Semua artikel
Perilaku

Rapunzel Syndrome : Kebiasaan Memakan Rambut Sendiri

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Beberapa orang memiliki kebiasaan yang unik. Saking uniknya, kebiasaan tersebut tidak jarang dianggap aneh oleh orang-orang pada umumnya. Salah satu kebiasaan yang cukup unik dan bisa jadi berbahaya adalah kebiasaan memakan rambut. Kondisi semacam itu dikenal dengan istilah rapunzel syndrome.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi penderita rapunzel syndrome, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai sindrom yang satu itu. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis.

Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah kesehatan mental atau perilaku menyimpang, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut pembahasan mengenai rapunzel syndrome.

Pengertian Rapunzel Syndrome

Istilah rapunzel syndrome sendiri berasal dari salah satu tokoh animasi disney yang memiliki rambut panjang. Walaupun sama-sama berhubungan dengan rambut, namun penderita rapunzel syndrome bukan berarti mereka yang memiliki rambut panjang. Melainkan, rapunzel syndrome adalah suatu kondisi dimana seseorang memiliki kebiasaan mencabut dan mengkonsumsi (memakan) rambutnya sendiri.

Walaupun kasus rapunzel syndrome ini bisa dikatakan sangat jarang, namun kita perlu mengenal kondisi yang satu ini. Pasalnya, penderita rapunzel syndrome bisa saja mengalami berbagai masalah kesehatan fisik, khususnya pada masalah pencernaan.

Kebiasaan memakan rambut ini akan mengakibatkan penumpukkan rambut pada saluran pencernaan dan mengakibatkan infeksi pada saluran pencernaan tersebut. Hal ini dikarenakan rambut bukanlah hal yang bisa dimakan. Maka dari itu, kebiasaan ini perlu mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Rapunzel syndrome dalam ilmu psikologis menyangkut dua komponen, yaitu trikotilomania, dan trikofagia. Trikotilomania adalah kondisi dimana seseorang memiliki dorongan yang kuat untuk terus menerus mencabuti rambutnya sendiri. Sedangkan trikofagia adalah kebiasaan impulsif untuk memakan rambutnya sendiri.

Kasus rapunzel syndrome ini paling sering dialami oleh anak-anak. Dinyatakan bahwa sekitar 40% pengidap rapunzel syndrome adalah anak-anak yang berusia dibawah 10 tahun. Untuk menghindari rapunzel syndrome yang berlangsung lama, orang tua perlu memahami gejala dari rapunzel syndrome itu sendiri. Dengan begitu, kebiasaan memakan rambut sendiri ini bisa segera diatasi sedini mungkin. Selain itu, kondisi rapunzel syndrome ini juga lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan pria.

Baca juga : Waspada Dampak dan Cara Mengatasi Perasaan Bersalah yang Berlebihan

Ciri-Ciri Rapunzel Syndrome

Berdasarkan pada pengertian rapunzel syndrome itu sendiri, gejala utama dari kondisi yang satu ini adalah adanya kebiasaan mencabut dan memakan rambutnya sendiri. Namun dalam beberapa kasus perilaku tersebut tidak ditampakkan di depan umum. Untuk itu, agar dapat mendeteksi kondisi rapunzel syndrome pada orang lain, kita bisa melihat dari beberapa ciri-ciri rapunzel syndrome berikut:

Sering mengalami masalah pencernaan

Seperti yang diketahui bahwa rambut merupakan bagian tubuh yang tidak sepantasnya untuk dikonsumsi. Dengan begitu, dalam kasus rapunzel syndrome sering kali menimbulkan masalah pencernaan. Misalnya penderita akan sering mengalami sakit perut, perut kembung, mual, muntah setelah makan, cepat merasa kenyang, dan berbagai masalah pencernaan lainnya.

Kebotakkan

Selain sering mengalami masalah pencernaan, penderita rapunzel syndrome ini juga sering kali ditemui mengalami kebotakkan. Hal ini dikarenakan mereka cukup sering mencabuti rambutnya sendiri untuk dikonsumsi.

Penurunan berat badan

Seperti yang sudah dipaparkan pada poin pertama, kondisi rapunzel syndrome ini sering kali membuat penderitanya mudah merasa kenyang walau makan hanya sedikit. Hal ini dikarenakan rambut yang menumpuk pada saluran pencernaan mereka. Dengan demikian, kondisi ini tidak jarang membuat seseorang mengalami penurunan berat badan.

Penyebab Rapunzel Syndrome

Sayangnya penyebab pasti dari kondisi rapunzel syndrome ini belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, faktor seperti rasa bosan dipercaya dapat memicu seseorang mengalami rapunzel syndrome. Beberapa orang yang merasa bosan akan melakukan hal-hal aneh untuk mengusir kebosanan tersebut. Salah satunya dengan mencabut dan mengkonsumsi rambutnya.

Kondisi-kondisi mental seperti kecemasan berlebih, depresi, dan harga diri rendah juga bisa memicu kondisi rapunzel syndrome. Selain itu, kondisi rapunzel syndrome ini juga sering kali dikaitkan dengan perilaku obsesif kompulsif.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai kasus rapunzel syndrome. Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi ini cukup susah untuk dideteksi. Dengan demikian diperlukan kesadaran diri sendiri untuk berhenti, dan kepekaan yang lebih dari orang-orang sekitar.

Kasus rapunzel syndrome ini juga cukup berbahaya, karena selain dapat mengganggu kesehatan fisik, kebiasaan ini juga bisa memicu masalah mental lain seperti gangguan makan pica, anoreksia nervosa, OCD, skizofrenia, PTSD, depresi, atau ADHD.

Dengan demikian, penderita rapunzel syndrome perlu segera mendapatkan penanganan serius dari orang-orang yang ahli di bidangnya. Jangan ragu untuk memeriksakan kondisi kesehatan jika kamu atau orang disekitarmu mengalami beberapa gejala dari rapunzel syndrome.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Guilt Complex : Perasaan Bersalah yang Berlebihan

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Rapunzel Syndrome : Kebiasaan Memakan Rambut Sendiri — DeepTalk