Deeptalk.co.id – Demi kualitas hidup dan kesejahteraan di masa depan, penting bagi kita untuk peduli dengan kesehatan mental pada anak. Sama halnya dengan fisik, mental juga membutuhkan perhatian agar tetap sehat dengan perawatan yang serius pula. Namun sayangnya, masih banyak orang dewasa yang menganggap kesehatan mental anak sebagai hal yang sepele dan diremehkan.
Masalah kesehatan mental pada anak dapat muncul dari berbagai faktor, seperti tekanan akademik, kecemasan, stres, dan masalah dalam keluarga. Jika tidak ditangani dengan baik, masalah kesehatan mental ini dapat mempengaruhi perkembangan dan kesejahteraan anak secara keseluruhan.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua, guru, dan masyarakat umum untuk memahami pentingnya kesehatan mental anak. Sehingga bisa tahu dalam mengatasi masalah yang muncul. Memahami kesehatan mental anak juga membantu kita menghindari stigmatisasi dan diskriminasi terkait dengan masalah kesehatan mental.
Hal ini penting untuk memastikan anak-anak mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk berkembang secara maksimal dan meraih potensi terbaiknya dalam hidup.

Mengapa Banyak Masyarakat Menganggap Sepele Kesehatan Mental Anak?
Ada beragam stereotip dan pandangan dari masyarakat terkait kesehatan mental pada anak. Beragam pandangan tersebut pun membuat kesehatan mental anak sering diremehkan hingga mendapat kurang perhatian dari masyarakat, termasuk orang tuanya sendiri.
Padahal, kesehatan mental anak sangat penting untuk mendukung perkembangan mereka secara optimal. Namun, hal ini terhambat akibat banyaknya stigma negatif dan diskriminatif akan kesehatan mental pada anak-anak.
Kurangnya pemahaman tentang pentingnya kesehatan mental di kehidupan sehari-hari menjadi salah satu pendorong dari beragam stereotip dan diskriminatif yang menyepelekan kesehatan mental anak.
Banyak orang yang masih berpikir bahwa masalah kesehatan mental hanya terjadi pada orang dewasa. Seperti mengalami stres berlebihan, depresi, atau gangguan kecemasan. Selain itu, stigma negatif ini juga dapat berasal dari pandangan bahwa anak-anak sudah pasti bahagia dan bebas dari masalah.
Padahal, anak-anak juga dapat mengalami masalah kesehatan mental seperti kecemasan, gangguan perilaku, dan depresi. Orangtua atau masyarakat yang berpikir demikian cenderung mengabaikan tanda-tanda masalah kesehatan mental pada anak, atau bahkan memaksakan anak untuk selalu tersenyum dan menahan emosi mereka. Sehingga pandangan demikian yang dapat memperburuk kondisi anak dan mengganggu perkembangan kesehatan mental mereka di masa depan.
Tak hanya itu, beberapa orang juga masih beranggapan bahwa masalah kesehatan mental adalah masalah yang dapat disembuhkan dengan sendirinya. Atau hanya dibutuhkan “ketegaran” atau “kekuatan mental” saja untuk mengatasinya.
Ada juga yang menganggap bahwa masalah kesehatan mental adalah tanda kelemahan atau kegagalan, dan orang yang mengalami masalah tersebut dianggap “gila” atau “tidak normal”. Sehingga orang tua atau anggota keluarga yang memiliki anak dengan masalah kesehatan mental menjadi enggan untuk membicarakan masalah tersebut dan mencari bantuan.
Akibat dari beragam pandangan negatif tersebut, tanda-tanda adanya gangguan pada kesehatan mental anak pun sering tidak disadari. Ini juga membuat anak merasa kesepian dan tidak diterima oleh masyarakat. Anak-anak yang mengalami masalah kesehatan mental pun seringkali mengalami diskriminasi dan bullying dari teman-teman mereka, sehingga membuat mereka merasa semakin terisolasi dan sulit untuk meminta bantuan.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meningkatkan pemahaman tentang kesehatan mental anak dan menghilangkan stigma terhadap masalah kesehatan mental. WHO pun memperingatkan bahwa jika hal ini tidak ditangani, gangguan mental dapat memiliki dampak negatif yang luas pada perkembangan, pencapaian pendidikan, dan transisi remaja ke masa dewasa.
Kita juga perlu memberikan dukungan dan bantuan kepada anak-anak yang mengalami masalah kesehatan mental. Serta mengajarkan cara-cara yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan begitu, kita dapat membantu anak-anak untuk memiliki kesehatan mental yang baik dan berkembang secara optimal.
Baca juga: Mengakui Gaslighting: Membuang Rasa Bersalah dari Korban
Pentingnya Peduli Pada Kesehatan Mental Anak
Sehat secara mental berarti seorang anak mampu mengatasi stres dalam situasi apapun. Baik ketika bersekolah, bermain di rumah dan di masyarakat tanpa merasa marah, cemas atau tertekan. Peduli akan pentingnya kesehatan mental anak sejak dini akan berguna bagi perkembangan anak demi mencapai potensi penuhnya.
Gangguan jiwa pada seseorang seringkali tidak berkembang dengan sendirinya. Melainkan dipicu oleh perubahan atau kejadian traumatis yang terjadi pada kehidupan masa kanak-kanaknya. Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan gangguan mental umum yang mungkin terjadi pada anak usia dini meliputi kecemasan, depresi, menyakiti diri sendiri, gangguan pemusatan perhatian/hiperaktif, gangguan obsesif-kompulsif, atau gangguan stres pascatrauma (PTSD).
Beberapa perubahan penting dalam kehidupan seorang anak juga kemungkinan dapat menyebabkan perubahan kesehatan menyalnya, termasuk seperti ketika mulai sekolah atau pindah rumah. Selain itu, ada juga fase pubertas yang dapat menimbulkan gejolak emosi dan fisik bagi seorang anak, hingga menciptakan kerentanan tertentu terhadap masalah kejiwaan. Ada juga peristiwa traumatis yang mungkin meninggalkan gangguan kesehatan mental pada anak, misal perceraian orang tua, kehilangan orang yang dicintai hingga bencana alam, kekerasan, dan perang.
Baca juga: Memahami Bagaimana Bullying Mempengaruhi Kesehatan Mental
Sumber:
Olivier. (2018, October 10). Children’s Mental Wellbeing: A Global Public Health Challenge – Humanium. Humanium. https://www.humanium.org/en/childrens-mental-wellbeing/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



