Semua artikel
Gangguan Psikologi

Personality Disorder: Mengenal Lebih Jauh Mengenai Gangguan Kepribadian Skizotipal

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Memiliki mental yang sehat tentu merupakan harapan setiap orang. Kesehatan mental akan membuat kita menjalani hidup dengan lebih positif. Terhindar dari stress berlebih dan tubuh pun menjadi lebih fit. Pada dasarnya, kesehatan mental akan menunjang kesehatan fisik juga, begitu pula sebaliknya.

Sayangnya, cukup banyak gangguan mental yang dapat menyerang siapa saja. Salah satu gangguan mental yang cukup sering menjadi pembahasan adalah gangguan kepribadian atau yang biasa disebut juga dengan personality disorder.

Gangguan kepribadian sendiri merupakan kondisi dimana seseorang memiliki pola pikir dan perilaku yang tidak sehat atau berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Meski demikian, untuk mendapatkan diagnosis tetap diperlukan konsultasi dengan psikolog.

Dalam DSM-V, gangguan kepribadian dibagi kedalam 3 bagian besar, yaitu cluster A, cluster B, dan cluster C, dimana dalam masing-masing bagian terdapat cabang dari gangguan kepribadian itu sendiri.

Salah satu bagian dari gangguan kepribadian tersebut adalah gangguan kepribadian skizotipal yang akan kami bahas secara lebih mendalam pada artikel ini.

Apa Itu Gangguan Kepribadian Skizotipal?

Gangguan kepribadian skizotipal atau dalam bahasa lain dikenal dengan schizotypal personality disorder merupakan salah satu bagian dari gangguan kepribadian yang ditandai dengan sikap mereka yang nyentrik dan percaya akan takhayul.

Pemikiran penderita gangguan kepribadian skizotipal yang tidak dapat diterima dengan orang-orang pada umumnya inilah yang membuat mereka kesulitan untuk menjalin hubungan dekat dengan orang lain.

Walaupun mereka memiliki pemikiran yang berbeda dengan orang lain dan cenderung eksentrik, mereka justru tidak menyadari hal tersebut. Mereka berpikir apa yang ada dalam otak mereka adalah hal yang semestinya.

Cukup banyak orang yang menganggap gangguan kepribadian skizotipal sama dengan gangguan skizofrenia. Hal ini tidak mengherankan mengingat keduanya mengalami kesulitan untuk membedakan halusinasi dengan kenyataan. Meski demikian, pada gangguan kepribadian skizotipal memiliki intensitas halusinasi dan delusi yang lebih ringan dibandingkan penderita skizofrenia.

Penyebab Gangguan Kepribadian Skizotipal

Gangguan kepribadian umumnya belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkannya, begitu juga pada gangguan kepribadian skizotipal. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang memperbesar kemungkinan seseorang mengalami gangguan kepribadian skizotipal, yaitu:

Genetik

Anak yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kepribadian skizotipal memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk mengalami gangguan yang sama.

Lingkungan

Anak yang mengalami kekerasan saat kecil, baik itu kekerasan secara fisik maupun verbal dan kemiskinan memiliki kecenderungan untuk mengalami gangguan kepribadian skizotipal.

Budaya

Anak yang besar dengan lingkungan yang memiliki budaya dengan kepercayaan akan hal-hal gaib atau mistis juga memperbesar kemungkinan mengalami gangguan kepribadian skizotipal.

Baca juga: Kenali Macam-Macam Gangguan Kepribadian

Gejala Gangguan Kepribadian Skizotipal

Untuk mengenal lebih dalam dengan gangguan kepribadian skizotipal, kau tentu perlu mengetahui gejala apa saja yang ditunjukkan oleh penderita gangguan skizotipal. Berikut beberapa gejala penderita gangguan kepribadian skizotipal:

Percaya akan hal gaib

Gejala utama yang ditunjukkan adalah kepercayaan mereka akan hal-hal yang gaib, mistis, magis, atau klenik. Hal tersebut tetap diyakini bahkan jika itu bertolak belakang dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Perilaku yang aneh

Karena keyakinan yang tidak masuk akal ini, mereka cenderung menunjukkan perilaku yang aneh. Misalnya tiba-tiba merasa cemas, padahal tidak ada satupun kejadian yang perlu mereka cemaskan. Mereka juga menceritakan pengalaman-pengalaman supranatural yang tidak dapat dicerna dengan pikiran manusia pada umumnya.

Memiliki pertemanan yang minim

Karena perilaku dan pemikiran mereka yang berbeda dengan orang-orang pada umumnya, menderita gangguan kepribadian skizotipal mengalami kesulitan untuk membangun hubungan baik dengan orang lain. Bahkan tidak jarang mereka tidak begitu dekat dengan keluarganya.

Sebenarnya masih cukup banyak lagi gejala yang ditunjukkan oleh penderita gangguan kepribadian ini, misalnya mudah cemas saat berinteraksi dengan orang lain, memiliki emosi yang tidak wajar, paranoid yang berlebihan, dan masih banyak lagi.

Penanganan pada Penderita Gangguan Kepribadian Skizotipal

Tentunya setiap menderita menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Untuk itu daripada memberikan diagnosis terhadap diri sendiri, lebih baik berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Penanganan yang ditawarkan oleh psikolog umumnya akan berupa terapi psikologi. Pada kasus gangguan kepribadian skizotipal biasanya akan diberikan terapi perilaku kognitif, terapi keluarga, dan masih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan penderita gangguan tersebut.

Sedangkan penanganan yang ditawarkan oleh psikiater akan berupa pemberian obat-obatan yang mampu meredakan simtom-simtom yang muncul. Misalnya meresepkan obat anti depresan atau obat-obatan lainnya yang diperlukan.

Setiap penderita gangguan kepribadian skizotipal atau gangguan mental apapun itu tentu akan mendapatkan penanganan yang berbeda-beda. Hal ini akan disesuaikan dengan kebutuhan dan seberapa parah gangguan yang dialami. Untuk itu, mencari penanganan kepada para ahli akan lebih baik dibandingkan dengan memperkirakan seorang diri. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Bermain Game Online Tidak Selalu Berdampak Buruk Pada Anak

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Personality Disorder: Mengenal Lebih Jauh Mengenai Gangguan Kepribadian Skizotipal — DeepTalk