Semua artikel
Emosi

Sulit Merasa Bahagia? Waspada Gejala Anhedonia

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Anhedonia adalah kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan dalam merasakan dan mengekspresikan kebahagiaan yang mereka alami. Seorang penderita anhedonia hidup dalam perasaan hampa, tidak nyaman, serta membosankan.

Sekilas kondisi anhedonia memang tampak mirip dengan perasaan bosan pada umumnya. Meski demikian, kondisi yang dialami oleh penderita berbeda dengan perasaan bosan. Perasaan bosan bisa hilang begitu saja, terutama saat seseorang menemukan aktivitas yang dianggap menyenangkan. Sedangkan pada kondisi anhedonia, perasaan tersebut tidak hilang walau sedang dalam aktivitas yang disenangi.

Kondisi anhedonia juga berbeda dengan depresi. Melainkan, anhedonia sering kali menjadi bagian dari depresi itu sendiri. Hal inilah yang juga membuat orang-orang salah mengartikan antara depresi dengan anhedonia.

Selain depresi, kondisi anhedonia juga sering dialami oleh beberapa pengidap gangguan mental. Misalnya pada penderita skizofrenia, gangguan suasana hati, dan lain sebagainya. Tidak hanya masalah kesehatan mental, kondisi anhedonia juga dialami oleh orang-orang dengan riwayat penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit parkinson, dan masih banyak lagi.

Maka dari itu, kondisi anhedonia ini sebenarnya bisa menandakan berbagai masalah kesehatan fisik maupun mental. Untuk itu penting bagi kita mengenal lebih jauh seperti apa anhedonia itu, dan bagaimana cara yang tepat untuk menanganinya.

Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai gejala anhedonia serta beberapa cara menangani anhedonia. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater. Tindakan tersebut dalam membantu kamu untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut penjelasan mengenai gejala dan cara penanganan kondisi anhedonia.

Gejala Anhedonia

Jika mengacu kepada pengertian anhedonia itu sendiri, maka sudah tampak jelas bahwa gejala utama dari anhedonia adalah kebahagiaan yang sulit untuk dirasakan dan diekspresikan. Namun, untuk lebih detailnya, berikut beberapa gejala yang ditunjukan oleh penderita anhedonia:

Pikiran yang negatif

Penderita anhedonia umumnya memiliki pola pikir negatif. Hal ini berlaku dalam berbagai hal. Misalnya tentang perilaku orang lain terhadap dirinya, kondisi lingkungan tempat dia tinggal, dan masih banyak lagi. Hal ini juga tidak jarang membuat mereka kurang peka terhadap lingkungannya.

Mengeluh akan kondisi fisik

Penderita anhedonia juga sering mengeluhkan rasa sakit pada beberapa anggota tubuhnya. Misalnya sering merasa pusing, nyeri otot, dan lain sebagainya. Mereka juga sangat mudah terserang penyakit. Pasalnya, pikiran-pikiran negatif mampu mempengaruhi kondisi fisik, yang berdampak pada melemahnya sistem imun.

Baca juga : Anhedonia : Sulit Untuk Merasa Senang

Merasa putus asa

Penderita anhedonia juga sering kali merasa putus asa. Mereka bahkan takut untuk mencoba hal baru karena merasa diri tidak sanggup dalam menjalani hal tersebut. Kondisi semacam ini akan semakin memburuk jika penderita berada dilingkungan yang toxic.

Menarik diri dari lingkungan sosial

Alih-alih mencari kebahagiaan dengan membangun relasi dan bertemu orang banyak, penderita anhedonia justru lebih banyak yang memilih untuk menarik diri dari lingkungan sosialnya. Tindakan semacam ini bahkan bisa memperburuk kondisinya.

Penurunan fungsi sosial dan emosional

Perasaan hampa yang dialami oleh penderita anhedonia membuat mereka mengalami penurunan fungsi sosial dan emosional. Banyak dari mereka yang akhirnya menjadi kurang produktif. Selain itu, beberapa dari mereka bahkan tidak mampu mengungkapkan emosi baik secara lisan maupun non-lisan.

Keinginan untuk melakukan self harm

Dalam beberapa kasus, perasaan hampa yang dialami oleh penderita anhedonia mampu membuat mereka meningkatkan keinginan untuk melakukan self harm. Bahkan, tidak sedikit yang melakukan percobaan bunuh diri.

Penanganan Pada Penderita Anhedonia

Jika kamu memiliki beberapa gejala diatas, maka segera lakukan konsultasi dengan para ahli untuk dapat memastikan kondisi yang kamu alami. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Penanganan yang diberikan akan disesuaikan dengan gejala dan tingkat keparahan gejala yang dialami. Meski demikian, secara umum penderita anhedonia akan mendapatkan penanganan berupa mengkonsumsi obat-obatan dan/atau psikoterapi.

Obat-obatan yang dikonsumsi tentunya harus melalui resep dari dokter atau psikiater. Walaupun belum ada obat yang dikhususkan untuk penderita anhedonia, namun peresepan obat akan disesuaikan dengan gejala yang dirasakan. Misalnya obat antidepresan untuk menstabilkan suasana hati, atau anti cemas untuk mengatasi gejala kecemasan.

Sedangkan psikoterapi bisa diberikan oleh psikiater, psikolog, atau terapis yang sudah tersertifikasi khusus. Jenis psikoterapi yang didapatkan juga bisa beragam, dan disesuaikan dengan kebutuhan penderita. Misalnya dengan mendapatkan terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy (CBT), yang mampu untuk mengubah pola pikir dan perilaku ke arah yang lebih positif.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai gejala dan penanganan pada penderita anhedonia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Mengenal Ciri-Ciri dan Cara Menjadi Optimis

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Sulit Merasa Bahagia? Waspada Gejala Anhedonia — DeepTalk