Semua artikel
Perilaku

Procrastination : Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Kamu masih pelajar dan suka menunda untuk mengerjakan pekerjaan rumah mu? Atau kamu seorang karyawan yang suka menunda untuk menyelesaikan tugas dari atasan mu? Tahukah kamu bahwa perilaku menunda pekerjaan itu dalam ilmu psikologis dikenal dengan istilah procrastination.

Walaupun istilah procrastination bisa dibilang cukup asing, namun pada kenyataannya tindakan tersebut cukup sering kita temui, bahkan beberapa kali kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh sederhananya saat kita menunda untuk mandi sore karena sedang asing scrolling sosial media.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai perilaku procrastination, artikel kali ini akan secara khusus membahas hal tersebut. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis.

Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah dengan kondisi mental, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan juga penanganan yang tepat.

Berikut pembahasan mengenai procrastination.

Pengertian Procrastination

Procrastination adalah sebuah kondisi dimana seseorang memiliki kebiasaan untuk menunda dalam memulai, mengerjakan, atau menyelesaikan sesuatu yang seharusnya dilakukan pada saat itu. Tindakan semacam ini bisa berdampak kepada tidak maksimalnya pekerjaan yang dilakukan karena waktu pengerjaan yang cukup singkat.

Orang-orang yang mengalami procrastination pada dasarnya tahu dengan pasti bahwa pekerjaan tersebut harus dikerjakan pada saat itu juga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sayangnya mereka terlena dengan hal-hal lain yang dianggap lebih serius. Kondisi semacam ini membuat banyak pekerjaan tertunda, dan menumpuknya banyak pekerjaan.

Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan ini juga tidak baik jika dibiarkan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama. Pasalnya hal ini bisa menghambat berkembangnya seseorang dalam kehidupan ataupun karir yang mereka miliki. Hal ini dikarenakan mereka banyak membuang-buang waktu untuk hal-hal yang pada dasarnya tidak penting untuk menunjang karir mereka. Untuk itu penting bagi kita menghindari kebiasaan buruk yang satu ini.

Penyebab Procrastination

Sayangnya penyebab pasti dari perilaku procrastination ini belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, banyak ahli yang sependapat bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

Masalah regulasi emosi

Walaupun procrastination ini memiliki hubungan dengan manajemen waktu, namun profesor dalam ilmu psikologi bernama Dr. Tim Pychyl menyatakan bahwa procrastination merupakan masalah regulasi emosi, bukan pada kemampuan manajemen waktu yang dimiliki. Perilaku procrastination ini terjadi karena penderita tidak mampu mengendalikan emosinya yang sedang dalam kondisi buruk. Hal ini membuat mereka tidak berselera dalam menyelesaikan tugas sesegera mungkin.

Baca juga : Waspada Dampak dan Cara Mengatasi Star Syndrome

Manajemen waktu yang buruk

Meski demikian, procrastination memang tidak bisa dilepaskan dengan ketidakmampuan dalam manajemen waktu. Pasalnya, orang-orang dengan manajemen waktu yang baik akan mampu mengatur waktu agar bisa bekerja sesuai dengan porsinya.

Tidak mampu menentukan prioritas

Disis lain, procrastination juga bisa disebabkan oleh ketidakmampuan seseorang dalam menentukan prioritas. Hal ini akhirnya membuat mereka menunda hal-hal penting dan justru mengerjakan hal-hal yang tidak begitu penting.

Tidak menghargai waktu

Masih mengenai waktu, banyak orang yang sependapat bahwa para pelaku procrastination ini adalah orang-orang yang tidak menghargai waktu. Pasalnya mereka membiarkan waktu begitu saja berlalu tanpa melakukan hal-hal yang berguna untuk mereka di masa yang akan datang.

Tidak memahami tujuan dari pekerjaan

Tidak sedikit orang yang menunda untuk mengerjakan sesuatu karena menganggap pekerjaan tersebut tidak benar-benar penting untuk dikerjakan. Dalam arti lain, mereka tidak memahami tujuan sebenarnya dari pekerjaan tersebut. Hal ini cukup sering terjadi di dunia kerja atau di sekolah, dimana seseorang mengerjakan tugas hanya sebagai sebuah syarat untuk bisa lanjut sekolah atau bekerja.

Tidak memahami pekerjaan

Selain tidak memahami tujuan dari sebuah pekerjaan, orang-orang yang tidak memahami sebuah pekerjaan juga sering kali menunda untuk melakukan pekerjaan tersebut. Beberapa diantara mereka tidak memiliki niat untuk menunda pekerjaan, hanya saja mereka memang benar-benar belum memahami alur kerjanya.

Perfeksionis

Kamu tentu sudah tidak asing dengan istilah perfeksionis, yaitu julukan untuk orang-orang yang mengharapkan hasil sempurna dalam setiap pekerjaannya. Kabar buruknya, seorang perfeksionis juga cukup sering untuk melakukan procrastination. Dalam hal ini, seorang perfeksionis sering kali menunda untuk menyelesaikan pekerjaan karena dianggap masih kurang sempurna untuk bisa diselesaikan. Bisa juga mereka menunda memulai pekerjaan, karena menganggap kemampuan yang dimiliki belum cukup memadai.

Mudah terpengaruh

Orang-orang yang mudah terpengaruh sering kali melakukan tindakan procrastination. Hal yang biasa terjadi adalah saat hendak memulai pekerjaan, mereka akan teralihkan fokusnya dan jadinya mengerjakan pekerjaan lain. Kebiasaan semacam ini bisa terulang dan menghambat sebuah pekerjaan.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai procrastination dan penyebab dari procrastination itu sendiri. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Trikotilomania : Kebiasaan Mencabut Rambut

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Procrastination : Kebiasaan Menunda Pekerjaan — DeepTalk