Semua artikel
Emosi

Rejection Sensitivity Dysphoria : Sakit Hati Intens Saat Terjadi Penolakan

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Tentu setiap orang tidak menyukai penolakan. Berbeda jika misalkan penolakan yang sama menyebabkan Anda memiliki perasaan negatif yang intens secara signifikan. Serta rasa sakit emosional yang parah menjadi sulit untuk dikendalikan. Dalam hal ini Anda mungkin memiliki apa yang disebut para ahli sebagai Rejection Sensitivity Dysphoria (RSD).

Baik dalam hubungan romantis, persahabatan, atau dengan rekan kerja, perasaan negatif dan tidak menyenangkan tentu akan muncul ketika mendapatkan penolakan. Seringkali itu bisa berkisar dari kebingungan dan kesedihan hingga kemarahan, namun Anda masih bisa mengelola emosi dengan cepat.

Seperti Apa Rejection Sensitivity Dysphoria (RSD) Ini?

Rejection Sensitivity Dysphoria (RSD) tidak memiliki serangkaian gejala resmi dan ini bukanlah diagnosis medis formal. Namun dokter dan terapis sering menggunakan istilah ini ketika mereka melihat reaksi berlebihan yang berhubungan dengan kondisi perilaku resmi seperti ADHD. Suatu studi pun menjelaskan bahwa Anda lebih mungkin memiliki RSD jika Anda memiliki ADHD.

Kata “dysphoria” berasal dari kata Yunani kuno yang jika diterjemahkan berarti perasaan sakit atau ketidaknyamanan yang intens. Mereka yang mengalami RSD tidak dapat menangani perasaan negatif dengan baik setelah mendapatkan penolakan.

Bahkan mereka merasa sulit untuk menggambarkan apa yang mereka rasakan dan sering menggunakan istilah seperti “tak tertahankan” atau “menghancurkan”. Hingga ini bisa menyebabkan Anda mengembangkan ketakutan yang serius akan penolakan.

Meskipun penolakan adalah sesuatu yang biasanya tidak disukai orang, perasaan negatif yang menyertai RSD lebih kuat dan bisa lebih sulit untuk dikelola atau keduanya. Orang dengan RSD juga lebih cenderung menafsirkan interaksi yang tidak jelas sebagai penolakan dan mungkin merasa sulit untuk mengontrol reaksi mereka.

Baca juga: Mengatasi Tantangan Pada Midlife Crisis

Gejala Rejection Sensitivity Dysphoria (RSD)

Gejala utama yang dirasakan ketika mengalami RSD ialah rasa sakit emosional yang kuat. Rasa sakit itu biasanya harus dipicu oleh penolakan atau ketidaksetujuan. Namun, pengidap RSD sering mengalami kesulitan untuk menjelaskan bagaimana rasanya karena saking intensnya rasa yang mereka alami dan tidak seperti kebanyakan bentuk rasa sakit lainnya.

Orang dengan RSD sering menunjukkan sifat dan perilaku seperti :

– Sangat mudah bagi mereka untuk merasa malu atau minder.

– Mereka menunjukkan tanda-tanda rendah diri dan sulit percaya pada diri sendiri.

– Mereka kesulitan menahan emosi saat merasa ditolak. Ini sering terlihat pada anak-anak dan remaja dengan kondisi ini. Beberapa mungkin bereaksi dengan kemarahan atau kemarahan yang tiba-tiba, sementara yang lain mungkin menangis.

Alih-alih kehilangan kendali atas emosi mereka secara lahiriah, beberapa orang dengan RSD mungkin mengalihkan perasaan mereka ke dalam. Ini bisa terlihat seperti serangan depresi berat yang tiba-tiba, dan kadang-kadang, ini disalahartikan sebagai perubahan emosional yang tiba-tiba yang dapat terjadi dengan gangguan bipolar atau Borderline Personality Disorder (BPD).

Mereka sering kali cenderung memilih untuk “menyenangkan orang” dan menjadi sangat fokus untuk menghindari ketidaksetujuan orang lain. Mungkin juga mereka akan menghindari segalanya, baik proyek, tugas, atau tujuan di mana ada kemungkinan mereka untuk gagal atau mendapatkan penolakan. Sehingga sisi negatifnya adalah mereka sering mengalami kecemasan yang intens dan mungkin tidak mudah menjadikan perawatan diri atau waktu istirahat sebagai prioritas.

Penyebab Rejection Sensitivity Dysphoria (RSD)

Untuk penyebab dari rejection sensitivity dysphoria ini masih belum dipahami sepenuhnya oleh para ahli. Namun beberapa percaya bahwa struktur otak mungkin ada hubungannya dengan ini. Bagian otak yang memproses dan merespons serta mengelola tindakan penolakan, kegagalan, kesadaran emosi dan pesan negatif tersebut disebut dengan amigdala dan korteks prefrontal.

Bagian tersebut terletak di depan otak dan menyebabkan anak-anak, remaja dan dewasa muda menjadi mudah hilang kesabaran dan menjadi frustasi atau kesal. Biasanya bagian otak ini menjadi lebih baik dalam memproses sinyal seiring bertambahnya usia.

Sehingga Anda dapat mengendalikan perasaan dan menjaganya tetap teratur dan terkendali. Ini yang membantu Anda untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan mencapai tujuan Anda.

Tetapi bagi sebagian orang dengan kondisi psikologis atau perilaku tertentu, bagian otaknya mungkin tidak mengatur sinyal ini dengan baik. Sebaliknya, itu mungkin membuat emosi negatif terlalu menyakitkan untuk ditanggung dan terlalu berlebihan untuk dikelola atau dikendalikan. Ini mengarah pada apa yang oleh para ahli disebut “disregulasi emosional”.

Selain struktur fisik otak, beberapa ahli berpendapat bahwa genetika mungkin berperan. Terutama karena ADHD, yang terkait erat dengan RSD, yang bisa terjadi dalam keluarga. Tetapi para ahli perlu mempelajari lebih lanjut RSD dan kaitannya dengan kondisi kesehatan mental.

Baca juga: Ketika Tidak Tahu Ingin Curhat Ke Siapa, Berikut Alternatif nya

 

Sumber:

Watson, S. (2018, June 19). What Is Rejection Sensitive Dysphoria? WebMD. https://www.webmd.com/add-adhd/rejection-sensitive-dysphoria

Professional Cleveland Clinic. (2023). Rejection Sensitive Dysphoria (RSD). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24099-rejection-sensitive-dysphoria-rsd

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Rejection Sensitivity Dysphoria : Sakit Hati Intens Saat Terjadi Penolakan — DeepTalk