Semua artikel
Kesehatan Mental

Quarter Life Crisis dan Bentuk Tantangan yang Akan Dihadapi

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Quarter life crisis menjadi fenomena yang semakin umum terjadi di kalangan masyarakat. Terutama bagi mereka yang sedang berada pada usia seperempat abad, tepatnya usia 25 hingga 30an. Pada usia ini, banyak tantangan yang akan dihadapi saat quarter life crisis menyerang hidup mereka.

Fenomena krisis kehidupan yang dialami oleh manusia pada usia seperempat abad ini akan membawa mereka dalam perjuangan untuk menemukan tujuan hidup mereka. Ini akan diikuti dengan perasaan mereka seperti saat kesulitan menentukan arah karir, perubahan dalam hubungan pribadi, stres pada keuangan, dan kekhawatiran akan masa depan.

Pada artikel kali ini, kami akan membedah lebih lengkap mengenai tantangan yang biasanya dihadapi saat mengalami quarter life crisis. Serta kami akan menyajikan beberapa fase quarter life crisis yang bisa saja terjadi pada penderitanya sehingga Anda akan mengetahui gambaran umum dari tantangan pada fenomena quarter life crisis ini.

Yang Anda Alami Saat Quarter Life Crisis

Usia 20-30an menjadi masa muda yang seharusnya menjadi waktu untuk mencoba segala kesempatan dan petualangan, sebelum tanggung jawab lainnya datang mengambil alih. Banyaknya segala hal yang bisa dilakukan nyatanya menghantarkan manusia pada fase usia ini mengalami kecemasan. Baik akan pekerjaan, pengangguran, hutang, harga diri, hingga tujuan hidup, yang dikenal dengan fenomena “Quarter Life Crisis” atau krisis seperempat abad.

Dengan segala ciri khas pengalaman krisis kehidupan, yang ditandai dengan rasa tidak aman, kekecewaan, kesepian, hingga depresi. Ini bisa terjadi saat seseorang mencapai usia dua atau tiga puluhan saat-saat dimana mereka mulai memasuki “dunia nyata”.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Oliver Robinson dari University of Greenwich, London mengatakan bahwa krisis quarterlife tidak terjadi secara harfiah seperempat dari jalan hidup seseorang. Mereka terjadi seperempat dari masa dewasa seseorang, dalam periode antara 25 hingga 35 meskipun mereka mengelompok sekitar usia 30.

Ia juga melakukan penelitian untuk melihat krisis quarterlife dari sudut empiris yang solid berdasarkan data daripada spekulasi. Melalui survei yang dilakukan oleh Gumtree.com, penelitian ini menemukan bahwa 86% dari 1.100 anak muda yang ditanya mengaku merasa tertekan untuk berhasil dalam hubungan, keuangan, dan pekerjaan mereka sebelum mencapai usia 30 tahun.

Dua dari lima di antaranya khawatir tentang uang dengan mengatakan penghasilan mereka tidak cukup. Sedang 32% lainnya merasa tertekan untuk menikah dan memiliki anak pada usia 30 tahun. Enam persen berencana untuk bermigrasi sementara 21% menginginkan perubahan karir sepenuhnya.

Walaupun merupakan problem yang cukup serius, ternyata masih banyak yang meremehkan krisis ini, bahkan mengatakan quarter life crisis itu tidak ada. Krisis seperempat abad ini merupakan pengalaman yang sangat berbeda dengan tekanan yang sebelumnya dirasakan oleh mereka yang berusia pertengahan empat puluhan.

Dengan zaman yang sudah jauh berbeda, menjadikan usia 21 tahun saat ini merupakan hal yang menakutkan. Terlebih dengan ketatnya persaingan antar manusia untuk menjadi lebih baik di kehidupan mereka di masa depan. Penuh perjuangan yang dialami manusia seperempat abad dalam melewati masa krisis ini. Hingga aliansi depresi pun memperkirakan bahwa sepertiga dari manusia berusia dua puluhan merasa tertekan.

Baca juga: Mengatasi Procrastination Melalui Pengembangan Resiliensi Diri

Lima Fase Quarter Life Crisis

Dalam sebuah penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan British Psychological Society, para peneliti menyaring lima fase kunci dari krisis paruh baya (melalui New Scientist) dari survei terhadap 50 sukarelawan yang pernah mengalaminya:

Fase 1 — Perasaan terjebak oleh pilihan hidup Anda. Anda akan merasa seolah-olah menjalani hidup Anda dengan autopilot, tanpa kendali, tanpa tujuan dan ambisi yang jelas.

Fase 2 — Perasaan “saya harus keluar” yang meningkat dan perasaan bahwa Anda dapat mengubah hidup Anda.

Fase 3 — Anda akan mulai memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan atau hubungan atau apa pun yang membuat Anda merasa terjebak. Anda pun kemudian memulai periode “time out” di mana Anda mencoba pengalaman baru untuk menemukan siapa yang Anda inginkan.

Fase 4 — Anda sedikit demi sedikit membangun kembali hidup Anda

Fase 5 — Mengembangkan komitmen baru yang lebih selaras dengan minat dan aspirasi Anda.

Jika diperhatikan dengan seksama pada setiap fase nya dari awal hingga akhir, mengalami quarter life crisis mungkin merupakan hal yang positif. Juga memiliki krisis Anda lebih awal mungkin membuat Anda tidak memilikinya ketika usia Anda sudah mencapai lima puluh tahun. Apa yang Anda lakukan telah tumbuh jauh lebih luas dari sebelumnya. Dengan kata lain, quarter life crisis dengan segala rintangan dan tantangan yang dihadapi membawa manusia usia seperempat abad menuju kemajuan.

Baca juga: Mental Load. Kenali Beban Pikiran Yang Terlalu Besar

 

Sumber:

Hill, A. (2018, February 14). The quarterlife crisis: young, insecure and depressed. The Guardian. https://www.theguardian.com/society/2011/may/05/quarterlife-crisis-young-insecure-depressed

Greenwood, V. (2023). Scientists Describe Five Phases of Quarter-Life Crisis, Recommend the Experience. Discover Magazine. https://www.discovermagazine.com/mind/scientists-describe-five-phases-of-quarter-life-crisis-recommend-the-experience

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Quarter Life Crisis dan Bentuk Tantangan yang Akan Dihadapi — DeepTalk