Semua artikel
Perilaku

Savior Complex : Perilaku Membantu Orang Lain Secara Berlebihan

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Maka tidak heran lagi bagi kita untuk membantu dan dibantu oleh orang lain. Selayaknya makhluk sosial yang membutuhkan sumbangsi orang lain dalam kelangsungan hidupnya.

Sudah menjadi naluri untuk banyak orang dalam hal membantu orang lain yang sedang dalam kondisi kesusahan. Bahkan ada rasa senang dan berguna saat kita berhasil membantu orang melewati fase susah dalam hidupnya.

Namun perlu diketahui bahwa segala sesuatu yang berlebihan tentu bukan hal yang baik. Walaupun berlebihan dalam hal yang positif. Salah satunya adalah berlebihan dalam membantu orang lain. Dalam dunia psikologi, orang yang memiliki dorongan berlebih untuk membantu orang lain dikenal dengan istilah savior complex.

Lantas, seperti apakah savior complex itu? Dan seberapa memberi pengaruh savior complex dalam kehidupan seseorang? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel ini akan secara khusus membahas mengenai savior complex.

Namun sebelum kita masuk pada pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah kesehatan mental atau timbulnya perilaku menyimpang, maka segera konsultasikan dengan psikolog atau psikiater. Langkah tersebut akan membantu kamu untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut penjelasan mengenai savior complex.

Pengertian Savior Complex

Seperti yang sudah dipaparkan di awal, savior complex adalah kondisi dimana seseorang memiliki keinginan dalam membantu orang lain namun secara berlebihan. Bahkan dalam beberapa kasus, seseorang dengan savior complex rela mengorbankan dirinya sendiri demi bisa membantu kesulitan orang lain. Sekilas mereka memang tampak bagaikan seorang pahlawan. Namun jika diperhatikan lagi, mereka justru seringkali merugikan diri sendiri. Pasalnya, seseorang yang dibantu bahkan tidak begitu membutuhkan bantuannya.

Kondisi yang dialami oleh seseorang dengan savior complex tidak hanya menyiksa diri mereka sendiri. Mereka juga sering kali membuat orang yang dibantunya merasa tidak nyaman. Hal ini disebabkan oleh bantuan yang mereka berikan justru lebih terkesan seperti paksaan. Mereka akan terus memaksa untuk bisa membantu, walaupun sudah berkali-kali ditolak oleh orang yang membutuhkan bantuan tersebut.

Seseorang dengan kondisi savior complex pada dasarnya beranggapan bahwa membantu orang lain dalam suatu keharusan. Terlepas dari mampu atau tidaknya mereka membantu orang tersebut. Bahkan mereka akan merasa lebih baik, serta memiliki harga diri tinggi, jika berhasil membantu orang lain. Maka tidak heran jika bantuan mereka sering terkesan memaksa. Selain itu, seseorang dengan savior complex juga lebih sering menawarkan bantuan mereka, dibanding dimintai bantuan dari orang yang membutuhkan bantuan.

Baca juga : Butterfly Hug : Memeluk Diri Untuk Meredakan Emosi dan Mengatasi Kecemasan

Tanda-Tanda Savior Complex

Sering kali seseorang justru tidak menyadari bahwa dirinya mengalami kondisi savior complex ini. Untuk itu penting bagi kita mengenali tanda-tanda dari savior complex berikut:

Rela mengorbankan diri sendiri

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, seseorang dengan kondisi savior complex akan rela mengorbankan diri sendiri demi bisa membantu orang lain. Pengorbanan dalam hal ini juga beraneka macam, bisa dalam bentuk materi, waktu, tenaga, dan lain sebagainya.

Mereka tidak peduli jika dirinya harus dirugikan dalam hal membantu orang lain. Sayangnya hal ini dilakukan terlepas dari orang yang hendak dibantunya benar-benar membutuhkan bantuannya atau tidak. Maka tidak jarang jika pengorbanan mereka sering kali menjadi sia-sia.

Memiliki empati yang berlebihan

Seseorang dengan kondisi savior complex juga cenderung memiliki empati yang berlebihan. Hal inilah yang membuat mereka melihat orang lain sangat membutuhkan bantuannya, walaupun pada kenyataannya tidak begitu membutuhkan.

Mereka mudah merasa iba atau kasihan terhadap kondisi orang lain. Hal tersebut menjadi kekurangan yang bisa membuat dirinya justru dimanfaatkan oleh orang-orang jahat. Empati yang berlebihan juga bisa membuat orang lain tidak nyaman, karena mereka sering kali memaksa untuk bisa membantu orang lain.

Suka mempengaruhi orang lain

Seseorang dengan savior complex memiliki kebutuhan untuk bisa membantu orang lain. Hal ini membuat mereka menghalalkan berbagai cara untuk bisa membantu orang yang justru tidak membutuhkan bantuannya.

Mereka pandai mempengaruhi orang lain agar orang tersebut bisa menerima bantuannya. Sayangnya, upaya untuk mempengaruhi orang lain ini justru mengarah kepada tujuan mereka agar orang tersebut mau menjalani hidup sesuai dengan harapan mereka.

Hanya merasa baik jika membantu orang lain

Seseorang dengan savior complex hanya akan merasa baik jika berhasil membantu orang lain. Hal ini membuat mereka justru merasa hampa atau tidak berguna saat keinginan untuk membantu orang lain tidak terealisasikan. Termasuk saat gagal dalam proses membantu orang, mereka bisa merasa gagal menjadi manusia seutuhnya.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai savior complex dan bagaimana ciri-ciri dari seseorang dengan savior complex. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Scopophobia : Ketakutan Berlebih Terhadap Tatapan Orang Lain

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Savior Complex : Perilaku Membantu Orang Lain Secara Berlebihan — DeepTalk