Semua artikel
Perilaku

Self Gaslighting : Kebiasaan Memanipulasi Diri Sendiri

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Apakah kamu pernah mendengar istilah gaslighting? Gaslighting merupakan salah satu bentuk pelecehan emosional yang ditandai dengan tindakan manipulasi terhadap orang lain. Perilaku gaslighting ini bisa membuat orang lain meragukan kebenaran yang ada akibat narasi palsu yang diberikan oleh pelaku gaslighting.

Tentu saja pengertian gaslighting tersebut akan sedikit berbeda dengan self gaslighting atau kebiasaan memanipulasi diri sendiri. Untuk mengenal lebih dalam mengenai perilaku self gaslighting, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut.

Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitarmu mengalami masalah pada kesehatan mentalnya, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut penjelasan mengenai self gaslighting.

Pengertian Self Gaslighting

Jika umumnya perilaku gaslighting berhubungan dengan tindakan manipulasi emosional terhadap orang lain, hal ini akan sedikit berbeda dengan self gaslighting. Self gaslighting sendiri merupakan upaya untuk memanipulasi diri sendiri dalam segi emosional. Para pelaku self gaslighting ini memiliki kecenderungan untuk mengesampingkan emosi dan perasaan yang benar-benar mereka rasakan.

Tindakan self gaslighting ini umumnya dilakukan dengan meminimalisir kemampuan yang dimiliki. Hasilnya, pelaku self gaslighting sering kali meragukan kemampuan mereka karena terlalu sering memanipulasi hal tersebut.

Uniknya, pelaku self gaslighting ini sering kali tidak menyadari tindakannya tersebut. Buktinya, cukup banyak orang yang beranggapan dirinya baik-baik saja, namun pada kenyataannya mereka sedang terpuruk dalam kesedihan.

Orang-orang yang tanpa sadar melakukan self gaslighting ini umumnya dimulai dari mengabaikan emosi-emosi negatif, atau sekedar menganggap remeh kesedihan yang sedang mereka alami. Contohnya, si A yang sedang putus cinta meyakinkan dirinya untuk tidak perlu bersedih karena hanya membuang-buang waktu. Padahal, putus cinta merupakan kejadian yang tidak menyenangkan, dan cukup wajar untuk direspon dengan rasa sedih.

Ciri-Ciri Self Gaslighting

Seperti yang sudah dibahas di atas bahwa orang-orang yang mengalami self gaslighting sering kali tidak menyadari hal tersebut. Untuk itu penting bagi kita membekali diri mengenai ciri-ciri self gaslighting agar dapat terhindar dari perilaku tersebut. Berikut beberapa ciri-ciri dari seseorang yang melakukan self gaslighting:

Selalu meragukan diri sendiri

Pelaku self gaslighting sering kali memanipulasi pikiran dan emosi mereka tanpa disadari. Tindakan memanipulasi diri sendiri ini membuat mereka ragu akan pikiran dan perasaan mereka sendiri. Hasilnya, mereka seakan tidak mengenali diri sendiri, dan tidak memahami apa yang sebenarnya mereka rasakan.

Contohnya, seseorang yang selalu mempertanyakan keputusan yang telah atau akan diambilnya, meragukan perasaan, hingga meragukan kemampuan yang mereka miliki. Tidak jarang juga pelaku self gaslighting ini sering kali meragukan apa yang sebenarnya terjadi.

Baca juga : Hypervigilance : Rasa Takut yang Tidak Rasional

Meremehkan emosi dan perasaan

Emosi dan perasaan positif ataupun negatif merupakan hal yang wajar untuk dirasakan. Tidak hanya dirasakan, namun juga bagaimana kita mengekspresikan emosi-emosi tersebut. Sayangnya, pelaku self gaslighting sering kali memanipulasi emosi dan perasaan mereka. Hal tersebut membuat mereka mengekspresikan emosi dan perasaan tidak sesuai dengan apa yang mereka rasakan.

Contohnya, emosi negatif sering kali dianggap tidak perlu untuk diekspresikan karena hanya akan membuat seseorang berada dalam keterpurukkan. Padahal, emosi negatifpun pantas untuk diekspresikan. Perasaan mengenai emosi negatif yang tidak pantas diekspresikan ini membuat pelaku self gaslighting memanipulasi emosinya dan menjadi seakan baik-baik saja.

Selalu menyalahkan diri sendiri

Orang-orang yang sering memanipulasi dirinya sendiri sering kali tidak yakin dengan kemampuan yang dimiliki. Hal tersebut membuat mereka melimpahkan semua kesalahan kepada dirinya. Walaupun sebenarnya mereka tidak sepenuhnya salah. Bahkan dalam beberapa kasus, mereka akan bertanggung jawab terhadap kesalahan yang tidak mereka lakukan.

Tidak percaya dengan kemampuan yang dimiliki

Kebiasaan memanipulasi diri sendiri tidak hanya memberikan dampak psikologis kepada dirinya sendiri. Bahkan kebiasan tersebut dapat membuat mereka tidak mengenali diri sendiri, termasuk kemampuan yang dimiliki. Saat seseorang tidak menyadari kemampuannya, mereka tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Hasilnya mereka akan mengalami perkembangan yang lambat dalam karir, bahkan tidak berkembang sama sekali.

Para pelaku self gaslighting ini selalu merasa dirinya tidak cukup baik untuk melakukan segala sesuatunya. Hal inilah yang akhirnya membuat mereka kehilangan kesempatan untuk berkembang secara karir.

Membenci diri sendiri

Mencintai diri sendiri merupakan perilaku yang sangat penting untuk kondisi kesehatan mental kita. Sayangnya alih-alih mencintai diri sendiri, pelaku self gaslighting justru membenci dirinya sendiri. Hal ini dikarenakan mereka yang tidak mengenali dirinya, dan selalu merasa tertinggal dalam segala hal. Padahal beberapa dari itu hanya merupakan manipulasi yang mereka ciptakan.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai self gaslighting. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Hyperarousal : Menjadi Lebih Siaga Setelah Trauma

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Self Gaslighting : Kebiasaan Memanipulasi Diri Sendiri — DeepTalk