Semua artikel
Emosi

Tanda-Tanda Anda Menjadi Korban Manipulasi Emosional dalam Hubungan

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Tanpa kita sadari, pelaku manipulasi emosional itu ada dimana saja. Bahkan banyak orang yang terjebak menjalin hubungan dengan pelaku manipulasi emosional. Kondisi tersebut tidak jarang menciptakan hubungan yang toxic. Maka dari itu, kita perlu kenal seperti apa pelaku manipulasi emosional itu.

Manipulasi emosional adalah perilaku dimana seseorang dengan sengaja mempengaruhi korbannya dengan tujuan untuk mengendalikan atau mengontrol perasaan dalam konteks yang tidak sehat. Manipulasi emosional bisa terjadi dalam konteks apapun. Namun kali ini kita akan fokus membahas manipulasi emosional dalam konteks hubungan asmara.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami masalah kesehatan mental, cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Manipulasi Emosional dalam Hubungan Asmara

Manipulasi emosional dalam hubungan asmara bisa berujung pada hubungan yang toxic. Pasalnya, satu pihak akan memanfaatkan, mengontrol, dan memanipulasi pihak lainnya. Dalam konteks ini, pelaku manipulasi emosional akan memanfaatkan cinta, rasa bersalah, takut kehilangan, dan kebutuhan emosional korbannya.

Manipulasi emosional dalam hubungan asmara merupakan bentuk kekerasan terselubung. Pelaku tidak secara langsung melukai korbannya. Melainkan dengan merusak mental dan kondisi emosional sang korban. Bisa dikatakan bahwa manipulasi emosional dalam hubungan asmara sama buruknya dengan kekerasan fisik. Dalam beberapa kasus, manipulasi emosional bisa berujung pada kekerasan verbal, fisik, dan tentunya emosional.

Pelaku manipulasi emosional dalam hubungan asmara pada umumnya akan menunjukan beberapa ciri-ciri berikut:

  • Sering menyalahkan pasangan dalam setiap permasalahan yang dihadapi. Walaupun pasangannya tidak salah, atau bahkan dirinya sendiri yang melakukan kesalahan.

  • Memanfaatkan rasa bersalah pasangannya untuk mempengaruhi keputusan pasangannya, atau untuk membuat pasangannya melakukan apa yang diinginkannya.

  • Mengontrol atau bahkan membatasi aktivitas sosialnya. Termasuk menjalin hubungan dengan teman dekat, keluarga, atau orang-orang terdekat pasangannya.

Baca juga: Mengapa Kita Rentan terhadap Manipulasi Emosional? Tinjauan Psikologis

Tanda-Tanda Seseorang Menjadi Korban Manipulasi Emosional dalam Hubungan Asmara

Pelaku manipulasi emosional merupakan sosok yang tidak terduga. Pasalnya mereka adalah orang-orang yang cerdik, licik, dan tentunya manipulatif. Maka dari itu, jika kamu mengalami tanda-tanda korban manipulasi emosional cobalah untuk setidaknya mendapatkan dukungan sosial dari orang lain. Berikut beberapa tanda-tanda seseorang menjadi korban manipulasi emosional:

Sering merasa bingung atau tidak percaya diri

Tanda pertama saat seseorang menjadi korban manipulasi emosional dalam hubungan asmara adalah mulai sering merasa bingung, dan kehilangan rasa percaya dirinya. Dalam kasus ini, korban mulai mempertanyakan ingatan, perasaan, dan realitas yang ada. Pasalnya, pelaku mulai memberikan doktrin-doktrin untuk memutar balikan fakta yang ada. Tidak hanya itu, pelaku akan membuat korban tidak percaya diri dan selalu bergantung padanya.

Merasa bersalah secara berlebihan

Tanda kedua saat seseorang menjadi korban manipulasi emosional dalam hubungan asmara adalah selalu merasa bersalah secara berlebihan. Korban akan cenderung meminta maaf untuk segala hal. Termasuk meminta maaf untuk hal-hal yang tidak diperbuat. Korban juga akan merasa bertanggung jawab atas segala kesalahan pelaku.

Takut mengungkapkan pendapat

Tanda ketiga saat seseorang menjadi korban manipulasi emosional dalam hubungan asmara adalah terlalu takut untuk sekedar mengungkapkan pendapatnya. Tanda ketiga ini ada hubungannya dengan hilangnya rasa percaya diri. Selain itu, korban juga takut kalau pelaku akan marah atau menolak pendapatnya.

Isolasi sosial

Tanda keempat saat seseorang menjadi korban manipulasi emosional dalam hubungan asmara adalah mengalami isolasi sosial. Pasalnya, pelaku akan secara pelan-pelan menjauhkan korban dengan orang-orang terdekatnya. Upaya tersebut dilakukan agar korban tidak memiliki support system lain, dan juga agar pelaku bisa dengan bebas mempengaruhi korban tanpa ada campur tangan orang lain.

Selalu mendapatkan kritikan secara halus

Tanda kelima saat seseorang menjadi korban manipulasi emosional dalam hubungan asmara adalah selalu dikritik dan bahkan diremehkan secara halus. Dalam kasus ini pelaku sering kali menggunakan kata “humor” atau “bercanda” dari setiap kritikan maupun upaya meremehkan pasangannya. Pelaku biasanya menggunakan kalimat “hanya bercanda”, atau “ jangan terlalu diambil hati, aku hanya bercanda”.

Mendapatkan kasih sayang yang sangat besar hanya di awal hubungan saja

Tanda keenam saat seseorang menjadi korban manipulasi emosional dalam hubungan asmara adalah hanya mendapatkan kasih sayang yang besar di awal hubungan. Tujuan pelaku adalah untuk sesegera mungkin mendapatkan hati dan kepercayaan korban. Saat korban sudah sangat tergantung, maka pelaku akan bertindak seenaknya. Termasuk melakukan kekerasan fisik, mental, emosional, bahkan seksual. Kondisi semacam ini dikenal dengan istilah love bombing.

Itu dia sedikit penjelasan tentang manipulasi emosional dalam hubungan asmara, dan ciri-ciri dari korban kondisi tersebut. Jika kamu mengalami beberapa ciri-ciri di atas dalam menjalin hubungan. Maka berusahalah untuk keluar dari hubungan tersebut. Jangan lupa untuk melakukan konsultasi psikologis agar tidak ada luka mental yang tak terobati. Jika bingung hendak berkonsultasi dimana, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Gaslighting dan Bentuk Manipulasi Emosional Lainnya dalam Relasi Interpersonal

 

Sumber:

Stark, E. (2007). Coercive Control: How Men Entrap Women in Personal Life. Oxford University Press.
Forward, S. (1997). Emotional Blackmail: When the People in Your Life Use Fear, Obligation, and Guilt to Manipulate You. HarperCollins.
Thomas, S. (2016). Healing from Hidden Abuse: A Journey Through the Stages of Recovery from Psychological Abuse. MAST Publishing.
Bancroft, L. (2002). Why Does He Do That? Inside the Minds of Angry and Controlling Men. Berkley Books.

Herman, J. L. (1992). Trauma and Recovery: The Aftermath of Violence—from Domestic Abuse to Political Terror. Basic Books.
Walker, L. E. (1979). The Battered Woman. Harper and Row.



MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Tanda-Tanda Anda Menjadi Korban Manipulasi Emosional dalam Hubungan — DeepTalk