Semua artikel
Gangguan Psikologi

Personality Disorder: Seperti Apa Gangguan Kepribadian Skizoid Itu?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Apakah kamu pernah bertemu dengan orang yang cenderung menarik diri dari kehidupan sosial? Atau mereka yang tidak menunjukkan ekspresi dalam kondisi apapun itu? Bisa jadi kamu bertemu dengan penderita gangguan kepribadian skizoid.

Gangguan kepribadian skizoid merupakan bagian dari gangguan kepribadian atau juga dikenal dengan personality disorder. Pada artikel ini kami akan secara khusus membahas lebih dalam mengenai gangguan kepribadian skizoid.

Apa Itu Gangguan Kepribadian Skizoid?

Gangguan kepribadian skizoid atau yang juga disebut dengan schizoid personality disorder merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan pola pikir dan perilaku yang tidak normal. Istilah skizoid atau schizoid pertama kali dikemukakan pada tahun 1809 oleh seorang psikiater bernama Eugen Bleuler.

Pada APA Dictionary of Psychology dituliskan bahwa gangguan kepribadian skizoid merupakan gangguan kepribadian yang ditandai dengan seseorang yang berhati dingin dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Penderita gangguan kepribadian skizoid cenderung bersikap dingin dan hampir tidak pernah menunjukkan ekspresi sesuai dengan apa yang mereka rasakan.

Umumnya, penderita gangguan kepribadian skizoid juga mengalami kesulitan untuk berinteraksi dengan orang lain. Mereka kurang berempati dan tidak bisa memahami situasi yang dialami oleh orang-orang disekitarnya.

Gangguan kepribadian skizoid umumnya akan timbul di usia remaja atau dewasa awal. Mereka cenderung tidak menyadari keanehan yang mereka miliki, namun lingkungan akan dengan mudah membaca keanehan tersebut. Hal inilah yang membuat mereka kesulitan untuk membangun hubungan sosial baik di rumah, sekolah, atau bahkan di tempat kerja.

Penyebab Gangguan Kepribadian Skizoid

Sama dengan gangguan kepribadian pada umumnya, penyebab pasti dari gangguan kepribadian skizoid juga belum ditemukan hingga saat ini. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang dipercaya dapat memperbesar kemungkinan seseorang mengalami gangguan kepribadian skizoid, yaitu:

Genetik

Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kepribadian skizoid, skizotipal, atau skizofrenia memiliki kemungkinan lebih besar mengalami gangguan kepribadian skizoid.

Pola asuh orang tua

Anak yang diasuh oleh orang tua atau orang dewasa yang memiliki sikap dingin, kurang ekspresif atau tidak menunjukkan emosi, lalai, atau bahkan tidak merespon emosi yang dirasakan anak cenderung akan mengalami gangguan kepribadian skizoid.

Kedua faktor tersebut dipercaya akan mendekatkan seseorang dengan gangguan kepribadian skizoid, terutama pada anak usia dini. Dengan demikian, memperhatikan mental anak sejak dini sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang tua.

Baca juga: Personality Disorder: Mengenal Lebih Jauh Mengenai Gangguan Kepribadian Skizotipal

Gejala Gangguan Kepribadian Skizoid

Untuk mengenal dan mengatasi gangguan kepribadian skizoid, ada baiknya kamu mengetahui apa saja gejala yang ditunjukkan oleh penderita gangguan kepribadian skizoid. Berikut beberapa gejala dari penderita gangguan kepribadian skizoid berdasarkan DSM-V (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi ke 5):

Menghindari hubungan dengan orang lain

Penderita gangguan kepribadian skizoid umumnya tidak memiliki ketertarikan untuk menjalin hubungan dengan orang lain, bahkan dengan keluarga ataupun pasangan. Mereka sebisa mungkin untuk berada dalam dunianya sendiri.

Penyendiri

Karena perilaku dan pikiran mereka yang bertolak belakang dengan orang-orang pada umumnya, penderita gangguan kepribadian skizoid cenderung menyendiri.

Memiliki minat yang rendah pada aktivitas seksual

Penderita gangguan kepribadian skizoid umumnya memiliki minat yang kurang terhadap aktivitas seksual. Hal ini juga yang membuat mereka kurang baik dalam membangun hubungan dengan lawan jenis.

Tertarik pada hal-hal tertentu saja

Seseorang yang menderita gangguan kepribadian skizoid juga cenderung hanya asik atau dapat menikmati beberapa aktivitas saja. Mereka kurang baik dalam beradaptasi dalam segala kegiatan.

Parno

Penderita gangguan kepribadian skizoid juga cenderung tidak dapat percaya kepada orang lain. Hal ini juga termasuk kepada keluarga dan pasangan. Mereka menaruh kecurigaan yang besar kepada orang lain.

Sikap dingin

Sikap yang dingin sudah menjadi ciri utama dari penderita gangguan kepribadian skizoid. Mereka cenderung data saat berhadapan dengan kondisi baik maupun buruk. Tidak hanya itu, mereka juga tidak memiliki empati terhadap orang lain.

Tidak peduli pendapat orang lain

Selain cenderung bersikap dingin, penderita gangguan kepribadian skizoid juga tidak peduli dengan pendapat orang lain. Kritikan atau pujian tidak akan mengganggu atau membuat mereka bahagia.

Penanganan pada Penderita Gangguan Kepribadian Skizotipal

Setelah mengetahui gejala yang dimiliki oleh penderita gangguan kepribadian skizoid, jika kamu atau orang disekitarmu memiliki beberapa gejala di atas, langkah awal yang dapat dilakukan adalah berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Psikolog dan psikiater akan mencoba mendiagnosis gangguan apa yang sedang dialami oleh pasien mereka. Biasanya akan dilakukan beberapa tes baik secara kedokteran atau psikologis. Saat sudah menemukan diagnosis yang tepat, barulah akan diberikan penanganan sesuai dengan kebutuhan penderita.

Setiap penderita gangguan kepribadian skizoid memiliki gejala yang berbeda-beda dengan tingkat keparahan yang berbeda juga. Untuk itu, penanganan setiap penderita gangguan kepribadian skizoid akan berbeda-beda pula.

Secara umum, psikolog akan memberikan penanganan dengan terapi psikologi, dan psikiater dengan beberapa obat-obatan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Kenali Macam-Macam Gangguan Kepribadian

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Personality Disorder: Seperti Apa Gangguan Kepribadian Skizoid Itu? — DeepTalk