Deeptalk.co.id – Attachment style atau gaya keterikatan terbentuk dari ikatan emosional yang terjalin antara anak dengan pengasuh yang kebanyakan adalah orang tua. Attachment style ini mempengaruhi kehidupan romansa anak di usia dewasa.
Attachment style sendiri terbagi ke dalam empat tipe, yaitu secure attachment, anxious attachment, avoidant attachment, dan disorganized attachment. Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang secure attachment. Termasuk tentang pengertian, ciri-ciri, asal usul, dan dampaknya terhadap hubungan romantis.
Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami gejala gangguan mental, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut kepada psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Pengertian Secure Attachment
Seperti yang sudah dipaparkan di awal, secure attachment adalah salah satu dari keempat tipe attachment style. Attachment style sendiri diperkenalkan pertama kali oleh John Bowlby, dan dikembangkan lagi oleh Mary Ainsworth. Mereka juga memaparkan tentang secure attachment sebagai salah satu dari bagian attachment style.
Secure attachment sendiri merupakan istilah untuk menggambarkan individu dengan rasa aman akan kasih sayang dan dukungan dari orang lain. Individu dengan secure attachment juga mampu secara mandiri maupun kedekatan dalam hubungan romantis Bisa dikatakan secure attachment merupakan gaya keterikatan yang paling sehat dan adaptif dari tipe attachment style lainnya.
Individu dengan secure attachment bisa secara sehat terlibat dalam hubungan yang dekat secara emosional. Namun disisi lain juga tidak masalah dengan kemandirian atau memberikan space bagi pasangan. Dengan demikian, individu dengan secure attachment akan sangat mungkin membangun hubungan romantis yang sehat dengan pasangannya.
Baca juga: Anxious Attachment: Ketika Cinta Dipenuhi Ketakutan Kehilangan
Ciri-Ciri Secure Attachment
Setiap tipe attachment style bisa dikenali dari ciri-ciri yang ditampakannya. Untuk mengenali individu dengan secure attachment, kamu bisa melihat dari beberapa ciri-ciri secure attachment berikut:
-
Memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam sebuah hubungan, sehingga membuat mereka tidak takut untuk ditinggalkan maupun untuk bertahan dalam suatu hubungan.
-
Mampu untuk menunjukan atau mengkomunikasikan emosi yang dirasakan secara sehat terhadap pasangan.
-
Memiliki kemampuan yang baik dalam mengontrol stress emosional, sehingga bisa menyelesaikan konflik secara konstruktif.
-
Bisa merasa nyaman atau tidak masalah akan kedekatan maupun kemandirian yang dimiliki pasangan.
-
Mampu memberikan dan menerima dukungan emosional dengan pasangan secara seimbang.
-
Cenderung memiliki pandangan positif, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, termasuk terhadap pasangan.
Baca juga: Attachment Style dalam Hubungan Dewasa: Mengapa Kita Menarik Pasangan Tertentu?
Asal Usul Secure Attachment
Sama seperti tipe attachment style lainnya, secure attachment juga terbentuk dari kedekatan emosional di masa kanak-kanak dengan pengasuh atau orang tua anak. Adapun untuk secure attachment sendiri biasanya terbentuk dari beberapa hal berikut:
-
Orang tua atau pengasuh yang secara konsisten dan responsif menyediakan kebutuhan fisik dan emosional anak dengan baik.
-
Anak yang mendapatkan kehangatan, empati, dan perhatian yang stabil dari orang tua maupun pengasuhnya.
-
Anak yang mendapatkan keseimbangan yang baik antara dukungan dan dorongan kemandirian dari orang tua maupun pengasuh.
Intinya, individu dengan secure attachment adalah individu yang mendapatkan pola asuh yang baik di masa kanak-kanak mereka. Dimana pada masa kanak-kanak individu tersebut terpenuhi kebutuhan fisik maupun emosionalnya, dan tumbuh di lingkungan yang positif.
Baca juga: Mengenal 4 Tipe Attachment Style: Bagaimana Gaya Kelekatan Terbentuk Sejak Masa Kanak-Kanak
Dampak Secure Attachment dalam Hubungan Romantis
Memiliki secure attachment akan mendatangkan banyak sekali dampak dalam menjalani hubungan romantis di usia dewasa. Berikut beberapa dampak dari secure attachment:
-
Mampu berkomunikasi secara sehat dan terbuka dengan pasangan, khususnya tentang kebutuhan dan juga perasaan.
-
Memiliki kepuasan yang tinggi dalam hubungan, karena dijalani dengan rasa percaya, keintiman, dan dukungan emosional yang positif.
-
Mampu menyelesaikan konflik secara positif, tanpa merusak hubungan maupun relasi yang dijalani.
-
Cenderung memiliki stabilitas hubungan jangka panjang.
-
Lebih resilien terhadap stress dan kekecewaan dalam hubungan.
-
Memiliki kemampuan dalam beradaptasi saat terjadi ketidaksepakatan maupun tantangan dalam hubungan.
-
Tidak terlalu bergantung namun juga tidak terlalu menghindar, sehingga dapat menjaga keseimbangan intimasi dan kemandirian.
Itu dia penjelasan singkat terkait secure attachment. Walaupun tipe attachment style yang satu ini merupakan tipe attachment style yang paling sehat, namun untuk membentuknya bukan hal yang mudah dan bisa didapatkan oleh setiap anak. Jika kamu mengalami masalah dengan attachment style yang dimiliki, cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Karena konsultasi psikologi tidak perlu menunggu masalah mental yang lebih parah. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Move On dengan Sehat: Strategi Psikologis Mengelola Emosi Setelah Putus Cinta
Sumber:
Bowlby, J. (1988). A Secure Base: Parent-Child Attachment and Healthy Human Development. New York: Basic Books.
Ainsworth, M. D. S., Blehar, M. C., Waters, E., & Wall, S. (1978). Patterns of Attachment: A Psychological Study of the Strange Situation. Hillsdale, NJ: Erlbaum.
Bartholomew, K., & Horowitz, L. M. (1991). Attachment styles among young adults: A test of a four-category model. Journal of Personality and Social Psychology, 61(2), 226–244.
Mikulincer, M., & Shaver, P. R. (2007). Attachment in Adulthood: Structure, Dynamics, and Change. New York: Guilford Press.
Simpson, J. A., & Rholes, W. S. (1998). Attachment theory and close relationships. New York: Guilford Press.
Cassidy, J., & Shaver, P. R. (Eds.). (2016). Handbook of Attachment: Theory, Research, and Clinical Applications (3rd ed.). New York: Guilford Press.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



