Deeptalk.co.id – Saat ini kita hidup dimana perkembangan teknologi sedang gencar-gencarnya. Penggunaan sosial media juga bukan sesuatu yang asing lagi. Tahukah kamu bahwa akhir-akhir ini di sosial media sangat sering membahas mengenai self love.
Setiap orang seakan berlomba-lomba untuk menerapkan self love untuk dirinya sendiri. Tentu saja penerapan self love merupakan langkah awal yang baik. Pasalnya banyak orang yang merasa terbebani karena terlalu memprioritaskan orang lain. Tidak jarang tersebut juga merugikan diri sendiri.
Sayangnya, alih-alih menerapkan self love, seseorang malah menerapkan selfish dengan berkedok self love. Kabar buruknya lagi, masih banyak orang yang menyalah artikan selfish sebagai self love, atau sebaliknya. Untuk itu, artikel kali ini akan menjelaskan lebih detail seperti apa itu selfish, agar kita tidak salah dalam penerapannya.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah kesehatan mental, atau perilaku menyimpang, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai selfish.
Pengertian Selfish

Selfish dalam Bahasa Indonesia artinya egois. Jika diartikan secara lebih spesifik, selfish adalah kondisi dimana seseorang bertindak sesuai dengan keinginan dan demi kepentingan pribadi. Dengan demikian, seseorang dengan selfish cenderung memprioritaskan diri sendiri dalam berbagai hal. Kondisi ini membuat mereka bertindak tanpa mempertimbangkan keuntungan atau kerugian bagi orang lain.
Selfish tentu berbeda dengan self love, walaupun keduanya memiliki sisi perbedaan yang tipis. Namun pada self love, seseorang masih akan mempertimbangkan tindakannya jika itu merugikan orang lain. Self love atau mencintai diri sendiri artinya tidak akan membiarkan dirinya terjebak dalam kesulitan atau ketidaknyamanan. Namun kondisi ini tidak harus membuat mereka merealisasi semua keinginannya.
Seseorang dengan selfish hanya fokus dengan dirinya dan apa yang membuat dirinya merasa nyaman dan menguntungkan. Tentunya tanpa memperdulikan dampaknya bagi orang lain. Hal ini berbeda dengan self love yang fokus terhadap upaya mencintai diri sendiri secara sehat, dan tidak merugikan orang lain.
Selfish pada dasarnya tidak termasuk dalam kategori gangguan mental. Setiap orang bisa saja memiliki sifat yang satu ini. Namun perlu diketahui walaupun tidak termasuk dalam kategori gangguan mental, selfish menjadi salah satu gejala gangguan mental, khususnya sosiopat. Untuk itu, kondisi ini perlu mendapatkan perhatian lebih, dan perlu dipantau agar tidak terlalu melewati batas normal.
Baca juga : Rasa Takut Menjadi Tidak Sempurna. Waspada Gejala Atelophobia!
Ciri-Ciri Selfish

Menjadi hal yang sulit untuk membedakan self love dan selfish dalam penerapannya. Meski demikian, kita bisa mengetahui apakah itu selfish atau bukan, dengan melihat dari beberapa ciri-ciri selfish berikut ini:
Tidak bertanggung jawab
Ciri utama dari seseorang dengan selfish adalah cenderung tidak bertanggung jawab. Mereka akan bertindak sebisa mungkin untuk menghindari tanggung jawab mereka. Misalnya, seorang siswa yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah karena mereka merasa itu tidak memiliki manfaat untuk diri sendiri.
Mementingkan diri sendiri
Selain tidak bertanggung jawab, seseorang dengan selfish juga memiliki ciri mementingkan diri sendiri. Keegoisan yang mereka miliki membuat mereka menetapkan prioritas terhadap dirinya. Mereka bahkan tidak peduli jika prioritas terhadap dirinya sendiri bisa memberikan kerugian untuk orang lain.
Tidak memiliki banyak teman
Banyak orang yang tidak nyaman dengan seseorang yang memiliki sifat selfish ini. Pasalnya, seseorang dengan selfish sering memberikan kerugian bagi orang lain, dan tidak peduli akan hal tersebut. Maka dari itu, mereka tidak memiliki banyak teman.
Tidak suka akan penolakan
Ciri berikutnya dari seseorang dengan selfish adalah tidak menyukai penolakan. Mereka berharap semua orang menuruti apa yang mereka inginkan. Terlepas dari itu merugikan bagi orang lain atau tidak. Maka dari itu, seseorang dengan selfish bisa marah bahkan frustasi jika mendapatkan penolakan dari orang lain.
Pribadi yang kasar
Seseorang dengan selfish juga cenderung memiliki pribadi yang kasar. Kasar dalam hal ini bisa berbentuk ungkapan, atau bahkan tindakan. Mereka memiliki empati yang sangat minim terhadap kondisi orang lain, dan sulit untuk bersosialisasi dengan lingkungannya.
Cuek terhadap perasaan orang lain
Ciri lain dari seseorang dengan selfishi adalah cenderung cuek terhadap perasaan orang lain. Mereka tidak peduli apakah perkataan maupun perbuatannya menyinggung perasaan orang lain. Hal ini juga yang membuat mereka pada akhirnya tidak memiliki banyak teman.
Tidak suka berbagi
Seseorang dengan selfish juga tidak suka berbagi sesuatu kepada orang lain. Mereka lebih suka menikmati apa yang didapatkan seorang diri. Bagi mereka, apa yang didapatkan merupakan hasil kerja keras yang perlu mereka nikmati sendiri. Terlepas itu mendapat bantuan dari orang lain atau tidak.
Itu dia sedikit penjelasan dari selfish. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Atelophobia : Rasa Takut Karena Merasa Diri Tidak Sempurna
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



