Deeptalk.co.id – Kesehatan mental adalah aspek yang tak ternilai dalam kehidupan kita, namun seringkali kondisi medis yang dapat mengganggu kestabilan emosional kita dapat terlupakan atau diabaikan. Salah satu kondisi yang dapat memiliki dampak signifikan adalah sedih berkepanjangan yang kini telah dianggap sebagai kondisi medis.
Artikel ini akan membawa Anda melintasi jalan yang penuh wawasan tentang kondisi medis ini, menjelaskan gejala-gejala, penyebab mungkin, serta dampak yang mungkin ditimbulkan oleh rasa sedih yang berlarut-larut. Melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang gangguan sedih berkepanjangan, kita dapat merangkul pendekatan yang lebih empati dan terinformasi dalam membantu mereka yang mungkin menghadapi perjuangan batin ini, serta membangun kesadaran yang lebih kuat tentang pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita.
Kondisi Medis Sedih Berkepanjangan

Belum lama ini kesedihan berkepanjangan telah ditambahkan ke dalam buku panduan diagnostik psikiatri secara resmi sebagai gangguan beserta diagnosisnya oleh American Psychiatric Association (APA). Kondisi ganguan sedih berkepanjangan didiagnosis ketika kesedihan tetap intens selama lebih dari satu tahun setelah kehilangan seseorang yang dekat dan mengganggu kemampuan seseorang untuk menjalani aspek kehidupan lainnya.
Sebagian besar orang mengalami duka cita yang mendalam sebagai proses yang alami. Bahkan tak sedikit pula yang merasa ‘terjebak’ dalam kondisi berduka yang kronis dan mengganggu. Adanya diagnosis gangguan sedih berkepanjangan ini dapat membantu mereka untuk mengenali kondisi tersebut, yang secara khusus dilemahkan oleh kesedihan.
APA juga mencatat dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM) bahwa penambahan gangguan kesedihan yang berkepanjangan tidak dimaksudkan untuk mempatologiskan kesedihan atau memperlakukannya sebagai hal yang tidak normal atau tidak sehat. Namun justru sebaliknya melalui data tersebut, para ahli perlu mengidentifikasi sebagian kecil orang yang menderita kesedihan berkepanjangan dan kemungkinan akan mendapatkan manfaat dari intervensi pengobatan tertentu.
Baca juga: Faktor yang Dapat Memengaruhi Kecerdasan Seseorang
Mendefinisikan Kesedihan

Ketika mengalami perasaan sedih, mungkin akan sulit membayangkan hal tersebut sebagai sesuatu yang terukur. Akan tetapi, pola dan kategori kesedihan yang telah dicatat oleh para peneliti sebelumnya dapat membantu dalam memahami pengalaman yang sering kali membuat penderitanya kewalahan.
Kesedihan bisa didefinisikan sebagai suasana hati emosional dan pengalaman afektif yang dialami seseorang setelah mengalami kehilangan seseorang yang mereka kenal. Sedangkan secara umum duka cita telah didefinisikan sebagai proses emosional atau afektif dalam bereaksi terhadap kehilangan orang yang dicintai melalui kematian. Ini dapat muncul dalam bentuk mati rasa, kesedihan yang mendalam atau berkepanjangan, kecemasan, kemarahan hingga kesusahan. Duka cita atau praktik berkabung di sekitarnya bisa saja berbeda di setiap budaya.
Ahli psikiater mengungkapkan bahwa kesedihan tidak harus berarti perasaan sedih. Bahkan bagi sebagian orang, hal itu bisa terlihat seperti kelegaan, dan yang lainnya bisa memberikan rasa bersalah atau marah. Dengan demikian kesedihan bisa menjadi hal yang rumit dan sulit untuk mengekspresikan pengalaman setiap orang.
Apa Itu Sedih Berkepanjangan?

Menurut APA, kesedihan yang berkepanjangan terjadi setelah kehilangan seseorang yang dekat. Kondisi ini secara umum ditandai dengan respons kesedihan yang terus-menerus dan melemahkan yang berlangsung lebih lama dari norma-norma budaya. Yakni setidaknya 12 bulan untuk orang dewasa atau enam bulan untuk anak-anak dan remaja.
Selain itu, gejala yang terjadi secara signifikan tersebut bisa mengganggu fungsi sehari-hari. Gangguan sedih berkepanjangan terjadi dengan pengalaman yang tidak dapat dikaitkan dengan kondisi lain, seperti gangguan depresi mayor (MDD) atau gangguan stres pascatrauma (PTSD).
Meskipun sebagian besar kesedihan diperkirakan akan berkurang intensitasnya dalam waktu satu atau dua tahun setelah kehilangan, penelitian menunjukkan bahwa 15%-30% orang mengalami kesedihan yang kronis atau “rumit” untuk waktu yang lebih lama. Hal ini juga dapat mulai terlihat seperti depresi berat, kecemasan umum, dan stres pascatrauma.
Meskipun demikian, para ahli telah memperkirakan untuk gangguan sedih yang berkepanjangan ini akan jauh lebih rendah terjadi. Para ahli telah menyisir data dari ribuan orang yang berduka, dan diketahui bahwa hanya sekitar 3% orang yang berduka atas kematian orang lain yang kematiannya sudah diperkirakan sebelumnya, seperti penyakit mematikan atau tidak terduga karena usia tua. Ini akan memiliki tingkat ambang batas yang menempatkan mereka dalam risiko serius dan kesedihan mereka tidak mungkin sembuh seiring berjalannya waktu dan dengan perawatan standar untuk depresi.
Adanya diagnosis gangguan kesedihan yang berkepanjangan tersebut dapat sangat membantu orang-orang ini karena tiga alasan utama. Pertama, diagnosis ini dapat digunakan untuk membedakan kesedihan yang berkepanjangan dari kondisi lain seperti depresi berat dan PTSD. Lalu yang kedua, diagnosis gangguan kesedihan berkepanjangan bisa menawarkan pengobatan yang berpotensi menyelamatkan jiwa khusus untuk kesedihan yang berkepanjangan. Dan yang terakhir, adanya diagnosis ini dapat membantu meringankan penderitaan dari rasa sedih yang berkepanjangan.
Perlu diketahui juga bahwa gejala gangguan kesedihan yang berkepanjangan dapat berupa mati rasa secara emosional, kesepian yang intens, menghindari pengingat bahwa orang tersebut telah meninggal, dan gangguan identitas (atau perasaan bahwa sebagian dari diri telah meninggal). Hal ini berbeda dengan depresi dan gangguan lainnya dalam berbagai cara. Sebagai contoh, dukacita cenderung ditandai dengan kekosongan, sedangkan depresi berat cenderung berpusat pada suasana hati yang tertekan dan anhedonia, atau berkurangnya kemampuan untuk merasakan kesenangan atau kebahagiaan.
Baca juga: 4 Tipe Kepribadian yang Mungkin Anda Miliki
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



