Semua artikel
Kesehatan Mental

Resiliensi : Upaya Untuk Pulih Dari Situasi yang Tidak Menyenangkan

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Merasa gagal, merasa tidak berguna, malu, kecewa, sakit hati, dan lain sebagainya, merupakan hal-hal yang tidak menyenangkan. Perasaan-perasaan semacam itu sering membuat seseorang merasa terpuruk. Bahkan beberapa orang merasa tidak pantas untuk hidup, dan ingin mengakhiri kehidupan mereka.

Tahukah kamu bahwa perasaan-perasaan semacam itu normal adanya. Setiap dari kita memiliki responnya masing-masing dalam menghadapi setiap situasi. Namun, pastikan bahwa rasa sedihmu itu tidak berlarut-larut. Artinya, sedihlah secukupnya, dan kembalilah menikmati hidup mu. Kamu tidak perlu benar-benar mengakhiri hidupmu.

Percayalah bahwa setiap kesulitan, akan ada kemudahan. Jika kemudahan itu tidak datang juga, bisa jadi fisik dan mentalmu yang menjadi lebih kuat. Dengan demikian, kamu bisa menghadapi situasi yang jauh lebih sulit kedepannya.

Setiap orang perlu mengupayakan diri untuk pulih dari hal-hal yang menyakitkan. Kondisi semacam itu dikenal dengan istilah resiliensi. Resiliensi adalah basic skill dalam kehidupan yang sangat perlu untuk kita pahami. Pasalnya, hal tersebut akan membantu kita dalam melewati berbagai hal sulit dalam hidup.

Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai resiliensi. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika kamu menginginkan informasi lebih seputar resiliensi, maka kamu bisa berkonsultasi dengan ahlinya. Misalnya dengan psikolog, psikiater, atau orang-orang yang ahli di bidang ilmu psikologi.

Berikut pembahasan mengenai resiliensi.

Pengertian Resiliensi

Resiliensi adalah sebuah upaya untuk bangkit atau berusaha pulih dari situasi yang tidak sesuai dengan harapan. Tidak hanya itu, resiliensi juga bisa membantu kita untuk melewati masa-masa sulit dengan baik. Dengan demikian, kita tetap bisa berpikir jernih, dan menghadapi masalah dengan lebih bijak.

Orang-orang dengan kemampuan resiliensi yang baik cenderung akan tetap tenang dalam menghadapi situasi sulit. Mereka juga tidak takut akan kegagalan, dan justru bisa belajar menjadi lebih baik dari kegagalan tersebut. Secara psikologis, kemampuan yang satu ini sangat membantu untuk tetap waras dalam kondisi setertekan apapun.

Namun kamu juga perlu tahu bahwa, orang dengan resiliensi yang baik bukan berarti tidak bisa merasa stress atau kesulitan. Justru, mereka mengalami hal tersebut lalu kembali pulih dan bisa menjalani hari-hari dengan baik. Mereka tidak akan membiarkan emosi negatif mendominasi dan mengurangi kualitas hidupnya.

Baca juga : Traffic Stress Syndrome : Stress Akibat Kemacetan Lalu Lintas

Macam-Macam Resiliensi

Seperti yang kita ketahui, setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam memulihkan diri dari situasi yang tidak menyenangkan. Untuk itu, resiliensi sendiri terbagi lagi ke dalam beberapa jenis, yaitu:

Physical resilience

Jenis yang pertama adalah physical resilience atau resiliensi fisik. Seperti namanya, jenis resiliensi yang satu ini akan membantu tubuh sembuh dari luka fisik saat seseorang sedang dalam kondisi tidak sehat.

Dengan demikian, physical resilience memang fokus kepada kesehatan secara fisik. Meski demikian, bukan berarti hal ini tidak memberikan dampak terhadap kesehatan mental. Pasalnya, fisik dan mental adalah dua hal yang saling berkesinambungan. Pulihnya seseorang dari sakit fisiknya, maka akan membaik pula kondisi mentalnya.

Mental resilience

Jenis kedua adalah mental resilience atau resiliensi mental. Jika sebelumnya resiliensi yang berfokus pada kesehatan fisik, maka jenis yang satu ini fokus terhadap kondisi mental seseorang. Orang dengan mental resilience yang baik cenderung lebih fleksibel dan bisa menerima perubahan dengan baik.

Kondisi mental resilience ini juga yang membuat seseorang terlihat lebih tenang dalam menghadapi sebuah masalah. Mereka mampu menyelesaikan masalah dengan baik, memiliki keinginan untuk berkembang, dan tentunya memiliki harapan yang hendak dicapainya.

Emotional resilience

Jenis ketiga dari resiliensi adalah emotional resilience, atau resiliensi emosional. Kemampuan manajemen stress termasuk dalam bagian dari emotional resilience. Jenis yang satu ini akan membantu seseorang untuk stabil secara emosional. Mereka tidak mudah terpancing emosi, dan cenderung memiliki pola pikir yang positif.

Seseorang yang memiliki emotional resilience yang baik cenderung mampu memandang positif situasi senegatif apapun. Dengan artian, mereka bisa mengambil hikmah dalam sebuah musibah. Selain itu, emotional resilience juga yang membuat seseorang menjadi optimis dalam mencapai impiannya.

Social resilience

Jenis keempat adalah social resilience, atau community resilience, atau resiliensi sosial. Social resilience sendiri merupakan kemampuan yang dimiliki oleh suatu kelompok atau grup tertentu untuk bangkit dari situasi sulit yang menimpa.

Berbeda dengan jenis resiliensi lainnya yang cenderung individual, social resilience ini justru menitikberatkan pada ikatan satu sama lain antar anggota kelompok. Ikatan tersebutlah yang membuat mereka semakin kuat dan bisa melalui situasi sulit bersama. Di dalam social resilience juga terdapat upaya untuk saling mendukung, saling menguatkan, dan lain sebagainya.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai resiliensi, macam-macam resiliensi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Public Display of Affection : Mengumbar Kemesraan di Depan Umum

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Resiliensi : Upaya Untuk Pulih Dari Situasi yang Tidak Menyenangkan — DeepTalk