Deeptalk.co.id – Seringkali kita mengamati bahwa remaja mudah sekali meluapkan perasaan emosional secara meluap, termasuk ketika kesal, sedih atau bahkan marah. Ini memiliki kaitannya dengan regulasi emosi yang perlu dipelajari dan diterapkan ketika remaja.
Pada artikel kali ini, kami akan membahas mengenai regulasi emosi pada remaja. Termasuk penyebab emosional remaja yang muncul dengan meledak-ledak serta strategi dalam membantu regulasi emosi pada remaja.
Mengapa Remaja Sering Menjadi Sangat Emosional?

Secara biologis, remaja merupakan masa dimana manusia akan mengalami pubertas. Yakni masa pertumbuhan fisik yang cepat dengan perkembangan otak yang semakin luas. Perubahan yang cepat ini pun memicu peningkatan agresi remaja termasuk perilaku marah. Ini tidak ada kaitannya dengan hormon yang meningkat selama pubertas karena ini tidak menentukan bagaimana perkembangan masa remaja.
Dengan kata lain, emosi mereka sangat kuat, sementara kognisi mereka tidak dapat membantu mengaturnya selama periode ini. Lebih mudah bagi mereka untuk marah dan lebih sulit untuk berhenti ketika mereka sudah marah.
Setiap remaja dengan kondisi otak yang berbeda akan mengalami kecepatan perkembangan otak dengan waktu yang beragam pula. Selama masa remaja, bagian otak emosional termasuk yang pertama berkembang, sementara korteks prefrontal, bagian otak untuk berpikir itu yang terakhir.
Sedangkan dari segi emosional, remaja menjadi salah satu tahapan manusia yang paling sulit dipahami dan menjadi yang paling tidak beres dalam hidup mereka. Alasan umumnya yang dikaitkan dengan kemarahan remaja meliputi perilaku menantang, tidak masuk akal, tidak bisa menerima kenyataan, sulit untuk diprediksi, memiliki terlalu banyak waktu pada ponselnya, hingga mencoba untuk menemukan identitas mereka sendiri.
Akibat perilaku tersebut, mereka dianggap tidak akan pernah bisa melakukan sesuatu dengan benar, kecuali jika mereka bisa memenuhi harapan orang tua mereka. Remaja yang tertekan ini pun akan merespon hal tersebut dengan perilaku yang sering marah.
Selama masa remaja, perubahan otak remaja mendorong kebaruan, pencarian kemandirian, keterlibatan sosial, dan eksplorasi kreatif. Karena pergeseran ini, mereka menjadi lebih berani mengambil risiko, rentan terhadap tekanan teman sebaya, dan bingung tentang siapa diri mereka. hal ini kemudian bahkan menciptakan lebih banyak konflik dan frustrasi di rumah.
Pada saat yang sama, pertumbuhan kognitif mereka memungkinkan mereka menjadi lebih peka terhadap keadilan dan hubungan. Rasa ketidakadilan menyebabkan lebih banyak emosi negatif. sehingga timbul frustasi yang bisa memperburuk emosi remaja yang sudah kuat.
Baca juga: 5 Alasan Mengapa Quarter Life Crisis Baik Untuk Anda
Strategi Membantu Regulasi Emosi Pada Remaja

Walaupun demikian, emosi negatif tidak mungkin untuk dihindari. Semua orang pasti merasakannya dan penting untuk kesejahteraan diri. Mungkin bukan untuk menghilangkan emosi negatif tersebut, tetapi lebih untuk mengendalikan emosi negatif yang hadir dalam diri remaja melalui regulasi emosi.
Berikut adalah beberapa strategi yang dapat membantu remaja dalam melakukan regulasi emosi, diantaranya sebagai berikut :
Identifikasi dan Pahami Emosi
Dalam regulasi emosi, penting untuk pertama kali dalam mengidentifikasi dan memahami emosi yang tengah dirasakan remaja. Pun dalam mengidentifikasi perasaan membutuhkan beberapa latihan. Selain berfokus pada perasaan dan regulasi emosi remaja, perhatikan juga tubuh fisiknya. Mungkin mereka akan merasakan sensasi tubuh dengan emosi tertentu, seperti wajah yang memanas ketika marah atau otot yang menjadi tegang.
Ketika seorang remaja merasakan suatu emosi, Anda bisa meminta mereka untuk menyebutkan apa yang sedang mereka rasakan. Walaupun mungkin beberapa ada yang enggan untuk mengungkapkannya, usahakan beri pemahaman untuk jangan menekan atau menyembunyikan perasaan tersebut. Menyebutkan perasaan itu jauh lebih baik daripada berpura-pura tidak memilikinya, atau bahkan meledak tanpa berpikir. Jika sudah, remaja bisa mengenali mengapa mereka bisa merasa seperti itu.
Jangan Salahkan Perasaan Dalam Diri
Mampu mengenali dan menjelaskan emosi yang dirasakan tidaklah sama dengan menyalahkan seseorang atau sesuatu atas perasaan diri. Segala sesuatu yang terjadi berasal dari perasaan diri mereka dan ini ada karena suatu alasan. Sehingga penting untuk membantu remaja dalam memahami apa yang sedang terjadi.
Alih-alih menyalahkan dan menilai diri sendiri atas emosi yang sedang dirasakannya tersebut, ajak remaja untuk tetap merasakannya. Mengakui perasaan diri dapat membantu remaja untuk melanjutkan hidup sehingga jangan buat remaja untuk keras pada dirinya sendiri.
Pikirkan Cara Terbaik Untuk Mengekpresikan Emosi
Setelah remaja mampu memproses apa yang dirasakannya, mereka dapat memutuskan apakah mereka perlu untuk mengungkapkan emosinya tersebut. Adakalanya mereka cukup untuk menyadari perasaan mereka sendiri, tetapi pada lain waktu, mereka juga bisa melakukan sesuatu agar merasa lebih baik.
Meluapkan emosi dengan tiba-tiba dan meledak justru bisa membahayakan diri dan orang disekitar. Bahkan saat berhadapan dengan orang lain, perlu untuk menghadapinya dengan lembut dan kondisi diri yang terkontrol. Jika sudah merasa emosi yang ingin segera diluapkan, remaja bisa membicarakannya dulu dengan teman atau orang yang ia percayai. Untuk kemudian dapat menghilangkan sejenak perasaan tersebut agar lebih terkontrol.
Pelajari Cara Mengubah Suasana Hati
Pada titik tertentu, seseorang ingin beralih dari suasana hati yang negatif ke suasana hati yang positif. Jika tidak, pemikirannya mungkin terjebak pada betapa buruknya hal-hal itu, dan itu dapat menyeret mereka ke dalam perasaan yang lebih buruk.
Coba buat remaja untuk melakukan hal-hal yang membuat mereka bahagia, meskipun saat itu mereka sedang tidak ingin melakukannya. Misalnya, mereka mungkin sedang tidak ingin keluar setelah putus cinta, tetapi berjalan-jalan atau menonton film lucu bersama teman dapat mengangkat mereka dari ruang negatif itu.
Membangun Emosi Positif
Perasaan positif menciptakan rasa kebahagiaan dan kesejahteraan. Biasakan para remaja untuk memperhatikan dan fokus pada apa yang baik dalam hidup, bahkan pada hal-hal kecil sekalipun. Seperti pujian yang diberikan ayahnya karena telah memperbaiki rak bukunya atau betapa lezatnya salad yang mereka buat untuk makan siang. Memperhatikan hal-hal baik bahkan ketika sedang merasa buruk dapat membantu diri seseorang mengubah keseimbangan emosional dari negatif menjadi positif.
Selain itu juga dengan melakukan aktivitas fisik, yang dapat membantu tubuh dan otak memproduksi bahan kimia alami yang meningkatkan suasana hati lebih positif. Olahraga juga dapat melepaskan penumpukan stres dan membantu seseorang tidak terjebak dalam perasaan negatif.
Baca juga: Procrastination : Strategi Menaklukkan Perilaku Penghindaran yang Buruk
Sumber:
Lyness, D. (Ed.). (2017, January). Dealing With Difficult Emotions. KidsHealth. https://kidshealth.org/en/teens/stressful-feelings.html
Li, P. (2023). Why Are Teenagers So Angry And How To Deal With Them. Parenting for Brain. https://www.parentingforbrain.com/how-to-deal-with-an-angry-teenager/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



