Deeptalk.co.id – Kemajuan teknologi memang memudahkan segalanya. Tadinya kita perlu keluar rumah dan desak-desakkan dengan orang-orang di pusat perbelanjaan, saat ini kita tinggal mengakses segalanya menggunakan smartphone.
Kemudahan teknologi ini membuat kita dengan gampang membeli barang apapun itu di internet. Seakan segala barang yang kita butuhkan tersedia di internet. Bahkan dengan harga yang lebih murah dibandingkan di pasaran. Bagaimana bisa orang-orang menjadi tidak tertarik dengan kemajuan teknologi yang satu ini?
Tidak hanya barang-barang fashion, bahkan kebutuhan sehari-hari seperti sabun-sabun sampai bahan-bahan makanan semuanya tersedia di internet. Beberapa marketplace bahkan menyediakan fitur gratis ongkir. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan harga lebih murah dan tidak perlu melangkahkan kaki mu ke mall atau pusat-pusat perbelanjaan.
Lantas apakah kemajuan teknologi yang satu ini merupakan hal yang positif? Segala hal akan baik jika dijalankan secara positif dan dalam batas yang wajar. Sayangnya, beberapa orang justru mengalami kecanduan berbelanja online. Kondisi tersebut biasa dikenal dengan istilah compulsive buying disorder (CBD) atau istilah lain yaitu shopaholic (kecanduan belanja).
Kecanduan belanja merupkan kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan untuk mengontrol keinginan membeli barang-barang secara berlebihan. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan mental, seperti gangguan mood, gangguan kecemasan, dan lain sebagainya.
Kecanduan belanja bisa dialami oleh laki-laki maupun perempuan. Meski demikian, kondisi ini lebih sering dialami oleh perempuan. Orang yang mengalami kecanduan belanja online sering kali membeli barang-barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Namun, mereka merasa harus untuk membeli barang tersebut.
Banyak orang yang tidak sadar bahwa dirinya mengalami kecanduan belanja. Mereka berpikir bahwa apa yang dilakukan adalah tindakan yang normal. Untuk itu, artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, khususnya mengenal kecanduan belanja. Namun, perlu diketahui bahwa artikel ini tidak bisa dijadikan patokan self diagnosis. Untuk mengetahui gangguan secara pasti, silahkan melakukan konsultasi dengan Psikolog.
Penyebab Kecanduan Belanja Online

Sayangnya penyebab pasti dari kecanduan belanja online belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, beberapa faktor seringkali menjadi pemicu seseorang mengalami kecanduan belanja online. Berikut beberapa faktor yang dimaksud:
Belanja adalah kunci kebahagiaan
Tidak bisa dipungkiri, sebagian besar orang merasa belanja adalah kunci kebahagiaan. Pemikiran semacam ini membuat seseorang terus menerus berbelanja untuk mendapatkan kebahagiaan. Terlebih lagi belanja online dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Sebagian orang bahkan merasa senang saat kurir paket datang mengantarkan barang belanjaan.
Baca juga : Fobia Tidak Sekedar Rasa Takut! Kenali Dampak Psikologis Dari Gangguan Fobia
Pelarian emosi
Kamu mungkin pernah mendengar seseorang berbelanja saat sedang merasa sedih atau stress. Beberapa orang memang melakukan hal tersebut untuk mengalihkan semua pikiran dan emosi negatif yang sedang menimpanya.
Gangguan kontrol impuls
Seseorang yang mengalami gangguan kontrol impuls akan kesulitan menahan diri untuk berbelanja. Mereka bahkan akan dengan mudah terpengaruh orang-orang untuk membeli sesuatu. Misalnya saja terpengaruh oleh iklan yang dilihat di sosial media.
Selain beberapa faktor di atas, tentu masih banyak lagi alasan yang akhirnya membuat seseorang terus menerus berbelanja online. Hingga akhirnya mereka tidak sadar bahwa tindakannya sudah mencapai tahap kecanduan.
Tanda-Tanda Kecanduan Belanja Online

Perlu diketahui bahwa tanda-tanda atau gejala seseorang mengalami kecanduan belanja online bisa berbeda-beda satu sama lain. Untuk itu agar dapat memastikan seseorang benar-benar mengalami kecanduan atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh para ahli seperti Psikolog. Dengan demikian, penanganan yang diberikan juga bisa lebih tepat.
Namun, beberapa tanda-tanda berikut bisa menjadi bahan edukasi untuk akhirnya bisa memutuskan mengunjungi Psikolog.
Pembelian impulsif
Gangguan kontrol impuls merupakan kondisi dimana seseorang kesulitan untuk menunda dorongan buat bertindak proaktif. Dalam hal ini, gangguan kontrol impuls berhubungan dengan kegiatan belanja online. Dengan demikian jika seseorang kesulitan untuk menunda membeli sesuatu secara online, bahkan berbelanja hal-hal yang tidak dibutuhkan, bisa jadi orang tersebut dengan mengalami kecanduan belanja online.
Menghabiskan banyak waktu dan uang untuk berbelanja
Kemudahan berbelanja online akan membuat seseorang makin mudah untuk menjadi pecandu belanja online. Waktu singkat yang dibutuhkan untuk berbelanja online bisa menjadi lebih panjang dengan jumlah belanjaan yang lebih banyak. Hal ini merupakan salah satu tanda seseorang telah mengalami kecanduan belanja online.
Kesulitan untuk berhenti belanja online
Ciri khas dari kecanduan adalah kesulitan untuk berhenti, hal ini terjadi pula pada mereka yang mengalami kecanduan belanja online. Bisa jadi setelah mereka belanja dan menyadari keuangan yang mulai menipis, mereka akan memutuskan untuk tidak berbelanja lagi. Sayangnya hal tersebut tidak berlangsung lama, dan mereka kembali kepada kebiasaannya seperti semula.
Seperti itulah ciri-ciri seseorang mengalami kecanduan belanja online. Jika kamu atau orang disekitarmu mengalami kondisi serupa, jangan ragu untuk berkonsultasi dan meminta penanganan yang tepat kepada Psikolog. Takutnya kondisi yang kamu alami merupakan gejala dari beberapa gangguan kesehatan mental lainnya.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Trypanophobia : Ketakutan Berlebih Terhadap Jarum Suntik
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



