Semua artikel
Gangguan Psikologi

Pseudoseizure : Kejang yang Dipicu Oleh Gangguan Jiwa Berat

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Saat melihat orang dengan kondisi kejang berat, umumnya kita akan mengkaitkan kondisi tersebut dengan epilepsi atau ayan. Namun tahukah kamu bahwa tidak semua kejang berat menandakan seseorang dalam kondisi epilepsi. Terdapat satu jenis kejang yang termasuk dalam kategori non-epileptik yang dikenal dengan istilah pseudoseizure.

Lantas seperti apa pseudoseizure itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai pseudoseizure. Namun sebelum kita masuk dalam pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.

Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut pembahasan mengenai pseudoseizure.

Pengertian Pseudoseizure

Pseudoseizure adalah kondisi dimana seseorang mengalami kejang yang disebabkan oleh adanya gangguan jiwa yang tergolong dalam kategori berat. Di dunia medis, kondisi tersebut dikenal dengan istilah psychogenic nonepileptic seizures (PNES).

Berdasarkan pengertian dari pseudoseizure itu sendiri dapat ditarik kesimpulan bahwa penderita pseudoseizure pada dasarnya memang sudah tergolong dalam penderita gangguan mental berat. Gangguan mental yang bisa memicu kondisi pseudoseizure ini juga cukup beragam. Misalnya pada penderita depresi berat, anxiety disorder, skizofrenia, dan masih banyak lagi.

Sama halnya dengan kondisi kejang pada umumnya, kejang pada penderita pseudoseizure juga mengakibatkan gerakan otot berulang yang tidak terkendali, kehilangan fokus, kesulitan mengendalikan diri, penurunan bahkan kehilangan kesadaran.

Kondisi pseudoseizure ini pada umumnya dialami oleh wanita dengan usia 20 – 40 tahun. Penderita juga pada dasarnya pernah mengalami kejadian traumatis, seperti menjadi korban kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, dan lain sebagainya. Penyalahgunaan obat-obatan terlarang juga bisa semakin memperbesar kemungkinan seseorang mengalami kondisi pseudoseizure ini.

Baca juga : Erythrophobia : Rasa Takut Ketika Pipi Memerah Karena Malu

Penyebab Pseudoseizure

Sudah cukup jelas dari pengertian pseudoseizure itu sendiri bahwa penyebab dari kondisi ini adalah adanya gangguan mental yang masuk dalam kategori berat. Adapun jenis gangguan mental yang bisa memicu kondisi pseudoseizure adalah sebagai berikut:

·         Gangguan suasana hati (mood disorder), yaitu gangguan mental yang mempengaruhi emosi seseorang. Misalnya depresi, bipolar, dan lain sebagainya.

·         Gangguan kepribadian (personality disorder), yaitu gangguan mental yang ditandai dengan adanya pola pikir dan perilaku yang tidak sehat.

·         Panic attack, yaitu kondisi dimana seseorang mengalami rasa takut dan gelisah secara tiba-tiba, serta umumnya tidak diketahui penyebab pastinya.

·         Gangguan kecemasan, yaitu gangguan mental yang ditandai dengan adanya kecemasan atau kekhawatiran yang tinggi terhadap situasi atau objek tertentu.

·         Gangguan obsesif kompulsif (obsessive compulsive disorder / OCD), yaitu gangguan mental yang ditandai dengan adanya pemikiran dan dorongan yang tidak bisa dikontrol (obsesi), dan munculnya perilaku yang bersifat kompulsif.

·         Gangguan stress pasca trauma (post traumatic stress disorder / PTSD), yaitu gangguan mental yang timbul akibat kejadian traumatis tertentu.

·         Gangguan disosiatif, yaitu gangguan mental yang menimbulkan disosiasi terhadap ingatan, identitas, kesadaran diri sendiri dan persepsi terhadap lingkungan di sekitarnya.

·         Skizofrenia, yaitu gangguan mental yang mempengaruhi tingkah laku, emosi, dan perilaku, serta adanya delusi dan halusinasi.

·         Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), yaitu gangguan mental yang ditandai dengan adanya perilaku impulsif dan hiperaktif.

Gejala Pseudoseizure

Seperti yang sudah dipaparkan secara singkat di awal bahwa gejala dari pseudoseizure pada dasarnya memiliki kesamaan dengan kejang akibat epilepsi. Diantaranya penderita akan mengalami penurunan kesadaran, gerakan otot berulang dan tidak terkendali, kehilangan fokus, terjatuh secara tiba-tiba, tegang atau kaku pada beberapa area otot, pandangan menjadi kosong, dan  bahkan tidak menyadari kejadian di sekitarnya.

Selain itu, penderita pseudoseizure juga menunjukan beberapa gejala khusus yang menjadi pembeda dengan kejang pada penderita epilepsi. Berikut beberapa gejala yang dimaksud berupa gerakan kepala ke samping, menutup mulut dan mata, memberikan respon terhadap suara yang terlalu keras, histeris, tidak merasa mengantuk setelah kejang usai.

Walaupun kejang yang dialami oleh penderita pseudoseizure dengan penderita epilepsi memiliki beberapa perbedaan, namun hal ini tetap masih sulit untuk diidentifikasi. Untuk itu, penderita tetap harus melakukan konsultasi lebih lanjut kepada psikolog atau psikiater. Disisi lain, penderita terduga pseudoseizure juga perlu mendapatkan serangkaian pemeriksaan untuk dapat benar-benar memastikan kondisi mereka.

Dalam beberapa kasus, penderita baru akan didiagnosis pseudoseizure setelah diberikan obat khusus epilepsi. Pasalnya, obat untuk penderita epilepsi justru tidak akan berfungsi pada penderita pseudoseizure. Selain itu, kondisi juga bisa dipastikan dengan mengikuti prosedur elektroensefalografi (EEG). EEG sendiri adalah prosedur kesehatan yang bertujuan untuk mengetahui adanya abnormalitas pada sel faraf di otak. Dengan prosedur juga akan bisa dibedakan apakah penderita mengalami kejang akibat epilepsi atau pseudoseizure.

Itu dia penjelasan mengenai kondisi pseudoseizure. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Trypanophobia : Rasa Takut Berlebihan Terhadap Jarum Suntik

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Pseudoseizure : Kejang yang Dipicu Oleh Gangguan Jiwa Berat — DeepTalk