Semua artikel
Kesehatan Mental

Strategi Meningkatkan Kebahagiaan Melalui Resiliensi

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Kebahagiaan ditandai dengan isi pikiran yang lebih positif alih-alih terlalu sering memikirkan hal negatif. Ini juga menjadi awal mula sebuah resiliensi atau ketahanan dalam diri seseorang meningkat.

Mereka yang sudah menemukan kebahagiaan nya tentu selaras dengan resiliensi yang mereka miliki pula. Mereka bisa menyesuaikan diri dengan baik dengan mengakui segala kesulitan pada setiap situasi yang dihadapi. Selain itu, mereka juga mampu menghindari kewalahan oleh emosi dan berusaha untuk mendapatkan kembali keseimbangan dan keselarasan dalam hidupnya.

Emosi positif sebagai tanda kebahagiaan adalah bahan bakar untuk resiliensi. Kepositifan adalah bantuan yang paling dibutuhkan seseorang ketika mencoba menemukan makna dalam setiap peristiwa yang dialami. Menemukan makna mengarah pada emosi yang lebih bahagia, yang pada gilirannya mengarah pada kemampuan yang lebih besar untuk mengatasi masalah yang sulit. Kebahagiaan dan resiliensi akan membawa Anda jauh untuk memahami suatu peristiwa lebih positif.

Berikut adalah beberapa strategi yang dapat Anda terapkan dalam meningkatkan resiliensi sebagai langkah awal menuju kebahagiaan

1. Mengatasi Dengan Kontrol Secara Aktif

Tidak semua hal bisa diprediksi kedepannya atau bahkan untuk dikendalikan oleh diri sendiri, namun selalu ada hal yang bisa dicoba untuk mengatasinya. Mengatasi secara aktif melibatkan pengakuan adanya kesulitan yang Anda alami. Ini akan membantu dalam menemukan sesuatu yang konstruktif untuk mencoba membuat hari ini atau esok sedikit lebih baik, alih-alih hanya menghindarinya. Dengan demikian, Anda merasa setidaknya memiliki kendali, meskipun dengan hal sekecil apapun itu.

Memiliki rasa kontrol secara aktif ini sangat penting bagi kesejahteraan Anda. Pun di saat Anda mengalami masa-masa sulit, Anda mungkin merasa tidak berdaya. Namun, apapun situasinya, hampir selalu ada sesuatu yang dapat Anda coba, baik tindakan tersebut secara internal maupun eksternal. Penanganan aktif bukanlah tentang mengabaikan masalah atau pergumulan Anda, tetapi mengambil tindakan konstruktif terlepas dari itu.

2. Berinvestasi dalam Resiliensi Diri

Berinvestasi dalam ketahanan atau resiliensi yakni termasuk ketika mengambil tindakan secara teratur untuk meningkatkan dan mempertahankan kebahagiaan dan kesejahteraan Anda. Hal tersebut juga bisa berarti Anda lebih mampu mengatasi dan menghadapi situasi tertekan atau menantang ketika itu terjadi.

Memperhatikan hal-hal baik yang terjadi dalam hidup Anda seberapapun kecilnya itu, juga memupuk rasa optimisme realistis atau pandangan penuh harapan bahkan di masa-masa kelam, serta mencoba hal-hal baru dan memperjelas apa yang benar-benar penting dan bermakna bagi Anda. Semua itu adalah sumber dari ketahanan atau resiliensi yang penting untuk mendapatkan kebahagiaan.

Termasuk dengan memelihara hubungan sosial dengan orang lain dan memenuhi kebutuhan mendasar diri Anda dengan merawat diri dan menjaga kesehatan adalah hal lain yang penting untuk berinvestasi dalam resiliensi Anda.

Baca juga: Mengatasi Procrastination Demi Meningkatkan Kesehatan Mental

3. Pemikiran yang Tangguh —Pikiran Mengendalikan Emosi

Cara Anda berpikir dapat berdampak secara signifikan pada perasaan Anda, dan bagaimana perasaan Anda memengaruhi apa yang Anda katakan dan lakukan sebagai tanggapan. Semua ini akan berdampak juga pada interaksi Anda dengan orang lain, juga pada kebahagiaan atau betapa tangguh resiliensi Anda.

Ketika suatu peristiwa atau situasi memicu reaksi emosional dalam diri, Anda mungkin akan langsung mengaitkan emosi itu dengan pemicunya. Namun, mendahului emosi Anda akan menjadi pemikiran atau keyakinan yang instan dan mendasar akan pemicunya. Padahal pikiran mendasar Anda lah yang memicu emosi tersebut. Ini semua terjadi begitu cepat sehingga Anda tidak menyadari bahwa Anda memiliki pemirikan tersebut. Walaupun begitu, Anda masih dapat untuk menyesuaikannya.

Mulai untuk belajar memeriksa dan menantang pikiran instan Anda untuk membantu dalam mengelola emosi dan reaksi yang dihasilkan. Anda dapat memiliki lebih banyak pilihan dan kendali atas interpretasi instan Anda daripada reaksi emosional naluriah Anda.

Dengan kata lain, ketika suatu peristiwa yang memicu reaksi emosional yang tidak menyenangkan dalam diri Anda, langkah pertama dalam pemikiran yang lebih tangguh adalah dengan mengambil jeda sejenak, tarik napas lalu kemudian memeriksa interpretasi instan Anda. Tanyakan pada diri Anda sendiri, “Apakah keyakinan instan saya akurat atau mungkin ada interpretasi lain yang tidak terlalu mengecewakan?” Belajar melakukan ini dapat bermanfaat bagi Anda dan hubungan Anda dengan orang lain.

4. Hati-Hati Terhadap Jebakan Pemikiran

Memiliki pola interpretasi kebiasaan yang dapat membuat jatuh dan dapat merusak resiliensi, hingga bahkan menyebabkan depresi dan kecemasan adalah hal yang umum terjadi. Terutama ketika Anda lelah, stres, atau kewalahan dengan hidup.

Fenomena ini bisa disebut dengan “jebakan berpikir”, karena sifatnya yang menyebabkan Anda dapat menginterpetasikan situasi dengan cara tertentu yang negatif. Hingga kemudian ketika Anda melompat ke interpretasi instan, Anda mulai mencari lebih banyak bukti untuk mendukung pemikiran tersebut dan mengabaikan bukti yang bertentangan (bias konfirmasi).

Ada banyak kemungkinan jebakan pemikiran, seperti menyalahkan diri sendiri atau orang lain, mis-labelling, hingga berputar pada skenario terburuk, bahkan jika ini sangat tidak mungkin. Langkah pertama jika Anda sudah mulai mendapati pemikiran tersebut adalah mulai memperhatikan saat Anda jatuh ke dalamnya. Lalu kemudian Anda bisa belajar untuk menentang pemikiran tersebut, bisa dengan bertanya pada diri sendiri,

“Apa buktinya ini benar?”

“Bukti apa yang menunjukkan bahwa itu mungkin tidak benar?”

“Apa cara berpikir yang berbeda tentang situasi ini?”

Baca juga: Mengapa Furry Menjadi Fenomena yang Menarik dari Sudut Pandang Psikologi

 

Sumber:

Resilience. (2023). Action for Happiness. https://actionforhappiness.org/10-keys/resilience

M1 Psychology. (2021, July 12). Resilience: A Direct Path to Happiness? | M1 Psychology. M1 Psychology Loganholme. https://m1psychology.com/resilience-path-to-happiness/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Strategi Meningkatkan Kebahagiaan Melalui Resiliensi — DeepTalk