Semua artikel
Perilaku

Prokrastinasi pada Gen Z: Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua dan Pendidik untuk Membantu?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Orang tua memiliki tanggung jawab terhadap tumbuh kembang anak. Termasuk menjaga agar anak berperilaku yang baik. Salah satunya dengan tidak memiliki kebiasaan prokrastinasi atau menunda pekerjaan. Pasalnya, kebiasaan prokrastinasi akan sangat berdampak untuk kesehatan mental, kehidupan sosial, dan aktivitas sehari-hari.

Selain orang tua, tenaga pendidik seperti guru dan dosen juga memiliki peran penting dalam kasus prokrastinasi. Bagaimana tidak, banyak sekali kasus prokrastinasi yang terjadi di lingkungan pendidikan. Baik itu di sekolah tingkat SD hingga SMA, maupun tingkat perguruan tinggi. Maraknya kasus prokrastinasi di dunia pendidikan ini sangat penting untuk diperhatikan. Pasalnya, kebiasaan prokrastinasi bisa menghambat perkembangan akademik, hingga membuat anak kehilangan kesempatan untuk tumbuh menjadi lebih baik.

Peran orang tua dan tenaga pendidik perlu menjadi kombinasi yang tepat untuk memangkas kebiasaan prokrastinasi, khususnya untuk para gen z yang sudah beranjak remaja dan dewasa. Artikel ini akan secara khusus membahas mengenai apa saja yang bisa orang tua dan tenaga pengajar lakukan untuk membantu mengatasi kebiasaan prokrastinasi pada gen z.

Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu memiliki kebiasaan prokrastinasi dan berdampak pada kondisi mental dan perilaku menyimpang. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Peran Orang Tua Dalam Mengatasi Prokrastinasi

Cartoon daughter reading book with mother and father on sofa. Child and adults reading book together flat vector illustration. Family, parenting concept for banner, website design or landing web page

Orang tua seharusnya menjadi tempat pertama untuk anak belajar. Termasuk mempelajari segala bentuk perilaku baik dan buruk. Maka dari itu, upaya pencegahan perilaku prokrastinasi bisa dilakukan dari rumah. Berikut beberapa tips yang bisa orang tua lakukan untuk mengatasi prokrastinasi pada anak:

Membantu anak mengembangkan kemampuan manajemen waktu

Tips pertama yang bisa orang tua lakukan adalah dengan membantu anak mengembangkan kemampuan manajemen waktu mereka. Tips ini bisa dimulai dengan membantu anak menentukan tujuan mereka, membuat rencana yang terstruktur, dan mengatur skala prioritas.

Membantu anak mengembangkan disiplin dan rasa tanggung jawab

Tips kedua yang bisa orang tua lakukan adalah dengan membantu anak mengembangkan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab mereka. Tips ini bisa dimulai dengan membuat jadwal yang fleksibel, memberikan reward saat anak berhasil mencapai tujuan, dan memberikan konsekuensi yang jelas saat anak tidak mampu mencapai tujuan.

Membantu anak mengembangkan kemampuan mengatur emosi

Tips ketiga yang bisa orang tua lakukan adalah dengan membantu anak mengembangkan kemampuan mengatur emosi. Dengan emosi yang lebih stabil, anak bisa berpikir lebih jernih untuk menyelesaikan tugas dan terhindar dari kebiasaan prokrastinasi. Tips ini bisa dimulai dengan mengajarkan anak tentang segala bentuk emosi, memberikan dukungan secara emosional, dan mengajarkan anak bagaimana cara menghadapi kesulitan.

Baca juga: Gen Z dan Prokrastinasi: Bagaimana Mengembangkan Kemampuan Mengatur Waktu yang Efektif

Peran Tenaga Pengajar Dalam Mengatasi Prokrastinasi

Organic flat people on business training illustration

Selain orang tua, gen z juga bisa belajar mengatasi prokrastinasi dari guru maupun dosen. Walaupun beberapa gen z sudah mulai bekerja, namun tidak sedikit yang juga masih sekolah maupun kuliah. Maka dari itu, kontribusi guru atau dosen sangat penting mengingat banyaknya kasus prokrastinasi di dunia pendidikan. Berikut beberapa tips yang bisa tenaga pengajar terapkan:

Membuat rencana pembelajaran yang jelas

Tips pertama yang bisa tenaga pengajar lakukan adalah dengan membuat rencana pembelajaran yang jelas. Dari rencana pembelajaran yang jelas itulah diharapkan murid bisa lebih mudah memahami apa yang disampaikan, dan tidak mengalami kesulitan dalam penyelesaian tugas.

Membantu murid menentukan tujuan

Tips kedua yang bisa tenaga pengajar lakukan adalah dengan membantu murid menentukan tujuan mereka. Pasalnya, beberapa murid bisa saja masih bingung dalam menentukan masa depannya. Terutama mereka yang usia remaja. Misalnya untuk menentukan jurusan kuliah, rencana karir, dan lain sebagainya.

Memberikan dukungan dan motivasi

Tips ketiga yang bisa tenaga pengajar lakukan adalah dengan memberikan dukungan dan motivasi kepada muridnya. Dukungan dan motivasi itulah yang nantinya akan menjadi semangat untuk para murid mengerjakan dan menyelesaikan tugas mereka.

Itu dia beberapa tips yang bisa orang tua dan tenaga pengajar lakukan untuk membantu mengatasi kebiasaan prokrastinasi pada gen z. Jika tips di atas tidak berhasil, silahkan untuk mengajak anak/murid untuk melakukan konsultasi psikologis dengan para ahli. Jangan sampai perilaku prokrastinasi disebabkan atau akan menyebabkan masalah mental yang lebih serius. Jika bingung hendak kemana, bisa kungjungi web deeptalk.co.id untuk bertemu dengan para profesional di bidang kesehatan mental.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Antara Lowkey dan Highkey: Bagaimana Gen Z Menggunakan Bahasa Emosi untuk Mengungkapkan Perasaan

 

Sumber:

Widyastuti, R. (2019). Pengaruh Orang Tua terhadap Perilaku Prokrastinasi pada Anak. Jurnal Psikologi, 16(1), 1-12.

Setiawan, B. (2020). Peran Orang Tua dalam Mencegah Prokrastinasi pada Anak. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 20(1), 1-10.

Sutanto, E. (2018). Pengaruh Disiplin dan Tanggung Jawab terhadap Prokrastinasi pada Anak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 7(2), 1-12.

Hastuti, D. (2017). Strategi Guru dalam Mengatasi Prokrastinasi pada Siswa. Jurnal Ilmu Pendidikan, 24(1), 1-10.

Nugroho, A. (2019). Pengaruh Kemampuan Mengatur Waktu terhadap Prokrastinasi pada Siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 14(1), 1-12.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Prokrastinasi pada Gen Z: Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua dan Pendidik untuk Membantu? — DeepTalk