Semua artikel
Relationship

Sadomasokisme : Kepuasan Seksual Setelah Melakukan Kekerasan

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda untuk bisa mencapai kepuasan seksual. Namun tahukah kamu bahwa terdapat beberapa cara yang dianggap tidak lazim untuk sebagian besar masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan menyiksa pasangan baik secara fisik maupun mental. Tindakan tersebut mendapatkan julukan sadomasokisme.

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai sadomasokisme, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mu memiliki kondisi yang sama dengan apa yang dijelaskan dalam artikel ini, maka segera konsultasikan dengan Psikolog atau Psikiater.

Berikut pembahasannya.

Pengertian Sadomasokisme

Sadomasokisme sendiri memiliki dua pengertian yang berbeda, yaitu sadisme dan masokisme. Sadisme sendiri bentuk penyimpangan seksual dengan mendapatkan kepuasan melalui penyiksaan yang diberikan kepada pasangannya. Sedangkan masokisme adalah bentuk kepuasan seksual dengan diterima kekerasan seksual yang diterimanya.

Sadomasokisme merupakan penyimpangan seksual yang ditandai dengan adanya tindakan untuk mendapatkan kepuasan secara seksual dengan cara melakukan kekerasan terhadap diri sendiri dan pasangannya, hingga merasa kesakitan atau malu akibat perbuatannya tersebut.

Walaupun proses mencapai kepuasan seksual ini dianggap tidak lazim oleh sebagian besar orang, namun pada dasarnya sadomasokisme bukanlah gangguan mental selama tindakan tersebut masih bisa diterima oleh pasangannya dan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Sebagai contoh, seorang sadisme yang memiliki pasangan masokis atau orang yang mencapai kepuasan seksual setelah mendapatkan kekerasan dari pasangannya.

Lain cerita jika sadomasokisme menjadi penghalang untuk pasangan mencapai kepuasan seksual, atau jika tindakan kekerasan yang dilakukan telah membahayakan pasangan dan diri sendiri. Hal tersebut bisa menjadikan sadomasokisme masuk dalam kategori gangguan parafilia atau gangguan seksual. Jika demikian, penderita sadomasokisme dan pasangan perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh Psikiater ataupun Psikolog.

Penyebab Sadomasokisme

Sayangnya belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan seseorang menjadi sadomasokisme. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang dianggap dapat meningkatkan resiko sadomasokisme. Berikut beberapa faktor yang dimaksud:

Penyebab sadisme

Perilaku sadisme ini tidak terjadi begitu saja. Umumnya orang-orang yang memiliki perilaku sadisme pernah mengalami kejadian traumatis di masa kecil. Contohnya mendapatkan siksaan fisik dan mental dari orang tua, guru, atau orang dewasa lainnya. Selain itu, menyaksikan pertengkaran orang tua juga bisa menjadi penyebab dari perilaku sadisme.

Selain kejadian traumatis, mengkonsumsi alkohol berlebihan dan obat-obatan terlarang juga bisa memicu perilaku sadisme. Penyalahgunaan kemajuan teknologi juga bisa memicu perilaku ini, terutama jika hal tersebut dilakukan oleh anak-anak atau orang dengan kondisi mental yang sedang tidak stabil.

Baca juga : Homoseksual : Ketertarikan Seksual Terhadap Sesama Jenis

Penyebab masokisme

Sama halnya dengan sadisme, perilaku masokisme juga bisa dipicu oleh trauma masa kecil. Anak yang cenderung mendapatkan kekerasan fisik dan mental berulang-ulang bisa menimbulkan perilaku masokisme.

Selain itu, adanya rasa bersalah terhadap pasangan juga bisa menimbulkan perilaku masokisme. Hal ini biasanya dilakukan oleh seorang masokisme untuk mendapatkan maaf dari pasangannya, tanpa peduli jika harus disiksa secara fisik maupun mental.

Beberapa orang juga memiliki rasa cinta yang terlalu besar terhadap pasangannya sehingga mereka rela untuk mendapatkan siksaan. Hal ini bisa menjadi awal terbentuknya perilaku masokisme.

Ciri-Ciri Sadomasokisme

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa sadomasokisme terbagi atas dua bagian yang berbeda, yaitu sadisme dan masokisme. Berikut ciri-ciri orang dengan kecenderungan sadisme dan masokisme:

Ciri-ciri sadisme

Sadistis adalah julukan untuk orang-orang yang melakukan kekerasan untuk mencapai kepuasan seksual. Seorang sadistis pada umumnya sering melakukan kekerasan baik secara fisik maupun mental terhadap pasangannya. Kekerasan fisik yang dimaksud bisa berupa cakaran, cekikkan, tendangan, hingga menggunakan benda tajam untuk melukai pasangan. Sengdakan kekerasan secara mental bisa berupa penghinaan, umpatan, ancaman, dan lain sebagainya.

Seorang sadistis cenderung memiliki kepribadian yang kejam. Mereka akan merasakan kepuasaan saat melihat orang lain menjerit kesakitan atau menunjukkan ekspresi ketakutan. Seseorang dapat masuk dalam kategori gangguan sadisme jika orang tersebut melakukan perbuatan yang terkesan mempermalukan atau menyebabkan penderitaan fisik secara berulang dalam periode minimal 6 bulan. Selain itu, tindakan mereka juga menjadi distress orang yang berkaitan dalam pekerjaan atau lingkungan sosial kepada orang lain.

Ciri-ciri masokisme

Bisa dikatakan bahwa masokisme adalah orang yang mendapatkan kepuasan seksual dengan cara menerima kekerasan mental dan fisik. Pada dasarnya ciri dari masokisme sama dengan sadisme, hanya saja dalam hal ini mereka berperan sebagai penerima kekerasan tersebut.

Walaupun sadisme dan masokisme dijelaskan dalam dua arti yang berbeda, namun kondisi ini bisa saling tertukar. Sebagai contoh orang yang menjadi sadisme bisa menjadi masokisme, dan begitu juga sebaliknya.

Seperti itulah penjelasan mengenai sadomasokisme. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Fetisisme : Ketertarikan Seksual Terhadap Benda Mati

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Sadomasokisme : Kepuasan Seksual Setelah Melakukan Kekerasan — DeepTalk