Semua artikel
Relationship

Ragam Bentuk Tanda Perilaku Toxic Relationship

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Istilah toxic relationship atau hubungan yang beracun pertama kali ditemukan oleh seorang ahli komunikasi dan psikologi, Dr. Lillian Glass. Dalam bukunya Toxic People pada tahun 1955, mendefinisikan toxic relationship sebagai hubungan apapun antara orang yang tidak saling mendukung, dimana ketika ada konflik dan yang satu berusaha melemahkan yang lain, juga munculnya persaingan dan rasa tidak hormat serta kurangnya kekompakan.

Jika suatu hubungan pada umumnya selalu mengalami pasang surut, Glass menjelaskan bahwa hubungan yang beracun secara konsisten terasa tidak menyenangkan dan menguras tenaga. Sampai-sampai momen negatif lebih banyak terjadi dibandingkan momen positifnya. Hubungan yang toxic pun dapat menyebabkan kerusakan pada mental, emosional bahkan fisik baik dari salah satu maupun kedua belah pihak dalam hubungan.

Hubungan yang beracun ini pun tidak harus dalam konteks romansa. Glass mengatakan toxic relationship bisa termasuk pada persahabatan, kekeluargaan dan bahkan hubungan pekerjaan profesional bisa menjadi racun juga.

Apa yang Membuat Suatu Hubungan Menjadi Toxic?

Young couple man looking at his girlfriend asking for forgiveness standing over blue wall

Kristen Fuller, seorang dokter spesialisasi kesehatan mental di California mengatakan, orang-orang yang secara konsisten meremehkan atau menyakiti pasangannya, baik sengaja maupun tidak, seringkali memiliki alasan untuk membenarkan atas perilakunya meskipun itu tidak disadari.

Ada beberapa hal yang dilihat sebagai kekurangan oleh pasangannya, sehingga membuat mereka kurang mendapatkan dukungan satu sama lain. Hal tersebut kemudian membawa mereka pada suatu hubungan yang menjadi beracun.

Sedangkan Glass mengemukakan bahwa toxic relationship hanyalah hasil dari pasangan yang tidak sempurna. Seperti dua orang yang sama-sama membutuhkan kendali, atau tipe sarkastik yang berkencan dengan seseorang yang sensitif. Ini menandakan bahwa adanya kombinasi pada pasangan yang bisa saja salah sehingga terjadi toxic relationship.

Selain itu, ada beberapa ciri yang menjadi tanda dari terjadinya toxic relationship. Dikutip dari Insider, berikut 7 tanda dari toxic relationship yang mungkin Anda kenali

1. Kurangnya Kepercayaan

Partner seharusnya menjadi seseorang yang bisa untuk diandalkan dan harus selalu ada di lingkup Anda. Namun, jika tidak ada kepercayaan diantara kalian, hal-hal tersebut tidak mungkin akan terjadi.

Hubungan yang sehat sebagian besar memiliki rasa aman dalam diri mereka masing-masing, sehingga dapat mempertahankan stabilitas dalam hubungan. Sedangkan jika tanpa kepercayaan, tepatnya kepercayaan bahwa pasangan akan berperilaku demi kepentingan dalam hubungan, sudah dipastikan tidak akan ada rasa aman pada diri mereka.

Baca juga: Karakteristik Fisik Yang Khas Pada Down Syndrome Dan Perbedaan Dengan Autisme

2. Komunikasi yang Bernada Kemusuhan

Bentuk-bentuk komunikasi yang mengindikasikan permusuhan diantaranya seperti berteriak, panggilan nama atau frasa yang menyakitkan, melempar dan menghancurkan barang, serta menggunakan tubuh atau kekuatan fisik untuk mengintimidasi pasangan. Ada juga bentuk komunikasi permusuhan yang lebih halus, meliputi silent treatment, menggunakan pernyataan manipulatif atau menyalahkan, terus menerus mengganggu, hingga mendengarkan hanya sekedar untuk menanggapi dan bukan untuk memahami perasaan pasangan.

Komunikasi dengan bentuk tersebut dapat menyebabkan ketegangan serta menciptakan rasa ketidakpercayaan di antara pasangan. Sebaliknya, hubungan yang sehat justru mengandalkan komunikasi yang lebih terbuka, atau ada pendinginan sebelum keadaan menjadi terlalu panas serta tetap mengedepankan rasa hormat. Komunikasi yang sehat ini dapat memberikan peluang untuk memberi dan menerima dukungan pada suatu hubungan.

3. Mengontrol Perilaku

Pasangan Anda tidak berhak untuk mengekang atau mengontrol tindakan serta keyakinan yang Anda miliki. Perilaku pengendalian ini harus diwaspadai, termasuk ketika sudah bernada mengancam akan kehilangan sesuatu pada hubungan Anda. Mereka melakukan ancaman untuk menimbulkan ketakutan sehingga seseorang akan ketakutan untuk meninggalkan hubungan yang sudah beracun tersebut.

Tanda-tanda lain dari perilaku pengendalian ini meliputi kata-kata ancaman, berusaha memberi tahu apa yang seharusnya benar dan dilakukan, perlu mengetahui semua yang Anda lakukan dan dengan siapa Anda setiap waktu, mengasingkan Anda dari orang lain bahkan keluarga sekalipun, bertingkah seperti Anda tidak tahu apa yang Anda bicarakan, hingga berani masuk ke ranah privasi dengan mengakses semua perangkat pribadi.

4. Sering Berbohong

Sekali berbohong, entah besar atau kecil, lama-lama akan mengurangi kredibilitas seseorang dari waktu ke waktu. Termasuk ketika pasangan membohongi Anda, itu sudah menandakan bahwa mereka tidak menghormati keberadaan Anda. Padahal Anda sebagai pasangannya pantas untuk mendapatkan kejujuran dan perhatian. Jika sudah terlalu sering, Anda perlu hati-hati akan kesetiaan yang mereka tanamkan pada hubungan Anda.

5. Menjadi Hubungan Sepihak

Jika Anda merasa hubungan Anda menjadi lebih banyak fokus pada apa yang membuat pasangan bahagia, namun kebutuhan Anda sendiri terabaikan, itu bisa menjadi tanda dari toxic relationship. Memperhatikan pasangan memang menjadi kebutuhan dalam suatu hubungan.

Namun jika terlalu sering mengiyakan permintaan pasangan bahkan sampai Anda melupakan kebahagiaan diri sendiri, merupakan tanda bahwa Anda tidak memiliki batasan yang tegas. Sehingga tidak menutup kemungkinan pasangan Anda akan bersikap meremehkan atau melibas batas-batas Anda sebagai tanda dari hubungan yang beracun.

6. Merasa Lelah Dengan Pasangan

Kerap merasa lelah saat menghadapi pasangan menjadi tanda bahwa Anda kurang memiliki waktu untuk diri Anda sendiri. Padahal, memberikan kesempatan untuk fokus pada diri sendiri, dapat membantu memeriksa kembali bagaimana koneksi Anda pada hubungan yang Anda jalani telah terpengaruh.

Waktu dan energi mental dalam hubungan beracun sering dihabiskan untuk orang lain – baik secara langsung atau tidak langsung melalui reaksi perselisihan dan perselisihan yang tak henti-hentinya. Coba alihkan sebagian energi Anda untuk menjaga diri sendiri dan lihat bagaimana reaksi pasangan Anda. Jika tanggapan mereka negatif, itu menandakan sifat beracun dalam hubungan tersebut.

7. Terlalu Sering Mentoleransi Perilaku Buruk Pasangan

Apakah Anda sering mendapati diri Anda terpaksa ketika membela pasangan Anda? Sebenarnya Anda sudah tau kalau pasangan Anda salah, namun Anda mengelaknya dengan memaafkan atau membela perlakuannya. Anda selalu percaya bahwa mereka akan berubah seiring berjalannya waktu.

Pemikiran tersebut sepenuhnya salah besar. Hati-hati dengan pemikiran tersebut karena bisa jadi Anda telah terjebak dalam hubungan yang beracun. Jika lama-lama dibiarkan, perasaan emosional dan mentalitas Anda akan merasa lelah hingga kemudian menjadi terganggu.

Baca juga: Mengenal Intervensi Behavioral Berbasis Pengkondisian Operan untuk Anak dengan Down Syndrome

 

Sumber:

Ducharme, J. (2018, June 5). How To Tell If You’re In a Toxic Relationship — And What To Do About It. Time. https://time.com/5274206/toxic-relationship-signs-help/

Fielding, S., & Torrisi, R. (2022, September 23). 7 signs of a toxic relationship and what to do to fix it, according to couple therapists. Insider. https://www.insider.com/guides/health/mental-health/toxic-relationship

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Ragam Bentuk Tanda Perilaku Toxic Relationship — DeepTalk