan
Walaupun usia ini masih terlalu dini untuk memastikan anak mengalami gangguan autis atau tidak, namun jika anak tidak menanggapi suara keras, tidak mengamati benda bergerak, tidak tersenyum pada orang lain, tidak memasukkan tangan ke dalam mulut, dan tidak mengangkat kepala saat berbaring telungkup, ada baiknya orang tua memeriksakan anak ke dokter atau klinik tumbuh kembang terdekat.
Usia 4 bulan
Anak usia 4 bulan seharusnya bisa mengeluarkan suara, membawa benda ke mulutnya, menatap ke segala arah. Jika anak tidak melakukan hal tersebut, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.
Usia 6 bulan
Jika akan usia 6 bulan tidak dapat menjangkau objek, menunjukkan rasa kasih sayang, menanggapi suara di sekitar, membuat suara vokal, dan tertawa, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter atau klinik tumbuh kembang terdekat.
Baca juga: Emosi Naik Turun Pasca Melahirkan? Berikut Penjelasannya
Usia 9 bulan
Anak usia 9 bulan umumnya akan melihat ke arah yang ditunjukkan, menanggapi saat namanya dipanggil, mengoceh, mengenali orang lain, duduk tanpa bantuan, bermain game bolak-balik, dan memindahkan mainan di antara tangan mereka. Jika anak belum menunjukkan hal-hal tersebut, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter atau klinik tumbuh kembang terdekat.
Usia 12 bulan
Pada usia ini, anak yang tidak merespon saat namanya dipanggil, jarang menunjukkan gestur tertentu, sulit tidur atau mengalami gangguan tidur, memiliki ekspresi yang datar, respon negatif terhadap informasi sensorik, sering mengulangi gerakan, menghindari kontak mata, suka menyendiri, terlambat berbicara, hiperaktif, kesulitan belajar di bidang tertentu, dan memiliki minat yang tidak biasa, bisa menjadi ciri anak mengalami gangguan autis.
Usia 18 bulan
Ciri anak autis pada usia ini yaitu tidak mengenali benda yang sudah dikenali sebelumnya, tidak meniru orang lain, menggunakan kalimat dibawah 6 kata, tidak menunjukkan kemampuan belajar, tidak menunjukkan kesedihan saat ditinggal orang tua atau pengasuh, dan keterlambatan dalam berjalan.
Usia 24 bulan
Pada usia ini seharusnya orang tua sudah bisa memprediksi gangguan autis secara lebih mudah. Orang tua bisa melihat ciri-ciri berdasarkan keterampilan komunikasi dan interaksi sosial, perilaku berulang, dan juga terdapat beberapa karakteristik lain yang sudah dijelaskan di atas.
Meski demikian, ciri-ciri dari gangguan autis memiliki banyak kesamaan dengan gangguan lainnya seperti sindrom asperger, gangguan perkembangan, dan masih banyak lagi. Untuk itu agar dapat memastikan kondisi anak, sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.
Diagnosis yang tepat akan membantu menentukan penanganan yang tepat juga untuk anak. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Emosi Naik Turun Pasca Melahirkan? Berikut Penjelasannya



