Semua artikel
Gangguan Psikologi

Pseudodementia pada Usia Muda : Apa yang Perlu Diketahui?

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Meskipun seringkali dianggap sebagai tantangan yang lebih umum dihadapi oleh generasi lanjut, pseudodementia tidak pandang usia. Pada kenyataannya, fenomena ini bisa memengaruhi orang muda dengan cara yang unik dan kadang-kadang mengejutkan. Pseudodementia, yang mengimitasi gejala demensia namun disebabkan oleh kondisi kejiwaan, membawa dampak signifikan pada kesehatan mental dan kualitas hidup seseorang, terutama di tengah kesibukan kehidupan modern.

Mari kita telaah bersama bagaimana pseudodementia dapat memengaruhi orang muda, menyelami akar penyebabnya, sehingga bisa ditemukan solusi yang relevan untuk menghadapi tantangan ini.

Apa Itu Pseudodementia dan Bedanya Dengan Demensia

Pseudodementia digambarkan sebagai suatu kondisi di mana pasien mengalami gejala yang mirip dengan demensia, namun sebenarnya tidak mengidapnya. Gejala ini meliputi gangguan konsentrasi, masalah bicara dan bahasa, kesulitan mengambil kata, masalah ingatan, dan kesulitan mengatur, mengambil keputusan atau merencanakan tugas.

Kata pseudodementia sendiri pertama kali dicetuskan oleh Leslie Kiloh, seorang profesor psikiatri di Universitas New South Wales tahun 1961. Kondisi ini paling signifikan disebabkan oleh depresi dan bisa terjadi pada semua usia. Sehingga pseudodementia juga disebut sebagai gangguan kognitif depresi, yang ditandai dengan gangguan kognitif dan fungsional yang meniru gangguan neurodegeneratif yang disebabkan oleh penyakit sekunder.

Pseudodementia meniru bentuk demensia lainnya tanpa mengalami perubahan fisik yang sama pada struktur dan fungsi otak. Beberapa ahli percaya pseudodementia dapat menjadi tanda bahwa jenis demensia lain akan berkembang di kemudian hari, namun pseudodementia telah diatasi dengan pengobatan efektif terhadap kondisi kejiwaan yang mendasarinya.

Demensia adalah suatu kondisi yang menyebabkan hilangnya ingatan dan pemikiran abstrak secara progresif atau terus-menerus, dan sering dikaitkan dengan perubahan kepribadian. Biasanya penyakit ini timbul perlahan dan berbahaya dengan perkembangan yang lambat, memburuk, atau berfluktuasi.

Sebaliknya, pseudodemensia biasanya dimulai secara tiba-tiba, seringkali setelah peristiwa yang membuat stres. Kebanyakan orang dengan pseudodementia menyadari defisit kognitif mereka. Mereka cenderung menyoroti gejalanya dan mencari perhatian. Ini berbeda dengan pasien demensia yang mungkin tidak menyadari gejalanya. Bahkan mereka yang menderita demensia cenderung tidak melaporkan defisit yang mereka alami.

Meskipun tantangan diagnosa pseudodemensia melibatkan kurangnya kelainan fisik pada pemeriksaan penunjang seperti CT scan otak atau MRI, keseimbangan antara kesadaran diri pasien dan penerimaan terhadap dasar psikologis kondisi ini turut memperumit proses diagnostik. Dalam penanganan, terapi perilaku kognitif (CBT) dan penggunaan obat antidepresan dapat membantu meredakan gejala pseudodemensia, memberikan pencerahan dalam upaya mengelola kondisi ini secara efektif.

Baca juga: Manfaat Latihan Otak Bagi Tumbuh Kembang Kreativitas Anak

Pseudodementia yang Bisa Dialami Orang Muda

Otak adalah organ kompleks yang tidak hanya menyimpan informasi, mengontrol memori, pikiran, dan emosi, tetapi juga mengatur keterampilan motorik dan penglihatan. Dengan begitu banyak hal yang terjadi, sedikit kelupaan bisa dihindarkan.

Secara ilmiah, kapasitas memori otak dikatakan sekitar 2,5 juta gigabyte memori digital, menurut Scientific American. Penelitian tertentu menunjukkan bahwa otak manusia melupakan sekitar 50% informasi baru dalam waktu satu jam setelah mempelajarinya.

Meskipun orang lanjut usia mempunyai risiko lebih besar untuk menjadi pelupa, bahkan terkadang rentan terkena demensia, orang muda juga bisa menjadi linglung karena berbagai alasan. Para ahli pun mengindikasikan ada beragam penyebab umum dari kondisi tersebut, juga ini berkaitan dengan kondisi pseudodementia.

Kemampuan otak manusia, meskipun canggih, tidak lepas dari risiko mengalami gangguan, terutama dalam konteks pseudodementia. Penelitian menunjukkan bahwa, kontrast dengan keyakinan umum, bukan hanya orang lanjut usia yang rentan mengalami pseudodementia, tetapi juga individu yang mengalami stres hingga depresi di usia muda.

Sebuah penelitian berbasis populasi menyatakan bahwa pseudodemensia depresi ditemukan pada 0,6% orang berusia 65 tahun atau lebih. Namun, tingkat yang lebih tinggi terdeteksi pada pasien yang mendatangi penilaian penurunan kognitif secara khusus. Pada pasien dengan usia kurang dari 65 tahun yang mengalami gangguan kognitif, prevalensi pseudodemensia mencapai 13%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pseudodementia bukan hanya fenomena terkait usia, melainkan melibatkan spektrum usia yang lebih luas.

Penyebab pseudodementia melibatkan kompleksitas kondisi psikologis, terutama depresi. Infeksi otak kronis, tumor otak, masalah endokrin, HIV, penyalahgunaan zat dan obat-obatan, keracunan logam berat, serta penyakit hati atau ginjal kronis menjadi faktor risiko penyakit ini. Oleh karena itu, pemahaman terhadap penyebab kelupaan pada usia muda sangat penting untuk mendeteksi dan mengelola pseudodementia dengan lebih efektif.

Dr. Amit Haldar, Direktur Neurologi di Rumah Sakit Fortis Anandapur, Kolkata, menggarisbawahi pentingnya memperhatikan gejala kelupaan berlebihan, terutama pada usia muda. Terlepas dari tingkat risiko dan usia, kesadaran terhadap faktor risiko dan pencegahan dapat membantu mengatasi tantangan yang dihadapi oleh individu yang mungkin mengalami pseudodementia.

Baca juga: Apa Saja Manfaat Dari Scream Therapy?

 

Sumber:

https://www.healthline.com/health/pseudodementia#what-it-is

Brodaty H, Connors MH. Pseudodementia, pseudo-pseudodementia, and pseudodepression. Alzheimers Dement (Amst). 2020 Apr 19;12(1):e12027. doi: 10.1002/dad2.12027. PMID: 32318620; PMCID: PMC7167375.

https://www.onlymyhealth.com/what-is-pseudodementia-that-causes-forgetfulness-in-young-people-1697523158

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Pseudodementia pada Usia Muda : Apa yang Perlu Diketahui? — DeepTalk