Deeptalk.co.id – Kesedihan adalah salah satu emosi manusia yang sering dialami ketika menghadapi peristiwa yang menyakitkan atau kehilangan orang yang dicintai. Meskipun kesedihan adalah emosi yang normal dan alami, namun terkadang kesedihan yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan mental dan menyebabkan depresi.
Dalam psikologi, terdapat beberapa tahap atau fase kesedihan yang umum dialami oleh seseorang ketika menghadapi peristiwa yang menyakitkan atau kehilangan orang yang dicintai. Tahapan-tahapan ini dijelaskan oleh tokoh psikologi bernama Elisabeth Kubler-Ross dalam bukunya yang berjudul “On Death and Dying”. Tahapan-tahapan tersebut antara lain: denial, anger, bargaining, depression, dan acceptance.
Tahapan atau Fase Kesedihan

1. Denial (Penyangkalan)
Tahap pertama kesedihan adalah denial atau penyangkalan. Pada tahap ini, seseorang tidak menerima kenyataan bahwa dirinya atau orang yang dicintainya mengalami kehilangan atau peristiwa yang menyakitkan. Seseorang dapat menyangkal kenyataan ini dengan berbagai cara, seperti menolak untuk berbicara tentang peristiwa tersebut atau menganggap bahwa peristiwa tersebut tidak terjadi.
2. Anger (Marah)
Setelah melewati tahap denial, seseorang kemudian mengalami tahap marah atau anger. Pada tahap ini, seseorang mulai menyadari bahwa dirinya atau orang yang dicintainya mengalami kehilangan atau peristiwa yang menyakitkan, namun masih merasa marah dan tidak menerima kenyataan tersebut. Marah yang dirasakan oleh seseorang pada tahap ini bisa ditujukan kepada dirinya sendiri, orang lain, atau bahkan kepada Tuhan.
3. Bargaining (Tawar-menawar)
Setelah mengalami tahap marah, seseorang kemudian memasuki tahap tawar-menawar atau bargaining. Pada tahap ini, seseorang berusaha mencari cara untuk memperbaiki situasi atau mengurangi kesedihan yang dirasakan. Seseorang dapat melakukan tawar-menawar dengan Tuhan atau meminta pertolongan kepada orang lain untuk memperbaiki situasi yang ada.
4. Depression (Depresi)
Tahap selanjutnya dari kesedihan adalah depresi atau depression. Pada tahap ini, seseorang mulai merasa sedih dan putus asa akibat kehilangan atau peristiwa yang menyakitkan yang dialaminya. Seseorang mungkin merasa kehilangan energi, mengalami kesulitan tidur, merasa tidak berdaya, dan kehilangan minat pada kegiatan yang biasanya disukainya.
5. Acceptance (Penerimaan)
Tahap terakhir dari kesedihan adalah penerimaan atau acceptance. Pada tahap ini, seseorang mulai menerima kenyataan bahwa dirinya atau orang yang dicintainya mengalami kehilangan atau peristiwa yang menyakitkan, dan mulai mencari cara untuk menghadapinya. Seseorang dapat memulai proses penyembuhan dan mencoba untuk memulai kehidupan yang baru.
Baca juga: Quarter Life Crisis dan Bentuk Tantangan yang Akan Dihadapi
Contoh dari Fase Kesedihan

Berikut adalah contoh cerita yang menggambarkan tahapan kesedihan:
Tahap 1: Penyangkalan
Sinta adalah seorang gadis remaja yang sangat dekat dengan ayahnya. Namun, tiba-tiba saja ayahnya meninggal dunia karena sakit yang dideritanya. Sinta tidak ingin mempercayai kenyataan bahwa ayahnya telah pergi untuk selamanya. Dia berpikir bahwa ayahnya hanya pergi sejenak untuk melakukan perjalanan bisnis, dan pasti akan kembali dalam waktu dekat.
Tahap 2: Kemarahan
Setelah beberapa hari, Sinta mulai merasakan kemarahan yang besar karena kehilangan ayahnya. Dia merasa bahwa ini adalah kejadian yang sangat tidak adil dan merasa marah pada segala hal di sekitarnya. Dia sering merasa kesal dan frustasi, dan tidak bisa mengontrol amarahnya.
Tahap 3: Tawar – menawar
Sinta mulai mencari-cari cara untuk mengembalikan ayahnya dan mencoba melakukan penawaran kepada alam atau Tuhan agar bisa membawa ayahnya kembali. Dia berjanji akan melakukan apa saja jika saja ayahnya bisa hidup kembali.
Tahap 4: Depresi
Sinta mulai merasakan kesedihan yang sangat dalam. Dia merasa kehilangan ayahnya sangat besar, dan tidak bisa menerima kenyataan bahwa ayahnya tidak akan pernah kembali. Dia sering menangis dan merasa tidak berdaya dalam menghadapi kehilangan ini.
Tahap 5: Penerimaan
Setelah beberapa waktu, Sinta mulai menerima kenyataan bahwa ayahnya telah pergi selamanya. Dia menyadari bahwa tidak ada yang bisa dilakukannya untuk mengembalikan ayahnya, dan mulai memfokuskan perhatiannya pada kenangan indah bersama ayahnya. Meskipun sedih, Sinta mulai menemukan kedamaian dan menerima kenyataan bahwa ayahnya telah pergi.
Contoh cerita di atas menggambarkan tahapan kesedihan yang dialami oleh Sinta setelah kehilangan ayahnya. Pada tahap penyangkalan. Sinta tidak ingin mempercayai kenyataan bahwa ayahnya telah pergi. Pada tahap kemarahan. Sinta merasa marah dan kesal karena kehilangan ayahnya. Pada tahap penawaran. Sinta mencoba melakukan penawaran kepada alam atau Tuhan agar bisa membawa ayahnya kembali. Pada tahap depresi. Sinta merasakan kesedihan yang sangat dalam. Namun, pada tahap penerimaan. Sinta mulai menerima kenyataan bahwa ayahnya telah pergi dan memfokuskan perhatiannya pada kenangan indah bersama ayahnya.
Penting untuk diingat bahwa setiap orang merespons kesedihan dengan cara yang berbeda-beda dan tidak semua orang mengalami setiap tahapan dengan cara yang sama. Namun, memahami tahapan ini dapat membantu kita mengatasi kesedihan dengan lebih efektif dan memperoleh pemulihan yang lebih baik. Selalu ingatlah bahwa kesedihan adalah bagian alami dari hidup dan dengan dukungan dari orang yang kita percayai dan kekuatan dalam diri kita sendiri, kita dapat bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.
Baca juga: Quarter Life Crisis dan Bentuk Tantangan yang Akan Dihadapi
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



