Deeptalk.co.id – Kita pasti pernah berjumpa dengan orang yang memiliki pola hidup kelewat santai. Salah satu yang tidak luput dari kebiasaan orang-orang semacam itu adalah kebiasaan dalam menunda tugas atau pekerjaan. Dalam dunia psikologis, kebiasaan menunda tugas atau pekerjaan ini dikenal dengan istilah prokrastinasi.
Orang-orang yang seringkali melakukan prokrastinasi cenderung akan menghasilkan tugas atau pekerjaan yang tidak sempurna, atau bahkan jauh dari kata sempurna. Pasalnya, mengerjakan tugas atau pekerjaan di waktu yang telah ditentukan akan membantu kita untuk melakukan riset lebih dalam dan memeriksanya secara lebih seksama.
Para pelaku prokrastinasi ini bukan berarti mereka meninggalkan pekerjaan atau tidak menyelesaikan pekerjaan mereka. Lantas seperti apa sebenarnya prokrastinasi itu? Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai prokrastinasi.
Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah kesehatan mental atau timbulnya perilaku menyimpang, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai prokrastinasi.
Apa Itu Prokrastinasi?

Istilah prokrastinasi sendiri berasal dari Bahasa Latin, yaitu “pro” yang artinya maju / lebih menyukai / ke depan, dan “castinus” yang artinya besok. Jika diartikan secara harfiah, prokrastinasi adalah rasa senang untuk melakukan tugas di hari esok.
Namun jika dijelaskan secara lebih spesifik, seperti yang sudah tertera dengan cukup jelas pada judul artikel ini, prokrastinasi adalah sebuah kebiasaan seseorang dalam menunda tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepada dirinya. Kebiasaan buruk ini tidak hanya memberikan dampak negatif bagi tugas yang dikerjakan, melainkan juga bisa mempengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan pelakunya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, para pelaku prokrastinasi ini bukan menghindari tugas atau tidak mengerjakan tugas sama sekali. Melainkan mereka menunda waktu pengerjaan tugas hingga di menit-menit terakhir pengumpulan tugas. Hasilnya, tugas yang dikerjakan akan tidak maksimal karena minimnya waktu untuk bisa melakukan riset lebih dalam, dan pemeriksaan tugas setelahnya.
Seorang peneliti dari De Paul University di Chicago, yang bernama Joseph Ferrari, Ph.D menemukan bahwa 20% manusia di seluruh dunia memiliki sifat prokrastinasi. Kebiasaan prokrastinasi yang dimiliki juga diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, misalnya dalam pembelajaran, pekerjaan, atau bahkan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Sayangnya tindakan yang dilakukan tersebut justru membuat kebanyakan manusia merasa tidak nyaman saat sudah mendekati deadline tugas / pekerjaan. Terlepas dari rasa tidak nyaman tersebut, para pelaku prokrastinasi ini seakan tidak bisa lepas dengan kebiasaan buruk tersebut. Bahkan mereka akan mencari berbagai alasan untuk tetap bisa menunda tugas atau pekerjaan mereka.
Baca juga : Kenali Tipe Orang yang Suka Menunda Pekerjaan
Tipe Pelaku Prokrastinasi

Seperti yang sudah dipaparkan di atas bahwa tidak sedikit manusia yang memiliki kebiasaan buruk ini. Namun tidak semua pelaku prokrastinasi menunjukan pola yang sama. Untuk itu, beberapa ahli mengemukakan bahwa pelaku prokrastinasi terbagi atas dua tipe, yaitu:
Prokrastinasi pasif
Tipe pertama dikenal dengan istilah prokrastinasi pasif. Orang dengan tipe yang satu ini memiliki kelemahan dalam pengambilan keputusan. Itulah sebabnya mereka menunda untuk mengerjakan tugas atau pekerjaannya. Mereka tidak mampu untuk menentukan langkah apa yang akan diambil, serta terlalu banyak pertimbangan sebelum akhirnya mengerjakan tugas atau pekerjaan mereka.
Prokrastinasi aktif
Tipe yang kedua dikenal dengan istilah prokrastinasi aktif. Tipe kedua ini merupakan kebalikan dari tipe sebelumnya. Orang-orang dengan tipe prokrastinasi aktif justru menunda mengerjakan tugas atau pekerjaan atas dasar disengaja. Bagi mereka, mengerjakan tugas di menit-menit terakhir merupakan suatu tantangan, dan bisa membuatnya menjadi lebih bersemangat. Meski demikian, masih banyak hasil pekerjaan mereka yang justru jauh dari kata sempurna.
Apakah Prokrastinasi Berdampak Pada Kesehatan Mental?

Pada dasarnya prokrastinasi memang bukan bagian dari gangguan kesehatan mental. Walaupun seperti yang kita ketahui bahwa tindakan tersebut cukup merugikan diri sendiri. Namun kabar buruknya, pelaku prokrastinasi justru erat kaitannya dengan beberapa masalah kesehatan mental, misalnya berpotensi meningkatkan stress, rasa bersalah, kehilangan produktivitas, masalah dalam hubungan sosial, citra diri yang rusak, dan masih banyak lagi.
Disisi lain, pelaku prokrastinasi juga mengalami masalah dalam pengelolaan waktu. Hal inilah yang akhirnya membuat waktu istirahat dan makan menjadi terganggu. Hasilnya, tidak sedikit dari mereka yang mengalami penurunan sistem imun dan mudah terserang penyakit.
Prokrastinasi juga bisa menjadi gejala dari beberapa masalah kesehatan mental seperti kecemasan, stress, depresi, gangguan obsesif kompulsif, ADHD, dan masih banyak lagi. Untuk itu, tidak ada salahnya melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog maupun Psikiater. Dengan begitu akan diketahui diagnosis dan penanganan yang tepat.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Bagaimana Cara Menghadapi Korban Pelecehan Seksual?
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



