Semua artikel
Kesehatan Mental Anak

Strategi Menghindari Luka Inner Child Sejak Dini Pada Anak-Anak

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia6 menit baca

Deeptalk.co.id – Inner child merupakan representasi diri Anda yang ada sejak kecil. Dalam hal ini, terdapat bagian otak Anda yang berisi aspek positif dan negatif dari masa kecil Anda. Sehingga ini bisa menjadi tempat pertama Anda merasakan kegembiraan, menjadi kreatif, atau mengekspresikan antusiasme.

Pada saat yang sama, bagian ini juga menyimpan luka-luka masa lalu Anda. Luka-luka ini dapat berupa pelecehan di masa lalu, kehidupan rumah tangga yang tidak harmonis, perundungan di sekolah, atau bahkan momen-momen kecil ketika Anda merasa kecil atau takut. Oleh karenanya, untuk menghindari munculnya luka pada inner child Anda, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua asuh sejak dini.

Perlu diketahui bahwa terdapat beragam jenis pola asuh atau gaya parenting yang dapat membentuk sikap anak hingga mereka dewasa. Namun, ada dua pola asuh yang dipercaya dapat membentuk luka serta trauma inner child, dan ini perlu untuk Anda menghindari nya. Kedua jenis pola asuh tersebut yakni:

Pola Asuh Otoriter, merupakan gaya parenting yang tidak melihat keinginan anak, sehingga anak harus menurut pada orang tua. Disini, anak diarahkan dengan keras layaknya sebuah robot. Bahkan, demi mendapatkan hal itu, orang tua tidak segan-segan untuk memberikan kekerasan pada anak. Dengan demikian, pola asuh otoriter ini dapat menyebabkan anak merasa terluka. Anak tidak bisa mendapatkan kebutuhan untuk mengambil keputusan, inisiasi sendiri, serta dalam pengembangan egonya.

Pola Asuh Uninvolved, yakni kebalikan dari pola asuh otoriter, dimana orang tua cenderung tidak mengurus dan mengabaikan anaknya. Dalam hal ini, anak menjadi bingung dan tidak bisa memvalidasi perilakunya. Biasanya, anak-anak remaja dengan pola asuh ini akan mencari validasi dari orang-orang di sekitarnya seperti anak-anak lainnya atau dalam circle pertemanannya. Lebih parahnya, anak yang diasuh dengan cara uninvolved tidak bisa percaya diri ketika sudah dewasa. Mereka juga labil dalam hal pengambilan keputusan.

Hal yang Harus Dihapuskan Untuk Menghindari Luka Inner Child

Dari kedua pola asuh tersebut, anak akan mendapatkan luka inner child serta menjadikan masa kanak-kanak mereka menjadi beracun. Ini mengacu pada periode masa kanak-kanka dengan pengalaman yang tidak menyenangkan dan abadi, dimana anak yang mengalaminya secara tidak sadar mempelajari sifat-sifat berbahaya. Dan jika tidak segera menghindari luka inner child ini, tentu sifat-sifat berbahaya tersebut dapat memenharuhi kehidupan setelah dewasa.

Jika Anda mengalami masa kecil yang penuh racun dan luka inner child yang telah terbentuk, mungkin Anda mendapatkan beberapa pelajaran berikut ini yang sepatutnya Anda harus menghindari nya sejak dini.

Baca juga: Alzheimer : Pengertian dan Gejalanya yang Perlu Diketahui

Cinta Itu Bersyarat

Keyakinan ini berasal dari anak-anak yang terlalu banyak menerima pujian atau kasih sayang hanya jika sesuatu dilakukan sesuai standar orang tua atau pengasuh. Dan jika tidak sesuai, maka anak akan mendapatkan hukuman.

Pikiran anak yang masih kompleks pun akan mengiyakan segala maksud perilaku tersebut, bahwa itu memang seharusnya begitu. Dimana mereka akan mengira bahwa, “ketika saya melakukan hal-hal baik yang membuat mereka bahagia, maka mereka mencintai saya. Dan ketika saya melakukan hal-hal yang membuat mereka tidak bahagia, maka mereka tidak mencintai saya.”

Menyembunyikan Diri Anda yang Asli

Jika Anda hidup dan dibesarkan di lingkungan yang selalu mempermalukan diri Anda, menghina atau dilecehkan karena menjadi diri sendiri, wajar jika akan mendapatkan luka inner child. Yakni Anda menjadi menyembunyikan jati diri Anda yang sebenarnya menjadi cara Anda agar tetap aman.

Hal ini terutama berlaku untuk orang-orang dengan pemikiran berbeda sendiri yang tumbuh di rumah tangga di mana pilihan mainan atau orang yang mereka sukai dianggap salah atau berdosa. Hal ini juga dapat terjadi pada anak-anak yang suka berbicara tetapi sering dibungkam di rumah.

Sembunyikan Perasaan

Tabiat lainnya yang perlu dihilangkan sejak dini agar dapat menghindari luka inner child ialah perilaku yang mengharuskan Anda untuk menyembunyikan perasaan. Ini bermula dari kehidupan anak-anak yang tumbuh di lingkungan rumah yang beracun, kasar, atau mengabaikan mereka.

Sehingga anak-anak tidak diajari cara mengalami atau mengekspresikan perasaan dengan cara yang sehat atau bagaimana cara menenangkan diri, dalam hal ini, karena anak tidak pernah diperlihatkan bagaimana caranya. Akibatnya, ia mengatakan bahwa mereka dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang menginternalisasi emosi dan bahkan mungkin terlibat dalam tindakan melukai diri sendiri.

Hubungan Emosional yang Tidak Aman

Mungkin pada mulanya ini Anda jadikan sebagai mekanisme pertahanan atau respons adaptif, tetapi sebenarnya manusia telah terprogram dan haus akan koneksi sebagai manusia. Manusia inhin menjadi rentan dan orang lain tahu bahwa aman untuk menjadi rentan dengannya.

Namun, ketika mereka bergumul dengan ketidaknyamanan menjadi rentan karena telah melabelinya dengan hal ’tidak aman’, maka naluri alamiah (adaptif) manusia ialah dengan memutuskan hubungan. Baik secara sadar atau tidak, mereka akan menyabotase hubungan, dan ini menunjukkan bahwa manusia terus menerus memperkuat keyakinan bahwa “kerentanan itu tidak aman”.

Keharusan Menjadi Perfeksionis atau People Pleaser

Menghindari luka inner child dimula dengan mengetahui bahwa hal itu muncul karena masa anak-anak Anda yang diabaikan dan memiliki kebutuhan yang tidak terpenuhi. Sehingga Anda mungkin akan menjadi people pleaser (orang yang suka menyenangkan orang lain) dan memberikan segalanya kepada semua orang sebagai kompensasi. Ini dikarenakan Anda tidak mendapatkan cukup perhatian dari orang tua Anda. Secara tidak langsung, ini dapat menyebabkan kelelahan yang berlebihan, peningkatan ketergantungan, serta peluang lebih tinggi untuk dieksploitasi oleh orang lain.

Sedangkan akar perfeksionisme berasal dari rasa putus asa untuk mendapatkan persetujuan dan menghindari penilaian, kesalahan, atau dipermalukan karena dianggap kurang. Dorongan ini juga bisa muncul karena tidak ingin orang lain tahu apa yang sebenarnya terjadi di rumah.

Apapun yang Anda Lakukan Tidak Cukup Baik

Keyakinan ini umum terjadi di antara orang-orang yang dibesarkan di lingkungan yang tidak valid, dimana Anda sering dianggap sebagai kambing hitam. Anda selalu berusaha keras untuk menginternalisasikan apa yang dilakukan oleh pengasuh kepada Anda, juga Anda yang sering diberitahu bahwa Anda tidak cukup baik.

Misal, jika orang tua Anda memprioritaskan penggunaan obat-obatan terlarang daripada merawat Anda, atau pengasuh Anda bersikap kasar dan tidak menghargai, Anda mungkin berpikir bahwa tidak ada yang Anda lakukan yang cukup baik, yang padahal, pada kenyataannya, Anda selalu cukup baik.

Anda Layak Mendapatkan Segala Perlakuan Tsb.

Keyakinan ini sesuai dengan perkembangan anak-anak yang percaya bahwa mereka adalah pusat alam semesta. Masuk akal juga jika pengasuh mereka secara khusus mengatakan kepada mereka bahwa mereka pantas mendapatkan perlakuan dan hukuman.

Tanpa dukungan yang tepat, akan sulit untuk menyimpulkan secara logis bahwa perlakuan yang mereka terima bukan karena mereka. Dan jika distorsi kognitif memberikan fitur kemampuan beradaptasi, maka membuat kesimpulan ini akan membuat anak mengubah perilaku untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berbahaya atau beracun.”

Baca juga: Penelitian : Emosi dan Perasaan Bisa Menular ke Orang Lain

 

Sumber:

Lock, K. (2022, August 15). Healing Your Inner Child. Prevent Child Abuse Utah. https://pcautah.org/2022/08/15/heal-your-inner-child/

Mandriota, M. (2021, October 22). 7 Lessons to Unlearn from a Toxic Childhood and How to Do It. Psych Central. https://psychcentral.com/health/toxic-childhood-lessons-you-must-unlearn-in-adulthood

Baskoro, D. (2022, October 27). Pola Asuh yang Harus Orang Tua Hindari agar Anak Tak Alami Trauma Inner Child. HaiBunda. https://www.haibunda.com/parenting/20221026154501-62-287737/pola-asuh-yang-harus-orang-tua-hindari-agar-anak-tak-alami-trauma-inner-child

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Strategi Menghindari Luka Inner Child Sejak Dini Pada Anak-Anak — DeepTalk